SEJARAH CANDI PRAMBANAN : Asal Usul, Relief, Fakta (Lengkap)

Sejarah Candi Prambanan – Candi Prambanan merupakan salah satu situs bersejarah peninggalan zaman kerajaan yang dimiliki Indonesia. Candi Prambanan terletak di Jawa Tengah dan dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia.

Candi Prambanan sangat kental dan erat dengan legenda Roro Jongrang. Ceritanya banyak dituturkan pada cerita-cerita anak. Terlepas dari legenda tersebut, Candi Prambanan memiliki sejarah dan asal-usulnya sendiri.

Asal-usul Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan
Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan salah satu candi yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa. Candi yang terletak di Jl. Raya Solo – Yogyakarta Nomor 16, Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu merupakan candi yang terkenal dengan legendanya.

Candi Prambanan sendiri dibangun pada abad ke-9 masehi. Pembuatan Candi Prambanan diketahui sebagai persembahan pada tiga dewa utama Hindu atau Trimurti yang terdiri dari Brahma, Wishnu dan Siwa.

Menurut prasasti Siwagrha, Candi Prambanan mulai dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan. Pembangunan candi itu lantas dikembangkan serta diperluas oleh Balitung Maha Sambu pada masa kerajaan Medang Mataram.

Pada saat pembangunan Candi Prambanan, petugas pekerjaan umum juga melakukan perubahan tata air. Ada proyek pemindahan aliran sungai di dekat candi agar tidak membahayakan konstruksi candi dan menyebabkan erosi.

Pembangunan awal itu terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya seperti raja Daksa dan Tulodong. Pembangunan itu terus diperluas hingga ada ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama.

Pada masa kejayaannya, Candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung dimana berbagai upacara penting digelar. Selain itu, ratusan pendeta dan muridnya berkumpul di Candi Prambanan dalam rangka mempelajari kitab Weda dan melaksanakan ritual.

Penemuan dan Pemugaran Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan
Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan yang dibangun sedemikian megah dan besar tersebut ternyata pernah ditelantarkan. Sekitar tahun 930 Masehi, raja Medang Mataram, Mpu Sindok memerintahkan pemindahan ibu kota ke daerah Jawa Timur. Perintah itu membuat Candi Prambanan terlupakan.

Pasalnya, dengan pindahnya ibu kota Kerajaan saat itu Candi Prambanan menjadi tidak terawat. Alhasil candi pun rusak dan runtuh secara perlahan karena ditinggalkan dan tidak ada yang mengurus candi lagi.

Selain rusak karena ditinggalkan dan tidak dirawat, bencana alam seperti gempa bumi juga berperan dalam kerusakan Candi Prambanan. pada abad ke 16 diketahui sebuah gempa bumi dahsyat membuat bangunan Candi Prambanan benar-benar runtuh. Meski begitu warga sekitar masih mengetahui keberadaan Candi Prambanan.

Namun, karena tak ada warga lokal yang mengetahui pasti asal-muasal candi tersebut, muncullah kisah perihal keberadaan candi tersebut. Candi Prambanan sendiri kembali ditemukan oleh seorang warga Belanda bernama CA. Lons pada tahun 1733.

Candi Prambanan menarik perhatian dunia saat Jawa tengah berada di bawah pemerintahan Britania Raya. Salah satu bawahan Gubernur-Letnan, Sir Thomas Stamford Raflles yang bernama Colin Mackenzie, menemukan Prambanan. Mengetahui anak buahnya menemukan Candi Prambanan, Thomas yang tertarik pada sejarah dan budaya Jawa pun memerintahkan penyelidikan lebih lanjut.

Meski telah ada perintah penyelidikan, reruntuhan candi tetap terlantar. Penggalian tidak serius pada era 1880-an tercatat dilakukan. Tapi, praktek penggalian itu membuat banyak penjarahan terjadi. Prambanan pun menjadi korban para pencuri artefak layaknya yang terjadi di Borobudur.

Beberapa tokoh saat itu pun mulai melakukan tindakan pembersihan dan pembongkaran besar-besaran. Namun, pembongkaran itu membuat batu-batu candi tertumpuk di sepanjang Sungai Opak. Penumpukan itu membuat warga secara sembarangan mengambilnya.

