REVOLUSI INDUSTRI : Pengertian, Latar Belakang, Sejarah, Dampak

Revolusi Industri – Negara-negara yang sudah maju memang tidak dapat dipisahkan dari bidang perindustriannya. Sektor inilah yang menjadi tonggak negara-negara maju untuk dapat memajukan perekonomian rakyat mereka. Saat ini memahami mengenai apa itu revolusi industri merupakan hal yang sangat penting.

Generasi mudah harus segera diberikan pemahaman dan juga bekal ketrampilan untuk dapat bertahan hidup di masa depan. Suatu saat teknologi akan menjadi sangat canggih, sehingga tidak lagi aka nada perdagangan yang dibatasi oleh masalah bahasa. Jadi berbagai informasi yang perlu dipahami akan dibahas sebagai berikut.

Pengertian Revolusi Industri

Revolusi Industri

Revolusi Industri

Revolusi industri merupakan perubahan mengenai bidang sosial dan juga kebudayaan yang berlangsung secara drastis dan biasanya menyangkut berbagai

Revolusi industri dimulai pada tahun 1750 di berbagai belahan dunia dan hal ini terjadi hampir di segala macam sektor yang ada. Negara yang memulai pertama kali adalah Britania. Selanjutnya, revolusi industri mulai berkembang di berbagai belahan dunia lainnya, seperti Eropa Barat, Amerika Utara, dan juga Jepang.

Hanya saja, sekarang memang perdagangan dikuasai oleh kaum China. Dengan adanya revolusi industri ini, ada banyak sekali peningkatan taraf perekonomian penduduk. Peningkatan dalam hal perekonomian ini terjadi dengan sangat drastis dan belum pernah terjadi di era sebelumnya.

Peningkatan dalam bidang ekonomi ini berpengaruh terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan juga mempersempit kesenjangan sosial.

Latar Belakang Revolusi Industri di Inggris

Revolusi Industri

Revolusi Industri

Pencetus dari revolusi industri adalah negara Britania Raya atau Inggris. Negara tersebut memberlakukan sistem ini disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa faktor tersebut yaitu.

  • Britania Raya dapat segera memberlakukan revolusi industri berkat kondisi politik yang sangat stabil. Selain itu, terjadi Revolusi Agung di tahun 1688 yang berlaku terhadap raja Inggris. Raja diharuskan untuk mematuhi Bill of Right yang mana berisikan undang-undang mengenai penarikan pajak harus melalui persetujuan dari parlemen.
  • Hal lain yang mendukung Inggris untuk dapat melaksanakan revolusi industri yakni adanya bahan tambang dalam jumlah berlimpah. Hasi ltambang yang dimiliki oleh Inggris yaitu batu bara, besi, timah, dan juga kaolin. Kemudian, pada bidang pertekstilan Inggris juga termasuk kedalam negara penghasil wol.
  • Inggris juga sangat maju dalam bidang pelayaran dan juga perniagaan. Maka dari itu, negara ini mampu memiliki modal dalam jumlah yang besar.
  • Penemu di Inggris sangat dilindungi dan dihargai, sehingga mereka mendapatkan perlindungan dari pihak pemerintah dengan mendapatkan paten. Selain itu, para penemu tersebut menunjang perkembangan teknologi yang semakin menunjang hasil produksi dan juga pekerjaan manusia. Contohnya adalah mesin uap.

Sejarah Revolusi Industri

Revolusi Industri

Revolusi Industri

Setelah Inggris mengembangkan revolusi industri, negara Eropa juga turut melakukan hal yang sama. Eropa mengajukan sistem revolusi industri dengan komoditi utama yaitu kerajinan tangan dan juga bidang lainnya.

Dalam memajukan revolusi industri ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh Eropa, seperti sistem domestik, manufaktur, dan sistem pabrik. Dengan menerapkan sistem revolusi industri secara berkelanjutan, Eropa hingga saat ini memiliki taraf hidup rakyat yang makmur. Pendapatan per kapita rakyat Eropa juga termasuk tinggi.

1. Domestik

Tahapan domestik merupakan tahapan paling utama yang dilakukan di Eropa. Pada tahapan ini seluruh rakyat di Eropa berkompetisi untuk menghasilkan kerajinan tangan dengan teknologi masing-masing yang dimiliki.

