20 Nama Bandara di Indonesia yang Terkenal, Termewah, dan Terbesar

20 Nama Bandara di Indonesia yang Terkenal, Termewah, dan Terbesar

Nama Bandara di Indonesia – Indonesia merupakan salah satu negara terluas di dunia. Untuk mengelilingi Indonesia membutuhkan transportasi antar kota bahkan antar provinsi yang memadai, salah satunya pesawat. Selain memiliki banyak destinasi wisata yang indah, di setiap kota-kota dan pulau-pulau seluruh Indonesia juga menyediakan bandara terbaik. Artikel ini akan membahas bandara apa saja yang ada di Indonesia.

Bukan hanya bandara nasional, beberapa kota bahkan sudah banyak yang menyediakan bandara internasional sebagai pintu bagi para tamu atau wisatawan yang hendak singgah atau liburan ke kota tersebut. Ilmu arsitektur dan kemajuan teknologi yang semakin tinggi membuat bandara Indonesia mulai menarik baik dari segi fasilitas, desain, dan juga ciri khas yang dimilikinya.

Bandara Soekarno – Hatta

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Siapa yang tidak tahu dengan bandara ini, bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara yang kerap disebut sebagai Bandara Soetta merupakan bandara Indonesia yang terkenal bukan hanya secara nasional, tetapi sudah dalam skala Internasional sehingga menjadi salah satu bandara yang di banggakan atau kebanggaan Indonesia.

Bandara Soetta didirikan pertama kali untuk menggantikan Bandara Kemayoran sebagai bandara internasional komersial pertama di Indonesia. Kemudian, pada tahun 1985 Bandara Soetta resmi menjadi bandara utama di Indonesia menggantikan Bandara Kemayoran yang dinonaktidkan karena posisi yang terlalu dekat dengan basis militer di Bandara Halim Perdanakusuma pada tahun 1985.

Bandar udara Soekarno – Hatta dirancang oleh arsitektur terkemuka yang berasal dari Prancis yaitu Paul Andreu. Beberapa bandara terkenal lain juga dirancang oleh Paul diantaranya ialah bandar udara internasional Charles de Gaulle, Paris, Prancis. Soetta dirancang menggunakan konsep arsitektur lokal dengan adanya kebun tropis di antara ruang tunggu dan lounge.

Pembangunan bandara utama Indonesia yang terkenal megah menghabiskan biaya hingga 465 juta USD. Baya tersebut tidak termasuk anggaran pembangunan apron hingga 216 juta USD. Jika di jumlah secara keselurhan, maka pembangunan Soetta menghabiskan uang sebanyak 681 USD atau setara dengan Rp 660.570.000.00,-

Dahulu kala sebelummenjadi Bandara Soekarno – Hatta, bandara ini memiliki nama Jakarta International Cengkerang (JIA-C). Penggantian nama menjadi Soekarno – Hatta dipilih karena dua tokoh besar proklamator Indonesia yaitu Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai penghargaan atas jasa-jasanya membebaskan Indonesia dari penjajahan.

Dikenal sebagai bandara yang sibuk di Indonesia karena banyaknya wisatawan baik dalam negeri maupun wisatawan asing yang masuk ke Indonesia melalui bandara Soekarno – Hatta ini. Fasilitas yang ada di dalamnya juga semakin ditingkatkan karena smekain banyak pula kegiatan penerbangan yang gencar dilakukan.

Bahkan banyak beberapa penerbangan domestik yang melakukan transit atau perpindahan di bandara Soekarno – Hatta untuk dapat melanjutkan penerbangan ke kota atau negara yang di tuju. Keberangkatan ke luar negeri maupun dari luar negeri sebagian besar dimulai dari bandara Soekarno – Hatta.

Saat ini, Soetta telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti APMS atau automated people moer system bisa juga disebut sebagai Skytrain. Skytrain adalah kereta dengan bentuk yang mirip Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan tetapi menggunakan sistem otomatis sehingga tidak membutuhkan pengemudi untuk mengendalikannya.

Fasilitas lain yang ada di Bandara Soekarno – Hatta selain skytrain ialah kereta bandara. Kereta ini digunakan untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pegunjung. KA Soetta melayani rute dari Stasiun Manggarai – Sudirman Baru – Duri – Batu Ceper – terakhir Stasiun Soetta sepanjang 37,5 km dengan waktu tempuh 55 menit.

