SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS : Pengertian, Manfaat, Komponen, DLL

Sistem Informasi Geografis – Sistem Informasi Geografis (SiG) telah menjadi alat yang memiliki sebuah dampak positif dalam proses perencanaan yang berbasis komunitas dan pembuatan keputusan ilmiah untuk aktivitas pengembangan program. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu sistem yang mampu membangun, memanipulasi dan menampilkan informasi yang memiliki infomasi geografis.

Definisi Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Siaset Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem informasi yang berbasis computer dan dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang mempunyai spasial (berefrensi keruangan). Sistem ini digunakan untuk mengcapture, mengintegrasikan, mengecek, memanipulasi, menganalisa dan menampilkan data secara spasial merefrensikan kepada kondisi bumi.

Pengertian Sistem Informasi Geografis Menurut Para Ahli

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

• Marbel et al (1993)

Sistem Informasi Geografis menurut Marbel merupakan sistem penanganan data keruangan.

• Berry (1998)

Sistem Informasi Geografis merupakan sistem berbasis computer yang digunakan untuk memasukkan, mengelola, menyimpan, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang memiliki refrensi keruangan dalam berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan.

• Arronof (1989)

Sistem Informasi Geografis merupakan suatu sistem yang berbasis computer yang memiliki kemampuan dalam menangani sebuah data berefrensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (Penyimpanan dan pengambilan kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebgai hasil akhir (output).

Hasil akhir (output) tersebut dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada suatu masalah yang berhubungan dengan geografis.

• Chrisman (1997)

Sistem Informasi Geografis merupakan suatu sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan dati dari manusia (brainware), organisasi dan sebuah lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, menyimpan, dan menyebarkan informasi- informasi mengenai daerah- daerah di permukaan bumi.

• Gistut (1994)

Sistem Informasi Geografis merupakan sebuah sistem yang dapat mendukung dalam pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi- deskripsi lokasi dengan karakteristik- karakteristik fenomena yang dapat ditemukan di lokasi tersebut.

Sistem Informasi Geografis yang lengkap mencangkup metodologi dan teknologi yang dibutuhkan yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi.

Subsistem Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem komputer yang memiliki sub sistem yang meliputi empat kemampuan dalam menangani data yang berefrensi geografis secara akurat yaitu:

• Data input, subsistem ini terkait dengan tugas untuk pengumpulan data, mempersiapkan dan menyimpan data spasial da atributnya dari berbagai sumber.
• Data output, merupakan subsistem yang mampu menampilkan atau menghasilkan hasil keseluruhan atau dari sebagian data dalam bentuk table, grafik, petau ataupun dalam bentuk laporan.
• Data management, subsistem ini bertugas untuk mengorganisasikan data, baik data spasial atau atribut yang terkait dalam sistem basis data, sehingga mudah dipanggil kembali. Biasanya sering disebut juga sebagai subsistem storage and retrieval (penyimpanan dan pemanggilan data).
• Data manipulatiuon and analysis, subsitem ini bertugas untuk memanipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan sebuah informasi yang diharapkan dan dihasilkan dari Sistem Informasi Geografis (SIG).

Tugas Utama Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Berdasarkan desain awalnya tugas utama dari Sistem Informasi Geografis yaitu untuk melakukan analisis data spasial. Dilihat dari sudut pemrosesan data geografik, SIG bukanlah hal yang baru dietmukan. Pemrosesan data geografik telah lama dilakukan oleh berbagai macam dari bidang ilmu, namun yang membedakan dengan pemrosesan lama yaitu dalam menggunakan data digital.

Adapun beberapa tugas utama dari Sistem Informasi Geografis adalah sebagai berikut:

1. Input data

Sebelum data digunakan dalam Sistem Informasi Geografis maka data harus dilakukan konversi terlebih dahulu ke dalam bentuk digital. Proses konversi dari data peta kertas atau foto ke dalam bentuk digital yang disebut dengan digitizing.