Setelah selesai membuat kerajinan tangan, hasilnya akan disetor kepada pengusaha. Para pengusaha tersebut memiliki modal yang banyak dan akan membayarkan upah dari hasil kerajinan tangan yang disetor.

Semakin bagus hasil kerajinan tangan yang dihasilkan, tentu saja akan mendapatkan upah yang semakin tinggi. Dengan penerapan sistem ini, pengusaha tidak perlu menyediakan tempat untuk membuat kerajinan tangan itu dan hanya tinggal menjual ke berbagai konsumen lainnya serta membayar upah para pengrajin.

2. Manufaktur

Setelah tahapan domestik maju pesat, maka tahapan yang berikutnya yaitu tahapan manufaktur. Para pengusaha merasa perlu untuk dapat mengawasi mutu dan jug acara kerja para pengrajin. Oleh sebab itu, para pengusaha di Eropa membangun manufaktur yang mana merupakan tempat khusus untuk dapat mengawasi para pengrajin.

Tempat khusus ini biasanya terletak di bagian belakang dari rumah pengusaha. Berkat cara ini, hubungan antara pengusaha dengan pengrajin menjadi semakin dekat. Hanya saja sistem ini tetap belum dapat menampung pengrajin dalam jumlah yang banyak.

Bahkan pada saat menangani jumlah pesanan yang sangat banyak, pengrajin belum mampu menyelesaikan jumlah pesanan yang sangat banyak itu. Maka dari itu, konsumen yang hendak membeli dalam jumlah banyak diharuskan untuk menunggu dalam waktu yang lebih lama.

3. Sistem Pabrik

Berkat kegigihan para pengrajin dan juga pengusaha di Eropa, tingkat perekonomian di negara tersebut dapat berkembang dengan semakin pesat. Tentu saja, hal ini membuat perkembangan revolusi industri juga menjadi semakin pesat.

Pada akhirnya, para pengusaha dapat mengembangkan sistem perdagangan dan juga penyediaan tempat bekerja yang lebih luas. Akhirnya dibangun sebuah pabrik yang dilengkapi dengan berbagai mesin canggih yang dapat mempercepat proses pembuatan barang produksi.

Pabrik ini biasanya didirikan khusus di kawasan perindustrian. Sedangkan pegawai dan juga pemilik pabrik biasanya tinggal di tempat lainnya. Di kawasan perindustrian Eropa juga terdapat banyak sekali toko untuk memasarkan barang produksi berbagai pabrik.

Sistem revolusi industri pada tahapan pabrik ini sudah dapat menampung karyawan dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan pada masa itu, sudah terdapat pabrik yang mampu menampung puluhan sampai dengan ratusan karyawan.

Berbagai Penemuan Teknologi Menunjang Revolusi Industri

Revolusi Industri

Revolusi Industri

Perindustrian memang tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Di masa yang akan datang, pabrik akan semakin membutuhkan peralatan dan juga teknologi yang semakin canggih untuk dapat terus memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.

Dengan berkembangnya teknologi, maka manusia akan dapat menghemat tenaga, biaya, dan juga waktu. Hal ini seperti istilah bahwa “waktu adalah uang”. Beberapa penemuan masa lalu yang penting peranannya dalam revolusi industri dapat dilihat berikut ini.

1. Kumparan Terbang

Penemu dari kumparan terbang ini adalah John Kay dan ditemukan pada tahun 1733. Penemu yang satu membuat alat yang dapat memintal dengan sangat cepat. Tentu saja dalam bidang pertekstilan, hal ini merupakan kemajuan teknologi yang sangat berarti.

2. Mesin Pemintal Benang

Mesin pemintal benang yang lainnya diciptakan oleh James Hargreves pada tahun 1767 dan dikembangkan oleh Richard Arkwright pada tahun 1769. Mesin yang diciptakan ini dapat menghasilkan benang dengan jumlah yang jauh berlipat ganda dibandingkan dengan penemuan sebelumnya.

3. Mesin Tenun

Edmund Cartwright merupakan ilmuwan yang melakukan pengembangan desain terhadap kumparan terbang buatan John Kay. Akhirnya ilmuwan ini mampu mengembangkan mesin tenun yang spektakuler dan menghasilkan produk dalam jumlah yang lebih banyak. Penemuan mesin ini terjaid pada tahun 1785.

4. Alat Pemisah Biji Kapas dengan Serabutnya

Pada tahun 1794, ada penemu yang mampu mendesain alat otomatis pemisah biji kapas terhadap serabutnya. Alat ini dirancang oleh penemu yang bernama Whitney. Bahkan alat ini juga dapat memisahkan kapas dari serabutnya dengan kapasitas yang cukup besar.

