Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Pelanggaran HAM – Manusia merupakan makhluk yang bisa berpikir dan juga memiliki hati nurani. Sebagai manusia, tentu saja kedua hal ini harus selalu dijalankan untuk tercipta pembangunan negara yang memenuhi aspek kemanusiaan.

Jika hanya akal pikiran saja, maka akan lahir budaya dimana yang kuat akan menindas yang lemah. Hal ini sudah sering terjadi di dunia dan terkadang tindak kejahatan tersebut sampai tergolong kedalam kategori pelanggaran HAM berat. Segala macam mengenai definisi dan berbagai informasi seputar pelanggaran HAM dapat disimak sebagai berikut.

Pengertian Hak Asasi Manusia

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Setiap manusia yang lahir kedunia ini harus mampu untuk mempelajari apa itu hak asasi manusia dan selalu mengamalkannya. Hak asasi manusia merupakan nilai moral maupun norma-norma yang berkaitan dengan perilkau manusia dan juga perlindungan hukum baik secara nasional dan internasional.

Pada umumnya, Hak ini bersifat mutlak dan juga berlaku di seluruh dunia dengan tidak membedakan SARA. Hak ini juga bersifat mengikat kepada setiap manusia untuk saling menghargai dan menghormati hak asasi manusia lainnya.

Tidak boleh ada pelanggaran terhadap HAM ini yang boleh dibiarkan terjadi. Apabila melanggar HAM, orang atau sekelompok orang yang melakukan hal tersebut harus ditindak secara hukum. Pelanggaran tersebut dapat berdampak pada pencekalan dengan dipenjara, disiksa, dan juga dieksekusi.

Cara Pencegahan HAM

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Pelanggaran terhadap HAM dapat terjadi dimana saja. Bahkan dalam lingkup keluarga juga dapat mengalami hal ini. Setelah itu, kasus berikutnya juga kerap terjadi di lingkungan sekolah. Hanya saja dampak yang akan paling terasa adalah saat pelanggaran HAM tersebut terjadi dalam lingkup masyarakat baik regional, nasional, maupun internasional.

Maka dari itu, pendidikan mengenai moral akan kemanusiaan sangat perlu dilakukan sejak dini oleh para orang tua. Mendidik moral harus dilakukan sejak dini dan dalam jangka waktu yang lama, sehingga jiwa kemanusiaan akan tertanam dengan kuat dan menjadi watak.

Pelanggaran HAM di Lingkup Keluarga

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Mencari nafkah, membimbing, dan mendidik seluruh anggota keluarga adalah tugas seorang ayah. Tugas seorang ibu yang utama adalah mendidik anak. Apabila seorang ibu juga turut bekerja, maka itu hanyalah bersifat menolong sang ayah saja.

Hal yang perlu untuk ditekankan berikutnya adalah tugas seorang anak hanya belajar saja dan membantu menolong pekerjaan rumah saja. Anak di bawah umur tidak diperbolehkan untuk bekerja dengan cara dipaksa.

Pemaksaan merupakan bentuk dari eksploitasi anak. Hal ini termasuk kedalam pelanggaran HAM dalam lingkup keluarga yang harus dihindari. Salah satu cara untuk menanggulangi hal ini yaitu dengan memberikan pengarahan dan juga pemahaman kepada orang tua akan pentingnya melindungi HAM dari anak masing-masing. Hal ini dapat dilakukan oleh pihak ketiga.

Pelanggaran dalam lingkup keluarga lainnya yang harus dihindari adalah pelarangan sang anak untuk menuntut ilmu dan membekali diri dengan berbagai keterampilan melalui jenjang pendidikan. Ilmu-pengethauan dan juga keterampilan sangat penting bagi kehidupan sang anak di masa depan.

Pendidikan juga akan mempengaruhi pola pikir, ketahanan mental, dan juga ekonomi sang anak di masa depan. Maka dari itu, pemberitahuan wajib belajar 12 tahun perlu semakin digencarkan, agar seluruh orangtua dapat memahami hal ini.

Pemberian pemahaman tersebut harus dilakukan oleh pihak ketiga. Sedangkan tindakan lainnya yang termasuk dalam pelanggarang HAM adalah kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan ini bisa saja dilakukan oleh ayah maupun ibu.

Kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi di sebabkan oleh faktor ekonomi, emosi, dan juga sifat egois. Untuk menghindari terjadinya hal ini, maka keimanan seseorang sebelum dan sesudah menikah harus terus dikembangkan. Bahkan sebelum menikah juga harus menanamkan pikiran pentingnya budaya saling toleransi, karena setelah menikah kedua belah pihak harus dapat saling meruntuhkan ego.