Stasiun KA Soetta dilengkapi pula dengan fasilitas yang ramah bagi para disabilitas seperti lift, guiding block, ramp, dan eskalator. Tapping gate, vending machine, mushola, commercial area, hingga toilet melengkapi bandara Soetta. Public hall dan waiting lounge juga tersedia di Stasiun Soetta untuk memberikan kenyaman bagi pengunjung.

Bandara Juanda

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandara Juanda merupakan bandar udara Internasional dengan tingkat kesibukan kedua setelah Bandara Soekarno – Hatta. Bandara Juanda terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Sedati, Sidarjo, 20 km selatan Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar di Jawa Timur yang menjadikan kota ini menjadi tempat persinggahan beberapa wisatawan domestik maupun mancanegara.

Nama Juanda diambil dari dari Wakil Perdana Menteri terakhir Indonesia yang menyarankan untuk mendirikan bandara ini, Ia adalah Ir. Djuanda Kartawidjaja. Jika dilihat dari pergerakan penumpang dan pesawat, Bandara ini melayani rute penerbangan tujuan dari Surabaya menuju wilayah Gerbangkertosusila, begitupun sebaliknya.

Bandara Juanda dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Luas terminal yang dimiliki ialah sebesar 51500 m2 dengan landasan pacu sepanjang 3000 m. Luas yang dimilikinya sekarang sudah 2 kali lipat dibandingkan terminal lama dengan luas 28088 m2. Lahan parkir yang dimiliki juga tak kalah luas yaitu 28900 m2 dengan daya tampung hingga lebih dari 3000 kendaraan.

Bandara Internasional Juanda diperkirakan dapat menampung 13 hingga 16 juta penumpang setiap tahun serta 12000 ton kargo per tahunnya. Pembebasan lahan dilakukan untuk membangun landasan pacu yang cukup besar dengan lebar 45 meter dan panjang 3000 meter. Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo dipilih sebagai tempat karena lokasinya yang tidak jauh dari Surabaya.

Pangkalan Udara Angkatan Laut (LANUDAL) Djuanada secara resmi dibuka pada tanggal 12 Agustus 1964 oleh Ir. Soekarno. Yang kemudian pangkal udara tersebut digunakan sebagai home base skuadron pesawat milik Dinas Penerbangan ALRI.

Seiring dengan berjalannya waktu, frekuensi penerbangan sipil di LANUDAL Djuanada semakin bertambah, hingga akhirnya didirikan terminal yang khusus digunakan untuk melayani penerbangan sipil dan penerbangan internasional. Hingga akhirnya pada 24 Desember 1990, Bandara Juanda ditetapkan sebagai bandara internasional.

Sebagai satu-satunya Bandar Udara Internasional di Jawa Timur menjadikan Bandara Juanda memiliki lalu lintas penerbangan yang bisa dibilang padat dan sibuk. Berbagai penerbangan dari dalam negeri maupun luar negeri memenuhi langit Surabaya. Bandara ini juga tidak jarang dijadikan sebagai transit dari beberapa bandara kecil lainnya untu bisa mencapai kota tujuan.

Juanda memiliki beberapa terminal diantara ialah terminal 1 yang dibuka sejak tahun 2006, terletak di utara landasan pacu. Karena semakin banyak ke surabaya maupun dari surabaya terminal 1 menjadi overload dan pada tahun 2011 dibuka terminal 2. Kemudian pada tahun 2015, dibangun terminal 3 yang terletak di sebelah timur terminal 1 Juanda dan beroperasi pada tahun 2018.

Bandara I Gusti Ngurah Rai

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bali yang terkenal akan dunia pariwisata membuatnya sebagai pulau yang harus memiliki bandara yang pantas. Adanya bandara internasional I Gusti Ngurah Rai melengkapi pesona bali sebagai pulau dewata. Berbagai penerbangan baik dari luar negeri maupun ke luar negeri memenuhi rute angkasa di bali.