5. Mesin Uap

Mesin yang satu ini pasti sudah banyak dari Anda yang mengetahuinya. Mesin yang satu ini diciptakan oleh James Watt pada tahun 1769. Kemudian, berdasarkan hasil ciptaan ini ada banyak ilmuwan lainnya yang terinspirasi untuk menciptakan lokomotif yaitu Richard Trevethiek.

Jadi dapat dikatakan bahwa James Watt memiliki jasa yang sangat besar dalam perancangan kereta. Beberapa penemu berikutnya hanya tinggal memodifikasi dari desain yang sudah diciptakan oleh James Watt dan juga Richard Trevethiek.

Berkat jasa James Watt, pada masa itu ada banyak sekali produk hasil pabrik yang dapat diangkut untuk didistribusikan ke berbagai kawasan untuk dijual. Berkat jasa beliau juga, akhirnya revolusi industri dapat berkembang secara pesat. Akhirnya James Watt mendapatkan julukan sebagai Bapak Revolusi I.

Dampak Revolusi Industri

Revolusi Industri

Revolusi Industri

Revolusi industri ini memiliki dampak yang sangat luas dan mencakup ke berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, dan politik. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa revolusi industri juga memiliki dampak negative. Jadi dampak yang diberikan tidak hanya berupa dampak positif saja.

Dampak ini terasa tidak hanya di Inggris dan Eropa saja. Pada akhirnya setiap negara yang menerapkan sistem ini akan mengalami hal yang sama. Beberapa dampak positif dan juga negatif dapat disimak berikut ini.

1. Bidang Ekonomi

Tak dapat dipungkiri bila dengan melimpahnya suatu barang, maka harga dari barang tersebut akan berubah menjadi murah. Hal inilah yang juga dirasakan dengan barang produksi hasil pabrik yang sudah dilakukan dengan mesin otomatis yang dapat menghasilkan barang dalam waktu yang lebih cepat.

Dampak berikutnya yang terjadi adalah ada banyak sekali pengusaha kecil yang bangkrut. Mesin yang digunakan oleh pabrik dapat memproduksi barang dengan sangat cepat, oleh sebab itu kuantitas yang dihasilkan sudah pasti lebih banyak dibandingkan dengan barang yang dibuat secara tradisional.

Akibatnya, pengusaha yang masih menerapkan sistem produksi secara manual atau tradisional, terancam bangkrut. Kemudian, untuk menanggulangi hal ini, akhirnya diterapkan harga yang lebih mahal untuk barang-barang kerajinan tangan.

Barang-barang kerajinan tangan ini biasanya memiliki desain yang berbeda-beda dan juga unik yang pada masa itu tidak dapat dibuat dengan menggunakan mesin. Perkembangan lainnya dalam bidang perekonomian yaitu majunya perdagangan nasional dan internasional. Perkembangan ini tentu saja didukung oleh perkembangan teknologi juga dalam berbagai bidang.

2. Bidang Sosial

Sistem revolusi industri kebanyakan terjadi di daerah perkotaan. Maka dari itu, hal tersebut memancing masyarakat yang berada di desa untuk melakukan urbanisasi ke kota. Hanya saja urbanisasi secara besar-besaran yang dilakukan petani di desa akan menyebabkan kemerosotan dalam bidang pertanian.

Jumlah urbanisasi ke kota menjadi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut berdampak pada melimpahnya jumlah tenaga kerja di area perkotaan. Jumlah tenaga kerja yang terlalu melimpah ini menyebabkan penurunan terhadap upah tenaga kerja.

Padahal, kebanyakan pabrik sudah menerapkan sistem produksi otomatis dengan menggunakan mesin. Penurunan upah tenaga kerja ini juga berdampak pada penurunan jaminan sosial, sehingga sebagian tenaga kerja memiliki kesejahteraan yang rendah.

Penurunan upah juga berdampak pada meningkatnya kesenjangan sosial antara pengusaha dengan para pegawai. Kemudian, para pengusaha tersebut hidup dalam kemewahan. Sedangkan para pegawai hidup dalam penderitaan. Akhirnya muncul berbagai macam kebencian terhadap kaum kapitalis.