Pelanggaran yang paling berat terjadi adalah adanya oknumm yang membunuh anggota keluarga lainnya. Hal ini dapat terjadi, karena adanya dendam, kurangnya keharmonisan, dan juga kurangnya keimanan seseorang.

Apabila sudah sampai ke taraf yang satu ini, maka pelakunya harus diberi sanksi secara hukum, baik penjara maupun hukuman mati. Tindakan penting yang harus dilakukan sejak dini sebagai orangtua yaitu meruntuhkan ego dan juga pendidikan moral kepada anak sejak dini.

Pelanggaran HAM di Lingkup Sekolah

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Saat orangtua sudah dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang baik dan penuh dengan pendidikan moral, maka hal lain yang perlu untuk dibekali kepada anak adalah jangan sampai melakukan bully dan juga di-bully teman.

Bully merupakan bentuk pelanggaran HAM yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Kasus ini banyak terjadi akibat adanya senioritas dan juga merasa lebih hebat dan kuat dari siswa atau siswi yang dianggap lebih lemah.

Cara penanggulangan lainnya yang dapat dilakukan adalah penanganan dari pihak guru. Saat melihat bully, semua guru harus segera memberikan sanksi terhadap orang yang melakukan bully. Kemudian, saat kasus kekerasan terjadi akibat ulah guru, maka yang pertama kali harus turun tangan adalah kepala sekolah.

Setelah itu, orangtua dari siswa atau siswi korban bully perlu untuk menangani hal ini dengan serius. Kemudian, bila kasus seperti itu terjadi harus segera disosialisasikan dan dirapatkan, agar hal tersebut tidak pernah terjadi kembali.

Kasus pelanggaran HAM yang sering terjadi di lingkungan sekolah yang lainnya yaitu kasus tawuran. Perlu disadari bahwa pendidikan moral harus diperhatikan sekali sejak dini. Mendidik pelajar atau anak yang sudah remaja akan menjadi sangat susah dilakukan.

Pendidikan moral dalam mengontrol emosi juga perlu untuk dilakukan, agar pada saat marah tidak mudah terprovokasi dan ikut-ikutan dalam aksi tawuran. Pada masa remaja, anak sedang dalam masa pencarian jati diri. Walaupun anak akan menjadi susah untuk dinasihati, Anda sebagai orangtua tetap perlu menasihati dengan perkataan yang lembut dan arahkan ke hal-hal yang berkaitan dengan prestasi.

Kasus pelanggaran HAM berikutnya yang sering terjadi yaitu kasus korupsi uang beasiswa oleh guru. Beasiswa biasanya banyak ditujukan bagi siswa dengan faktor ekonomi keluarga yang kurang baik. Uang ini merupakan satu-satunya harapan yang dapat digunakan siswa-siswa tersebut untuk dapat menyelesaikan jenjang pendidikan.

Bagi guru yang melakukan tindak kejahatan ini, perlu untuk dipecat saja atau bahkan dipenjara. Bila ingin mendapatkan uang tambahan akibat kebutuhan keluarga, guru tersebut bisa saja mencari kerja sambilan lainnya dengan cara yang halal.

Setelah dipecat, kepala sekolah perlu untuk mengadakan rapat untuk menjadi hal ini sebagai terapi shock, sehingga tidak aka nada lagi guru yang melakukan tindakan keji tersebut. Bila diamati, maka kepala sekolah memiliki andil yang cukup besar dalam mengentaskan kasus pelanggaran HAM di sekolah yang paling besar.

Maka dari itu, dalam memilih kepala sekolah harus sangat berhati-hati dan terdapat banyak sekali pertimbangan dan tidak hanya selalu berkutat pada tingkat pendidikan yang dimiliki oleh calon kepala sekolah tersebut. Pendidikan moral juga harus diutamakan, agar kedepannya sekolah menjadi tempat yang aman bagi siswa, guru, maupun orangtua.

Pelanggaran HAM di Lingkup Masyarakat

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Saat lingkungan keluarga dan sekolah sudah mendukung, maka akan lahir generasi muda yang memegang keseimbangan antara ilmu-pengetahuan dan juga moral dengan teguh. Keseimbangan antara keduanya sangat perlu untuk dijaga, agar tercipta perlindungan HAM yang baik dalam lingkup keluarga dan sekolah.