Terletak tepat di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali kurang lebih sekitar 13 km dari Kota Denpasar, bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tidak pernah terlihat sepi, terlebih saat musim libur tiba atau menjelang tahun baru. Berbagai pengunjung baik dari dalam negeri maupun wisatawan mancanegara membanjiri kedatangan di bandara I Gusti Ngurah Rai.

Bandara yang diambil dari salah satu nama Pahlawan Nasional Bali yaitu I Gusti Ngurah Rai ini didirikan pada tahun 1930 oleh Departement Voor Verkeer en Waterstaats atau semacam Departemen Pekerjaan Umum. Landasan pacu di bandara yang awalnya diberi nama Pelabuhan Udara Tuban ini memiliki pangan 700 m.

Pemerintah meresmikan Pelabuhan Udara Tuban menjadi bandar udara internasional pada tanggal 10 Agustus 1966, dan meresmikan perubahan nama Pelabuhan Udara Tuban menjadi Bali International Airport Ngurah Rai pada tanggal 1 Agustus 1969.

Pengembangan Fasilitas Bandara dan Keselamatan Penerbangan (FBUKP) dilakukan secara bertahap mulai dari tahap I pada tahun 1990 hingga 1992, tahap II pada 1998 hingga 2000 dan FBUKP tahap III meliputi pengembangan gedung terminal, apron, dan gedung parkir. Luas terminal domestik memiliki total luas mencapai 12000 m2.

Setiap tahun, diperkirakan penumpang di Bali mencapai 15 juta orang, tak heran jika bandara I gusti Ngurah Rai dijuluki sebagai bandara ramai dan bandara tersibuk nomor 3 di Indonesia. Fasilitas yang ada sudah cukup canggih namun juga tidak menghilangkan kesan lokal budaya Bali. Dengan demikian, Bali akan dikenal dengan pulau yang kental akan budaya namun juga mendunia.

Salah satu fasilitas yang ada dan cukup mengagumkan ialah kecepatan internet yang telah disediakan oleh bandara. Kecepatan akses internet mencapai 16 Mbps. Berbagai ornamen khas Bali serta pelayanan yang ramah dan didukung oleh pariwisata yang istimewa membuat Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi penerbangan yang ramah dan khas.

Bandara Kualanamu

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandara Internasional Kualanamu atau Kualanamu International Airport merupakan bandara yang terletak di Medan. Bandara ini berhasil mencuri perhatian karena kemegahan, kesibukan, dan fasilitas yang dimiliki. Bandara Internasional Kualanamu awalnya dibangun untuk menggantikan salah satu bandara yang sudah tidak bisa lagi menampung penerbangan yang banyak, ialah Bandara Polonia.

Kualanamu yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Indonesia ini memilikijarak sekitar 26 km ke arah timur dari pusat kota Medan dan dinobatkan sebagai bandara internasional yang akan melayani penerbangan dari dan menuju kota Medan, Sumatra Utara. Bekas area PT PN II Tanjung Marowa yang luas menjadikan bandara ini sebagai salah satu bandara terbesar.

Perencanaan pembangunan Bandara Kualanamu sudah dilakukan sejak 1 Agustus 1997. Terbentur oleh adanya krisis moneter membuat perencanaan menjadi tertunda. Namun, setelah adanya kecelakaan yang juga menewaskan

Gubernur Sumatra Utara kala itu serta beberapa warga sipil membuat perencanaan pembangunan kembali muncul.
Kecelakaan yang terjadi pada 5 September 2005 dan menyebabkan kematian dan kerusakan rumah tersebut karena letak bandara yang terlampau dekat dengan pemukiman. Di saat yang sama, kapasitas bandara Polonia kala itu sudah melebihi batasnya yang menyebabkan perlunya adanya pemindahan bandara.

Pembangunan diawali dengan pembebasan lahan oleh Angkasa Pura II pada tahun 2006 bulan november. 5 tahun setelahnya pada tahun 2011, bandara kualanamu terlah selesai 70%. Hingga awal tahun 2013, bandara telah selesai hingga 95% dan dibuka pada 25 juli 2013. Peresmian operasional bandara oleh presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhyono pada 27 maret 2014.