Demi mengatasi hal tersebut muncul beberapa undang-undang yang mengatur mengenai ketenagakerjaan. Undang-undang yang pertama kali muncul yaitu Reform Bill yang mana mencantumkan bahwa kaum buruh memiliki hak-hak perwakilan dalam parlemen.

3. Bidang Politik

Revolusi industri juga mengakibatkan perubahan dalam bidang politik. Bahkan ada banyak sekali muncul gerakan-gerakan baru yang sebelumnya tidak pernah ada. Beberapa gerakan tersebut yaitu sosialis, partai politik, dan imperialisme modern.

Indonesia Melakukan Revolusi Industri

Revolusi Industri

Revolusi Industri

Negara Indonesia juga tidak ketinggalan dalam rangka memajukan kesejahteraan rakyatnya dengan menggalakkan sistem revolusi industri. Hingga saat ini, negara ini sudah mengalami empat tahapan dalam mengembangkan revolusi industri.

Revolusi industri pertama yang ada di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-18. Indonesia setelah merdeka juga sangat perhatian terhadap perkembangan teknologi yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya. Adanya penemuan alat tenun yang terjadi pada tahun 1784 juga turut memicu negara ini untuk melakukan revolusi industri dalam bidang pertekstilan.

Indonesia juga menggunakan mesin uap untuk mempermudah dalam hal pengangkutan hasil produksi dan menggantikan tenaga manusia dan juga hewan dalam menyalurkan hasil produksi. Akibatnya, semakin banyak orang yang menganggur. Hanya saja proses produksi jadi meningkat secara drastis.

Revolusi yang kedua terjadi pada awal abad ke-20. Pada masa itu diperkenalkan metode baru untuk melakukan proses produksi secara massal. Caranya adalah dengan melakukan pembagian kerja. Produksi yang paling utama adalah rumah potong hewan yang berada di Cincinati pada tahun 1870.

Kemudian, pada awal tahun 1970, pemerintah menggalakkan sistem revolusi industri di Indonesia jilid 3. Pembukaan sistem revolusi jilid 3 ditandai dengan penggunaan berbagai macam elektronik dan juga teknologi yang berkaitan dengan komputerisasi untuk mengoptimalkan hasil produksi.

Jadi ada banyak sekali pengendalian sistem teknologi dengan menggunakan berbagai macam program. Pengontrolan logika secara program yang pertama yaitu dengan menggunakan modem yang disebut PLC. Penerapan teknologi ini membuat mesin yang biasanya dikendalikan dengan menggunakan manusia, tidak lagi membutuhkan bantuan operator.

Dampaknya adalah pengangguran menjadi semakin meningkat. Hanya saja biaya produksi menjadi semakin murah, karena tidak perlu lagi membayar upah kepada tenaga kerja. Selesai dengan pembahasan revolusi industri jilid 3 yang sudah berlalu, saat ini seluruh rakyat Indonesia sedang menghadapi revolusi industri jilid 4.

Untung saja pada revolusi industri jilid 4 ada banyak sekali lapangan kerja baru yang dibuka. Revolusi industri jilid ini ditandai dengan digunakannya sistem cyber-physical. Sistem ini berkaitan dengan dunia virtual yang berupa konektivitas antara manusia, mesin, dan juga data.

Revolusi Industri jilid 4 ini diharapkan mampu mengurangi jumlah pengangguran, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan juga mempertipis jarak kesenjangan sosial. Selain dari teknologi tersebut, ada banyak sekali teknologi lainnya yang juga mengalami pembaharuan.

Tindakan Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi Revolusi Industri

Revolusi Industri

Revolusi Industri

Tindakan yang paling utama dan harus dilakukan demi menghadapi kompetisi di revolusi imdustri adalah dengan semakin menggencarkan peningkatan sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Sumber daya manusia tersebut meliputi semua rakyat melalui jalur pendidikan yang memadai.

Selain itu, perlu ada banyak sekali inovasi dan juga riset untuk mengembangkan teknologi yang ada di Indonesia. Sedangkan di sisi lain, pemerintah juga diharuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualtas. Pembangunan infrastruktur yang baik dapat berdampak secara langsung pada peningkayan perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia.

Untuk menanggulangi hal tersebut, pemerintah menganggarkan dana dalam bidang pendidikan pada tahun 2018 sebesar Rp 444,13 triliun. Pemerintah juga sudah sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan, terutama di era digitalisasi saat ini.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Revolusi Industri

Leave a Reply