Warga Belanda kala itu menjadikannya hiasan taman. Sementara warga pribumi menggunakan bangunan candi sebagai salah satu bahan bangunan dan fondasi rumah mereka.Sempat menjalani banyak praktek pencurian dan pembongkaran, Candi Hindu terbesar di Indonesia itu akhirnya dipugar pada tahun 1918. Namun baru benar-benar serius ditangani pada 1930-an.

Upaya restorasi pun akhirnya dilakukan terus menerus, hingga pada tahun 1953 pemugaran candi Siwa dirampungkan dan diresmikan oleh Presiden Sukarno saat itu. Candi Prambanan kehilangan banyak batu asli sehingga banyak bagian yang harus diganti dengan batu baru. Selain itu, beberapa candi kecil tak dibangun ulang karena alasan bangunan yang tersisa tak sampai 75 persen.

Kini, Candi Prambanan yang sempat rusak akibat gempa Yogyakarta pada 2006 itu masuk dalam salah satu situs warisan dunia. Itu berarti Candi Prambanan merupakan salah satu situs bersejarah yang dilindungi UNESCO. Candi Prambanan juga menjadi tempat wisata dan tempat berlangsungnya event-event besar.

Kompleks Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan
Sejarah Candi Prambanan

Kompleks Candi Prambanan memiliki keunikan tersendiri dari bangunan bersejarah lainnya. Kompleks Candi Prambanan tak cuma berisi satu candi saja melainkan banyak candi yang memiliki ukuran berbeda.

Kompleks Candi Prambanan memiliki 3 Candi Trimurti yang dipersembahkan untuk tiga dewa utama yakni Siwa, Wisnu dan Brahma. Lalu ada 3 Candi Wahana yang terdiri atas Candi Nandi, Garuda dan Angsa.

Kemudian, ada dua Candi Apit yang terletak di barisan Candi Trimurti dan Wahana. Lalu empat Candi Kelir yang terletak di empat penjuru mata angin. Empat Candi Patok di empat sudut halaman dalam dan 224 Candi perwara yang berada dalam susunan empat barisan konsentris.Sehingga total, Candi Prambanan memiliki 240 candi dalam kompleksnya.

1. Candi Siwa

Candi Siwa adalah candi utama yang memiliki bangunan terbesar sekaligus tertinggi.Pada Candi Siwa terdapat relief yang menceritakan kisah Ramayana. kisah relief tersebut terukir di dinding dalam pada pagar Langkan.

2. Candi Brahma dan Candi Wishnu

Dua candi berikutnya adalah candi yang dipersembahkan kepada Dewa Wishnu dan Dewa Brhama. Dalam candi tersebut terdapat Arca Dewa Brahma dan Dewa Wishnu yang diperkirakan memiliki ketinggian hampir tiga meter.

3. Candi Wahana

Di depan Candi Trimurti atau candi tiga dewa ada tiga Candi Wahana. Candi Wahana merupakan candi yang dibangun dengan berisikan para wahana tiga dewa. Seperti angsa milik Brahma, Garuda milik Wisnu dan lembu Nandi milik Siwa.

4. Candi Apit, Candi Kelir dan Candi Patok.

Diantara barisan candi-candi utama, terdapat candi apit yang berukuran sama dengan Candi Perwara. Selain Candi Apit ada 8 candi kecil berupa kuil kecil untuk menaruh sesajen. 8 kuil kecil itu terdiri atas empat Candi Kelir dan empat Candi Patok

5. Candi Perwara

Candi Perwara merupakan barisan candi pengawal atau pelengkap yang mengurung dua halaman dalam. Candi Perwara tersusun sesuai empat penjuru mata angin. Candi Perwara terdiri atas 224 candi yang berada dalam empat baris konsentris.

Bentuk Candi Perwara dirancang sama dan kecil-kecil mengelilingi candi utama dengan ukuran sekitar 6×6 meter dengan tinggi 14 meter. Terkait jumlahnya yang di posisikan dalam empat baris, banyak yang menghubungkannya dengan sistem empat kasta dalam agama Hindu yakni kasta brahmana ksatria dan sudra.

Relief Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan
Sejarah Candi Prambanan

Perihal relief, Candi Prambanan memiliki relief naratif yang kental dengan karya sastra Hindu, Ramayana dan Krishnayana. Untuk dapat membaca relief ini sebaiknya dari kiri ke kanan searah jarum jam mengitari candi. Aturan itu sesuai dengan ritual pradaksina atau ritual mengelilingi bangunan bagi para peziarah.