Selama tahap I bandara internasional Kualanamu dapat menampung hingga 8,1 juta penumpang serta 10000 pergerakan pesawat per tahunnya. Dan setelah selesai tahap II, bandara Kualanamu akan menampung hingga 25 juta penumpang per tahunnya. Terminal yang akan dibangun kurang lebih sekitar 6,6 ha dengan area komersial 3,5 ha & fasilitas kargo kurang lebih sekitar 1,3 ha.

Landasan pacu yang dimiliki oleh bandara internasional Kualanamu sepanjang 2,75 km dan pas untuk beberapa pesawat seperti Boeing 777 dengan 8 garbarata. Meskipun fasilitas belum semuanya terpasang, bandara ini sudah bisa dilewati oleh pesawat penumpang seperti Antono An-225, Airbus A380, dan Boeing 747-8.

Bandara Internasional Kualanamu yang bergaya artistik khas Sumatera Utara menjadikan bandara ini semakin eksotis dan megah.

Bandara Sultan Hasanuddin

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Terletak di kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan membuat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi int gerbang baik dari maupun menuju ke Indonesia bagian timur. Bahkan, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi salah satu landmark dari Provinsi Sulawesi Selatan yang juga dibanggkan oleh masyarakat sekitar.

Nama dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin diambil dari nama Raja Gowa Ke 16 yang juga diangkat sebagai pahlawan nasional. Raja tersebut kelahiran kota Makassar dan ikut membela Indonesia kala itu. Beliau adalah Sultan Hasanuddin. Dan untuk menghormati beliau, namanya diabadikan sebagai nama bandara di kota kelahirannya.

Dikenal juga dengan Lapangan Terbang Kadieng, persis 30 km dari Kota Makassar, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki 2 landasan pacu. Landasan pacu pertama memiliki panjang 3100 m x 45 m dan landasan pacu kedua memiliki panjang 2500 m x 45 m. Bandara megah tersebut di operasikan oleh PT Angkasa Pura I.

Proses pengembangan dan perluasan dari Bandara Sultan Hasanuddin dilakukan pada awal 2004. Pengembangan yang dilakukan ialah terminal penumpang dengan kapasitas yang besar yaitu 7 juta orang penumpang per tahunnya, lapangan parkir pesawat (apron) dengan kapasitas pesawat sebanyak 7 dan berbadan lebar.

Pengembangan dan perluasan tersebut juga mencakup landasan pacu dengan panjang 3100 m x 45 m beserta taxiway. Terminal baru di operasikan mulai tanggal 4 agustus 2008 menggunakan landasan pacu yang sudah terpakai sementara landasan pacu yang baru masih dalam pengerjaan. Pembangunan tersebut membuat bandar udara internasional Sultan Hasanuddin semakn megah.

Pada akhir tahun 2011, perpanjangan landasan tahap 2 yang semula 3100 meter menjadi 3500 meter dilaksanakan guna agar mampu untuk didarai pesawat seperti Boeing 747 yang berbadan lebar. Saat ini, Banda Udara Internasional Sultan Hasanuddin telah mengoperasi kan lapangan parkir pesawat (apron) baru, landasan pacu yang paling baru dan juga sebuah taxiway.

Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman merupakan sebuah pintu gerbang dari maupun menuju pulau Kalimantan dan Balikpapan. Bandara ini juga dikenal sebagai bandara Sepinggan karena letaknya yang berada di Sepinggan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman mulai dibuka pada 6 Agustus 1997 dan di operasikan serta dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Luas dari bandara Internasional ini kurang lebih 300 ha dan terhitung sebagai bandar udara terbesar urutan ke 4 dari 13 bandara yang dikelola dan di operasikan oleh PT Angkasa Pura I.

Rencana perluasan dan pengembangan pada lahan yang ada di sekitar bandara terus dilakukan. Pengembangan tersebut meliputi mini market, restoran, dan hotel transit meeting room. Kini desain modern sangat berbeda dengan bandar udara Sultan Aj Muhammad Sulaiman (SAMS) beberapa tahun silam.

Desainnya yang sudah modern memiliki kesamaan dengan terminal 3 Ultimate Bandar Udara Internasional Sokarno – Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Persamaan tersebut dikarenakan perancang dari Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman sama dengan perancang T3 Bandara Soekarno – Hatta yaitu Benyamin Aris Nugroho.