Sistem Informasi Geografis yang telah modern dapat melakukan proses ini secara otomatis dengan menggunakan teknologi scanning.

2. Pembuatan peta

Proses pembuatan peta dala Sistem Informasi Geografis lebih fleksibel dibandingkan dengan cara manual atau dengan proses pendekatan kartografi otomatis. Prosesnya diawali dengan pembuatan database. Peta kertas dapat didigitalkan dan informasi tersebut juga dapat diterjemahkan dalam SIG.

Peta yang dihasilkan dapat dibuat dengan berbagai skala dan dapat memberikan informasi yang dipilih sesuai dengan karakteristik tertentu.

3. Manipulasi data

data dalam Sistem Informasi Geografis akan membutuhkan transformasi atau manipulasi yang digunakan untuk membuat membuat data- data tersebut kompatibel dengan sistem.

Dalam teknologi Sistem Informasi Geografis menyediakan berbagai macam alat bantu yang digunakan untuk memanipulasi data yang ada dan untuk menghilangkan data- data yang tidak dibutuhkan.

4. Manajemen file

apabila voleme data yang ada semakin besar dan jumlah data user semakin banyak, maka cara yang terbaik untuk dilakukan yaitu dengan menggunakan database manajemen system (DBMS), untuk membantu menyimpan, mengatur dan juga untuk mengelola data.

5. Analisis query

Sistem Informasi Geografis menyediakan kapabilitas untuk menampilkan query dan alat bantu yang digunakan untuk menganalisis informasi yang ada. Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk menganalisis data geografis untuk melihat jenis pola dan tren.

6. Memvisualisasikan hasil

Untuk berbagai macam tipe operasi geografis dan hasil akhirnya divisualisasikan ke dalam bentuk peta atau graf. Dengan menggunakan peta tersebut, maka akan menjadi sangat efisien untuk menyimpan dan mengkomunikasikan informasi geografis.

Namun saat ini Sistem Informasi Geografis telah mengintegrasikan tampilan peta dengan menambahkan laporan, multimedia dan tampilan tiga dimensi.

Contoh Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Berbagai Bidang

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

1. Pengelolaan fasilitas

Berfungsi untuk peta skala besar, network analisis, biasanya dapat digunakan untuk pengelolaan fasilitas kota. Contoh aplikasinya, yaitu dalam pemasangan pipa dan kabel bawah tanah, untuk perencanaan fasilitas perawatan dan pelayanan jaringan komunikasi.

2. Sumber daya alam

Merupakan studi kelayakan untuk tanaman dalam bidang pertanian, pengelolaan hutan, perencanaan untuk tataguna lahan, analisis untuk daerah yang terkena bencana alam dan untuk analisis dampak lingkungan.

3. Lingkungan

Bertujuan untuk perencanaan sungai, laut, danau, evaluasi pengendapan lumpur di daerah sekitar sungai, laut atau danau, pemodelan untuk pencemaran udara dan lain- lain.

4. Ekonomi dan bisnis

Sebagai penentuan lokasi bisnis yang prospektif untuk bank, mesin ATM, show room, pasar swalayan dan lain- lain.

5. Trnasportasi,

invetarisasi jaringan seperti jalur angkutan umum, untuk analisi rawan kemacetan dan kecelakaan, manajeman transit untuk perencanaan rute dan lain- lain.

6. Kependudukan

untuk menyediakan informasi tentang kependudukan, pemilihan umum dan lain- lain.

7. Telekomunikasi

investasi jaringan, perizinan untuk lokasi- lokasi BTS beserta pemodelan spasialnya, perencanaan pemeliharaan, analisis perluasan jaringan, sistem informasi pelanggan dan lain- lain.

8. Perencanaan

pemukiman transmigrasi, tata kota, tata ruang wilayah, relokasi industry, pasar, pemukiman dan lain- lain.