Relief Ramyanan dan Krishyana ini menceritakan bagaimana kisah Shinta istri dari Rama yang diculik oleh Rahwana. Kemudian diteruskan dengan bagaimana Hanuman datang ke Alengka membantu Rama hingga akhirnya bisa membawa kembali Shinta pulang.

Selain relief Ramayana dan Krsihnayanan ada pula relief Lokapala, Brahmana dan Dewata. Relief ini terpasang di atas tembok tubuh candi. Relief ini menggambarkan para dewata, resi brahamana dan arca dewa-dewa lokalapa.

Dewa lokalapa adalah dewa surgawi penjaga penjuru mata angin yang bisa anda lihat di Candi Siwa. Sedangkan arca para brahmana ada di Candi Brahma dan arca dewata yang diapit dua bidadari kayangan bisa dengan mudah ditemui di Candi Wishnu.

Sementara itu, di dinding luar candi dihiasi oleh barisan ceruk yang menyimpan arca singa yang diapit oleh dua panil yang menggambarkan kalpataru atau pohon hayat. Pohon kalpataru adalah pohon yang dianggap dapat memenuhi harapan dan kebutuhan manusia dalam kepercayaan Hindu-Buddha.

Candi Lain di Sekitar Prambanan

Sejarah Candi Prambanan
Sejarah Candi Prambanan

Kawasan wisata Candi Prambanan tak hanya memiliki satu candi. Ada banyak candi di sekitar Prambanan yang masuk dalam kawasannya yang luas. Untuk bisa menuju candi-candi tersebut, pengunjung biasanya menaiki sepeda, kereta kelinci hingga berjalan kaki.

Pasalnya jarak satu candi dengan candi lainnya tak begitu jauh.Selain candi yang satu kawasan, di sekitar Prambanan, di luar kawasannya juga ada candi dan situs bersejarah lainnya Berikut beberapa candi yang ada di sekitar wisata Candi Prambanan.

1. Candi Sewu

Candi Sewu terletak di dalam kompleks wisata Candi Prambanan. Letak Candi Sewu ini berada di belakang agak jauh dari Candi Prambanan sendiri. Biasanya wisatawan memakai sepeda juga kereta kelinci mengunjungi candi ini.

Namun, bagi wisatawan yang berjalan kaki di dalam kompleks wisata Candi Prambanan terkadang melewatkan candi sewu yang indah ini. Karena letaknya yang agak jauh dan dekat dengan pintu belakang.

2. Candi Lumbung

Candi Lumbung merupakan kompleks percandian Buddha yang uniknya berada satu kawasan dengan Wisata Candi Prambanan. Dengan masuk wisata Candi Prambanan, kamu bisa melihat Candi Lumbung yang berada agak jauh di belakangnya.

3. Candi Bubrah

Selain Candi Lumbung, Candi Bubrah juga ada di dalam kompleks Candi Prambanan. Candi itu dinamakan Bubrah karena kondisinya yang sudah rusak. Candi Bubrah diperkirakan di bangun pada abad ke-9 Masehi tak beda jauh dari Candi Prambanan.

4. Situs Ratu Boko atau Candi Boko

Jika anda mengunjungi Candi Prambanan, di loket akan ada penawaran untuk berwisata sekaligus ke Situs Ratu Baka. Jarak Situs Ratu Baka dan Prambanan memang cukup dekat. Situs Ratu Boko ini diperkirakan digunakan pada masa Kerajaan Medang atau Mataram Hindu sekitar abad ke-8. Candi Ratu Boko ini paling indah dilihat saat matahari akan terbenam.

Legenda Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan
Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan dikenal sangat kental dengan legenda kisah cinta Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Legenda tersebut menceritakan kisah cinta tak sampai akibat kegagalan memenuhi syarat yang mustahil.

Semua berawal saat dahulu kala ada sebuah kerajaan bernama Prambanan yang rakyatnya hidup tentram, Namun, suatu hari kerajaan Prambanan diserang oleh negeri Pengging. Ketentramannya pun terganggu.

Kerajaan Pengging ternyata memiliki seorang pangeran yang sakti mandraguna bernama Bandung Bondowoso. Saking saktinya Bandung Bondowoso bahkan memiliki pasukan dari jenis jin menyerang Prambanan.