1. Tawuran Antar Warga

Kasus yang harus diselesaikan berikutnya yaitu dalam lingkup masyarakat. Dalam lingkup ini juga masih sering terjadi kasus pelanggaran HAM. Contoh yang paling menonjol adalah tawuran antar desa, RT, maupun RW.

Hal tersebut dapat terjadi saat para warga mudah emosi. Apabila para warga disibukkan dengan kegiatan keagamaan yang kuat dan juga wejangan moral yang gencar, maka hal tersebut tidak akan terjadi. Bila kasus ini sudah terjadi, maka harus sampai ke tingkat kepolisian untuk dapat memberikan solusi.

Pembelajaran moral sangat perlu untuk dilakukan, agar seluruh warga tidak mudah diadu domba dan juga emosi. Ingat bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar saja dan kematian itu adalah hal yang pasti. Dengan tawuran para warga yang melakukannya dapat saja mempercepat proses kematian ini.

Padahal manusia tidak perlu tawuran, suatu saat juga akan menemui ajalnya. Justru kalau meninggal akibat tawuran itu termasuk meninggal konyol. Hal seperti ini tentu saja akan dinilai oleh Tuhan sebagai tindakan yang tidak baik.

2. Menghalangi Kebebasan Beribadah

Indonesia memiliki beragam suku, agama, ras, dan juga golongan. Membudayakan toleransi akan mnejadi hal yang sangat penting. Maka dari itu, menghalangi suatu masyarakat untuk beribadah dapat dikatakan sebagai tindakan pelanggaran HAM.

Bila ada orang yang melakukan tindakan seperti ini harus diperingatkan dengan keras. Bila pelaku semakin parah, maka tindakan tersebut dapat diperkarakan ke polisi. Namun, bila pelaku meminta maaf dan tidak pernah mengulangi lagi sebelum sampai ke polisi, maka maafkanlah.

3. Pencurian

Bangsa Indonesia termasuk kedalam bangsa yang konsumtif. Kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi para orangtua untuk mendidik anaknya menjadi generasi yang produktif dan bukan konsumtif. Dengan membudayakan perbuatan produktif, maka besarnya pendapatan akan menjadi lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran.

Selain dari pendidikan moral menjadi lebih produktif, pendidikan agama juga perlu untuk dipelajari lebih lanjut. Setiap agama selalu melarang pencurian yang mana mengambil hak yang menjadi hak dari orang lain. Pencurian juga dapat terjadi akibat tingginya kesenjangan sosial dan banyaknya pengangguran.

Ini menjadi tugas seluruh bangsa Indonesia untuk dapat mengentaskan kemiskinan. Dukung gerakan generasi muda yang menjadi pengusaha, karena berarti akan terbuka banyak lapangan kerja yang dapat mengurangi tingkat kriminalitas, termasuk pencurian.

4. Pemerkosaan

Pemerkosaan tergolong kedalam salah satu pelanggaran HAM. Pelanggaran yang satu ini bisa jadi akibat kurangnya iman dan kurang tegasnya hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku pemerkosaan. Terkadang pakaian model jaman sekarang untuk perempuan juga terlalu terbuka.

Hanya saja alasan yang terakhir tetap tidak dapat dijadikan alasan utama. Bila setiap pelaku pemerkosaan langsung dikebiri, maka hal ini akan menjadi terapi shock yang akan membuat orang lain enggan untuk melakukannya.

Mungkin ada juga orang yang berpikiran bahwa hukuman kebiri terlalu berlebihan. Bagaimana dengan korban yang sudah diperkosa. Apabila sampai mengandung anak, kasihan juga anak yang dikandungnya. Biasanya korban juga tidak mau mengurus anak dari hasil perkosaan.

Diperkosa saja sudah membuat korban trauma apalagi harus terus menerus melihattersebut. Akibat perbuatan keji ini akan ada dua korban sekaligus. Apalagi sang anak, kalau boleh memilih tentu saja ingin dilahirkan dengan kondisi orangtua yang normal.

Jarang sekali ada orang yang dipenjara dan benar-benar bertaubat setelah kembali bebas. Jika ada itu sangat jarang terjadi. Jadi lebih baik, pelaku pemerkosaan langsung dikebiri saja. Tidak perlu ada toleransi terhadap pelaku kejahatan untuk mencegah pelaku lainnya juga beraksi.