9. Militer

yaitu dalam penyediaan data spasial untuk rute perjalanan logistik, peralatan perang dan lain- lain.
Jenis Data dari Sistem Infomasi Geografis

4 Jenis Data dalam Siate Informasi Geografis (SIG) 

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

1. Data Spasial

Data ini mempresentasikan dan mengidentifikasikan posisi ruang (letak geografis) dari sebuah fenomena. Contoh dari data spasial yaitu letak suatu daratan, informasi garis lintang dan garis bujur, kepulauan, hutan sumber minyak, gas alam, pegunungan dan lain- lain. Data spasial ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu lokasi, misalnya Kode Pos.

2. Data Atribut

Data atribut merupakan suatu data yang menjabarkan aspek dari suatu fenomena dalam bentuk deskripsi atau suatu penjelasan yang terperinci. Data tersebut dalam bentuk kata- kata, angka dan table.
Data yang dapat dijumpai pada data kepadatan penduduk, jenis- jenis tanah, data luas wilayah, data demografis dan sebagainya.

3. Data Vektor

Data vector merupakan sebuah data yang dipresentasikan sebagai suatu mozaik berupa titik/point, garis (arc/line) dan polygon. Polygon yaitu suatu daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama. Sedangkan nodes yaitu titik perpotongan antara dua garis.

Kegunaan dari data vector adalah untuk menganalisa pada ketepatan posisi pada suatu wilayah atau untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur.

4. Data Raster

Data raster atau sering disebut juga dengan sel grid yang merupakan data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh. Pada data raster, objek geografis yang dipresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element).

Resolusi pada sebuah data raster tergantung pada ukuran pixelnya, dengan kata lain resolusi menggambarkan pada ukuran yang sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra.

Manfaat Menggunakan Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Manfaat penggnaan Sistem Informasi Geografis yaitu dapat memudahkan kita untuk melihat fenomena kebumian dengan perspektif yang lebih baik, dengan pemrosesan data yang lebih cepat, untuk mendapatkan hasil analisa yang lebih akurat.

Sistem Informasi Geografi dapat menghubungkan data spasial seperti letak geografis dan astronomis dengan data non spasial, sehingga dengan menggunakan sistem ini dapat membuat peta dan menganalisa informasinya dengan berbagai cara dan metode yang tepat.

Dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis, dimana data dapat tersimpan dalam bentuk digital dan data juga tersimpan lebih padat dibanding bentuk cetak, tabel atau yang lainnya. Dengan begitu dapat meringankan beban biaya produksi dan mempercepat cara pengerjaannya.

Ada dua keunggulan dalam menggunakan Sistem Informasi Geografis, antara lain:

• Analisa Proximity

Analisa proximity merupakan analisa geografis dengan berbasis pada jarak dan layer. Dimana dengan menggunakan analisa ini kita dapat melihat jarak tertentu suatu lokasi untuk menentukan dekatnya suatu hubungan antara sifat bagian yang ada.

• Analisa Overlay

Analisa overlay merupakan suatu proses integrasi data dari lapisan- lapisan layer yang berbeda. Dalam menganalisa suatu keadaan dibutuhkan lebih satu layer yang berbeda dan disusun secara fisik agar dapat dianalisa secara visual.

Tujuan Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

1. Untuk lingkup individu, Sistem Informasi Geografis sangat efektif untuk membantu proses pembentukan, pengembangan dan perbaikan peta mental yang sudah dimiliki oleh setiap orang yang berdampingan dengan dunia nyata.

2. Dalam lingkup pendidikan, Sistem Informasi Geografis dapat digunakan sebagai alat bantu utama dalam usaha meningkatkan pemahanan, pembelajaran dan pengertian mengenai ide atau konsep sebuah lokasi, ruang, kependudukan dan informasi geografis lainnya.

3. Dalam lingkup penelitian, Sistem Informasi Geografis dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap dan akurat terhadap suatu masalah nyata yang terkait dengan data spasial permukaan bumi. Selain itu, Sistem Informasi Geografis juga memiliki kemampuan yang baik dalam memvisualisasikan data spasial.