Diresmikan pada 15 September tahun 2014 oleh presiden SBY, Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman sudah menampilkan kesan modern namun juga berbasis seni, Tren modern tersebutdipadukan dengan beberapa ornamen khas dari Kalimantan antara lain patung, ukiran hingga replika orangutan yang berada di tengah-tengah bandara.

Beberapa fasilitas juga memenuhi Bandara Sepinggan seperti toilet 3D serta airport Cinema yang pertama kali ada di Indonesia sebelum adanya T3 Bandara Soekarno Hatta pada 2016. Beberapa fasilitas lain yang turut ada di Bandara SAMS ialah layanan penumpang kebutuhan khusus meliputi calon penumpang yang lanjut usia, hamil, difabel, serta anak di bawah 12 tahun tanpa pendamping.

Fasilitas selanjutnya ialah pengamanan bagasi secara otomatis. Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman telah menerapkan BHS (Baggage Handling System). Sistem otomatis ini sejak bagasi diserahkan oleh calon penumpang hingga ke pesawat jadi tidak perlu membawa troli, barang akan diteruskan sesuai dengan penerbangannya.

Sistem kendali barang satu pintu juga turut memanjakan penumpang bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Sistem ini akan mampu mengendalikan keseluruhan aktivitas bandara mulai dari atur jadwal bandara hingga open atau close gate.

Millenial yang gemar melakukan selfie tidak perlu takut ketinggalan momen, di bandar udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman ada fasilitas toilet 3D dengan tema alam berwarna hijau nya khas hutan hingga birunya langit yang sekaligus menggambarkan suasana alam khas Kalimantan. Ruang menyusui juga telah disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi ibu menyusui dan bayi.

Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandar Udara Internasional APT Pranoto yang juga dikenal bandara Samarinda Baru merupakan Bandara yang terletak di Kota Samarinda, Kalimantan Timur tepatnya memiliki lokasi di kawasan Sungai Siring. Bandara ini tergolong bandara baru dan diopersikan pertanggal 24 Mei 2018. Bandar Udara Internasional APT diresmikan oleh Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur.

Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto ini menggantikan Bandar Udara Temindung, bandar udara di Kalimantan Timur sebelumnya yang sudah tidak dapat lagi beroperasi dan dikembangkan. Penamaan dari bandar udara internasional ini diambil dari nama Gubernur Kalimantan Timur yang pertama yakni Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.

Belum ada pengakuan dan bukti tertulis bahwa bandara Samarinda Baru ini merupakan bandara bertaraf internasional tetapi sudah ada kesepakatan antara kementerian perhubungan dengan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak bahwa status bandara ini merupakan bandara internasional.

Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto memiliki beberapa fasilitas seperti gedung administrasi, Apron (lapangan parkir pesawat), runway dengan luas 2250 m x 45 m, taxiway dengan luas 73 m x 23 m, hanggar seluas 36342,4 meter persegi, perumahan karyawan yang bertugas di bandara serta gedung ATC. Luas dari Bandara APR Prannoto kurang lebih sekitar 13 ha.

Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto merupakan bandara yang telah direncanakan untuk melayani penerbangan niaga maupun non niaga, berjadwal maupun tidak berjadwal dengan rute penerbangan luar negeri maupun dalam negeri. Beberapa pesawat tahap awal yang beroperasi ialah ATR 72/500 dan sejenisnya.

Bandara Halim Perdanakusuma

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Dahulu sebelum melayani penerbangan komersial, Bandara ini merupakan bandara yang dipergunakan sebagai markas TNI Angkatan Udara Indonesia. Karena padat dan sibuknya penerbangan yang dilayani oleh Bandara Soekarno Hatta membuat Halim Perdanakusuma menjadi bandara penerbangan komersial.

Sebelum menjadi bandara Halim Perdanakusuma, bandara ini memiliki nama Lapangan Terbang Cililitan. Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma mulai beroperasi menjadi bandara yang melayani penerbangan komersial sejak tanggal 10 Januari 2014 untuk membagi penerbangan dari Bandar Udara Internasional Sokearno Hatta yang padat dan sesak.