Pelanggaram HAM Skala Nasional

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM juga pernah tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia. Pelanggaran HAM tersebut dijadikan pelajaran, agar generasi berikutnya tidak mengulangi lagi. Ada beberapa kasus pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia. Beberapa kasus tersebut dapat disimak sebagai berikut.

1. Kasus Pelanggaran HAM di Tanjung Priok

Pada tahun 1984 silam, di Jakarta Utara pernah terjadi kasus kerusuhan terhadap para demonstrasi. Kerusuhan tersebut melibatkan para warga, kepolisian, dan TNI. Ada banyak warga yang tewas dan juga mengalami luka.

Akibat kerusuhan tersebut, beberapa oknum polisi dan TNI diadili dengan dakwaan pelanggaran HAM. Kasus tersebut terjadi pada saat masa Orde Baru.

2. Kasus Pelanggaran HAM Marsinah

Marsinah merupaka seorang pegawai yang bekerja di PT. Catur Putra Surya (CPS) yang terletak di Jawa Timur. Pada saat itu, Marsinah beserta dengan temna-temannya melakukan demo unjuk rasa yang menuntut kenaikan upah.

Kasus tersebut terjadi pada tahun 1993. Keadaan demo tersebut semakin memanas, sehingga suatu saat Marsinah hilang dan tidak diketahui oleh teman-temannya. Saat ditemukan, Marsinah sudah tidak bernyawa dan jenazahnya ditemukan di hutan Dusun Jegong.

Pada jenazahnya, terdapat berbagai macam luka bekas penyiksaan. Kemudian, jenazahnya dilakukan proses otopsi. Ternyata, beliau memang mendapatkan kasus penyiksaan dan penganiayaan yang berat dan meninggal akibat luka berat.

3. Kasus Peristiwa Aceh 1990

Pada tahun 1990 silam, sekelompok oknum menginginkan Aceh untuk merdeka atau memisahkan diri dari Indonesia. Kasus tersebut ditenggarai akibat adanya unsur politik. Pada kerusuhan tersebut terjadi banyak korban, baik dari pihak apparat maupun para warga sipil yang tidak berdosa.

Pelaggaran HAM Skala Internasional

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM berat juga pernah terjadi di dunia belahan lain, selain Indonesia. Sedihnya lagi masih saja ada kasus pelanggaran HAM berat yang masih berlangsung hingga hari ini. Sebagai generasi muda, Anda harus turut peduli mengenai berita seperti ini.
Kejadian seperti itu, harus dijadikan pelajaran untuk selalu membuat Indonesia menjadi negara yang aman dan tentram jauh dari kasus pelanggaran HAM. Beberapa kasus dari pelanggaran HAM skala Internasional dapat disimak sebagai berikut.

1. Pelanggaran Israel dan Palestina

Kasus yang satu ini masih berlangsung sampai hari ini. Pada awalnya, Israel melakukan pengungsian kearah Palestina. Negara Palestina mau saja membantu dan menerima para pengungsi Israel. Maka dari itu, jaman dahulu Anda dapat melihat adanya negara Palestina di buku-buku peta dunia.

Hanya saja, saat ini negara Palestina justru malah dijajah oleh Israel. Kemudian, bangsa pengungsi yang berkhianat tersebut memiliki kekuatan politik yang lebih kuat, sehingga akhirnya mampu menghapuskan Palestina dari peta dunia.

Bahkan, saat ini Palestina hanya memiliki wilayah kekuasaan yang semakin mengecil. Itu saja, para warga sipil Palestina sering diserang dengan berbagai peluru, rudal, dan senjata lainnya. Saat ini Palestina sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari PBB mengenai wilayah yang dulunya miliknya dan direbut.

Saat ini, PBB sudah mengakui bahwa Palestina merupakan suatu negara. Hanya saja, pengakuan tersebut tidak membuat Israel jera dan nyatanya bangsa tersebut masih saja terus melakukan perang.

2. Kekejaman Adolf Hitler

Adolf Hitler merupakan salah satu dari pemimpin yang pernah berkuasa di Jerman. Tokoh ini menerapkan sistem otoriter dalam melaksanakan pemerintahan. Ada banyak sekali kasus pembunuhan masal yang terjadi terhadap bangsa Yahudi. Sampai sekarang, kasus kekejaman Adolf Hitler pada bangsa Yahudi ini masih banyak dibicarakan oleh orang-orang. Ragam peninggalannya juga diabadikan dan jejaknya dibukukan.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Pelanggaran HAM

Leave a Reply