Sehingga dengan menggunakan sistem ini, maka akan mempermudah dalam modifikasi warna, ukuran simbol dan bentuk yang diperlukan untuk menggambarkan unsur- unsur permukaan bumi. Pengguna juga dapat menginterprestasikan data yang didapat melalui Sistem Informasi Geografis secara manual.

Sumber Data Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis

Sumber data dari Sistem Informasi Geografis bisa didapat dari:

• Data lapangan, dimana data tersebut dapat diperoleh secara langsung dengan melakukan pengamatan dan observasi di lapangan dengan cara mengukur dan menghitungnya.
• Data peta seperti posisi geografis Indonesia, data ini dapat diperoleh dari informasi yang tercetak pada peta/ flm.
• Data penginderaan jauh, yang mana merupakan data hasil pengamatan dari citra satelit atau sering disebut juga foto udara.

Perbedaan antara Sistem Information Geografis Konvensional dan Ssitem Informasi Geografis Modern
Kita semua sadar bahwa pentingnya sebuah peta dalam kehidupan kita. Banyak hal yang dapat diselesaikan dengan mengambil sumber data dari sebuah peta. Data- data sejarah geografis pun dapat dilihat melalui peta. Bahkan, sangketa perebutan pulau sipadan, ligitan antara Indonesia dan Malaysia itu pun menyangkut sebuah peta.

Dalam konteks dua negara, ternyata persoalannya tidak hanya menyangkut tanda batasa secara fisik yang harus ada dan dipasang di lapangan. Masalah yang lebih penting yaitu diperlakukannya upaya bagaimana cara mempresenasikan batas negara tersebut di atas media informasi yang berbentuk peta dalam bentuk hardcopy atau dalam bentuk format softcopy atau digital yang lebih fleksible dalam penggunaannya.

Didalam proses pemetaan ini, Sistem Informasi Geografis baik digital maupun konvensional sangat dibutuhkan. Di atas telah dibahas tentang Sistem Informasi Geografis yang dijalankan secara modern. Dari apa yang telah Anda pelajari, maka dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mengoprasikan Sisten Informasi Geografis secara modern dibutuhkan hardware dan software yang cukup mahal.

Adakah cara lain untuk mengoprasikan Sistem Informasi Geografis dengan sarana yang lebih murah? Jawabanya yaitu ada, cara pengoprasian Sistem Informasi Geografis secara manual. Sebelum SIG berkembang seperti sekarang ini, Sistem Informasi Geografis berawal dari sebuah gagasan yang menampilakan beberapa informasi di peta.

Gagasan tersebut yang kemudian dilakukan dengan overlay dua peta, kemudian semakin banyak peta yang akan dipadukan. Dalam proses tersebut kemudian ditemukan kesulitan apabila terlalu banyak peta yang harus dipadukan. Dari pemikiran tersebut yang mendasari perkembangan Sistem Informasi Geografis modern.

Software Sistem Informasi Geografi yang ada saat ini juga melalui tahapan perkembangan kecanggihan. Jadi perbedaan yang mendasar antar Sistem Informasi Geografis modern dan konvensional yaitu terdapat pada alat yang digunakan. Sistem Informasi Geografis modern atau digital selalu menggunakan seperangkat alat computer untuk program analisisnya.

Sedangkan Sistem Informasi Geografi konvensional dilakukan secara manual, seperti pada proses buffering pada gambar. Tidak hanya dalam proses buffering, semua proses dalam Sistem Informasi Geografis konvensional dilakukan secara manual dan semimanual atau perpaduan antara program digital dan dengan analisis manual.

Dengan beberapa informasi tentang Sistem Informasi Geografis, mulai dari pengertian, definisi, pengertian menurut para ahli, tujuan dan manfaat menggunakan Sistem Informasi Geografis, semoga dapat menambah wawasan Anda untuk mengetahui lebih jauh tentang Sistem Informasi Geografis. Dalam artikel di atas juga diulas perbedaan antara SIG modern dan SIG konvensional.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Sistem Informasi Geografis

Leave a Reply