Prambanan yang tak punya persiapan apapun akhirnya kalang kabut dan tak berhasil menyelamatkan wilayahnya. Raja Baka yang turun berperang secara langsung memimpin pasukanĀ  Prambanan pun tewas dalam perang tersebut.

Usai perang berakhir, Bandung Bondowoso menempati istana Prambanan. Singkat cerita, Bandung Bondowoso kemudian jatuh cinta pada putri negeri Prambanan, Roro Jonggrang karena kecantikannya. Bandung Bondowoso pun meminang Roro Jonggrang sebagai istrinya.

Namun, pernyataan Bandung Bondowoso itu justru membuat Roro Jonggrang bimbang karena dipinang oleh orang yang membunuh sang ayah saat peperangan. Roro Jonggrang pun mendapatkan ide agar Bandung Bondowoso gagal menikahinya.

Roro Jonggrang akhirnya mengajukan sebuah syarat berat pada Bandung Bondowoso. Ia meminta dibangunkan seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam. Bandung Bondowoso yang mendengar syarat itu pun menyanggupinya. Ia merasa percaya diri karena memiliki bala tentara jin.

Pada malam hari, Bandung Bondowoso pun mengumpulkan bala tentaranya dan memerintahkan mereka untuk membuat permintaan Roro Jonggrang. Bala tentara itu melakukan pekerjaan dengan sangat cepat. Mengetahui hal itu, Roro Jonggrang pun panik dan mencari ide lain untuk menggagalkan Bandung Bondowoso.

Roro Jonggrang akhirnya membuat tipuan curang dengan membuat seolah-olah suasana telah pagi hari. Ia mengumpulkan para dayang agar membakar jerami dan membunyikan lesung dan menaburkan bunga agar berbau wangi.

Bau wangi dari bunga itulah yang kemudian membuat ayam berkokok dan semakin meyakinkan suasana telah pagi. Langit yang terlihat kemerahan akibat bakaran jerami bunyi lesung dan ayam berkokok pun membuat bala tentara Bandung Bondowoso pergi karena menyangka telah pagi.

Melihat kepergian bala tentaranya Bandung Bondowoso pun marah. Namun, Bandung Bondowoso tak lagi didengar dan bala tentaranya tetap pergi. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat Roro Jonggrang.

Melihat hal tersebut, Roro Jonggrang pun bahagia dan mengatakan jika Bandung Bondowoso gagal memenuhi syaratnya. Mendengar ucapan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso semakin marah karena merasa dicurangi. Ia pun mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca yang ke seribu dan menyempurnakan candi seribu. Dengan kesaktiannya kutukan Bandung Bondowoso itu pun terjadi.

Mitos Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan
Sejarah Candi Prambanan

Sama seperti situs bersejarah lainnya Candi Prambanan juga menyimpan berbagai mitos yang kental. Uniknya, mitos di Candi Prambanan salah satunya berkaitan dengan kepercayaan perihal asmara pengunjung yang datang berkunjung.

Sudah jadi rahasia umum, jika Candi Prambanan terkenal dengan mitos hubungan cinta Bandung Bondowoso yang kandas. Maka dari itu, ada mitos barang siapapun pasangan kekasih yang bersama-sama memasuki ruangan Roro Jonggrang di Candi Prambanan dipercaya akan putus dalam kurun waktu beberapa hari.

Selain mitos perihal putusnya pasangan kekasih, Candi Prambanan juga menyimpan mitos cahaya arca Dewi Durga. Kabarnya jika da cahaya misterius yang muncul dari arca Dewi Durga akan mendekatkan jodoh bagi mereka yang masih single dan terkena pancaran cahaya tersebut.

Tak cuma mitos perihal hubungan asmara, para pengunjung disarankan bersikap sopan di Candi Prambanan. Konon jika tak bersikapĀ tak sopan seperti membuang sampah sembarangan, maka akan ada kejadian aneh yang cukup menyeramkan seperti kesurupan.

Dengan mengetahui sejarah Candi Prambanan, anda akan bisa menambah pengetahuan perihal situs-situs bersejarah di Indonesia. Selain itu, jika ingin berlibur ke Candi Prambanan, anda sudah tahu dari mana anda harus mulai mengeksplorasi kompleks Candi Prambanan.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Sejarah Candi Prambanan

Leave a Comment