Per tanggal 20 Juni 1950, terjadi penyerahan lapangan terbang oleh Belanda kepada pemerintah Indonesia dan kemudian diambil oleh AURI untuk dijadikan pangkalan udara militer sebelum akhirnya berganti nama menjadi Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada 17 Agustus 1952. Pengambilan nama digunakan untuk mengabadikan Abdul Halim Perdanakusuma yang gugur.

Namun, di samping digunakan sebagai pangkalan militer, bersamaan dengan Bandara Kemayoran Halim Perdanakusuma juga digunakan sebagai bandar udara sipil yang utama di Jakarta. Kemudian tahun 1974, Halim Perdanakusuma melayani penerbangan bertaraf internasional karena padatnya lalu lintas bandara kemayoran.

Pada tahun 2013, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma menggunakan 60 slot/jam untuk penerbangan domestik maupun taraf internasional. Hal tersebut dilakukan untukmengimbangi dan mengurangi padatnya lalu lintas penerbangan bandara utama Jakarta yaitu Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta.

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandar Udara ini terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah . Sebelumnya memiliki nama bandar udara Ahmad Yani yang kemudian disempurnakan oleh pengoperasi dan pengelola yaitu PT Angkasa Pura I menjadi Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Nama bandara diambil dari pahlawan revolusi Indonesia, yaitu Jenderal Achamd Yani.

Bandar Udara Internasional Ahmad Yani diresmikan menjadi bandar udara bertaraf internasional sejak tahun 2004 bulan maret dengan berlangsungnya penerbangan perdana Garuda Indonesia menuju Singapura.

Awal mula, bandar udara Internasional Ahmad Yani dikenal dengan Pangkalan Udara Angkatan Dara KaliBanteng yang merupakan pangkalan udara TNI Angkatan Darat kala itu. Kemudian berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Perhubungan, Panglima Angkatan Udara, dan Menteri Angkatan Darat berubah status menjadi Pangkalan Udara Bersama Kalibanteng Semarang pada 31 agustus 1966.

Frekuensi penerbangan sipil yang semakin padat dan terus meningkat membuat bandar Udara Achmad Yani menjadi salah satu bandar udara yang di operasikan dan dikelola oleh PT. Angkasa Pura pada 1 Oktober 1995.

Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani saat ini memiliki satu terminal penumpang yang berada di sebelah selatan landasan pacu seluas 2560 m x 45 m. Terminal yang dimilikinya seluas 2657 meter persegi. Fasilitas lain yang ada ialah food terrace, toko oleh-oleh, money changer, bank, hotel dan travel booking, serta layanan penyewaan mobil dan taksi.

Bandar Udara Internasional Banyuwangi

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandar Udara Internasional Banyuwangi ini terletak di Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Bandara ini mulai dibuka sejak 29 Desember 2010. Bandar udara Blimbigsari awalnya memiliki landasan pacu sepanjang 2250 m dan di operasikan serta dikelola oleh PT Angkasa Pura II yang dinilai sebagai bandara hijau pertama di Indonesia.

Penerbangan komersial mulai dibuka sejak 29 Desember 2010 dan sekaligus sebagai tanda peresmian Bandara Blimbingsari sebagai bandara komersial yang dilakukan oleh Bambang Susantotno wakil menteri perhubungan, Soekarwo Gubernur Jawa Timur dan Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi.

Tahun 2015, terminal hijau dikembangkan menjadi lebih besar dengan pemanfaatan dana APBD Provinsi Jawa Timur yang bernilai 22,5 miliar dan APBD Banyuwangi senilai 10,5 milar. Terminal akan di konsep ramah lingkungan dan hijau. Atap terminal juga dilakukan penanaman tanaman, konservasi air dan sunroof digunakan sebagai pencahayaan alami pada siang hari.

Bandara Kalimarau

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandara Kalimarau terletak di Berau, Kalimantan Timur. Bandara Kalimarau selain dikenal dengan bentuknya yang sangat modern juga diketahui memiliki bangunan yang rapi dan juga bersih. Fasilitas yang beragam siap membuat para penumpang betah meski menunggu penerbangan yang mungkin delay dan betah untuk kembali ke Bandara Kalimarau.

Selain itu, yang tidak kalah unik ialah penggunaan musik khas dari Suku Dayak yang merupakan suku asli Kalimantan. Musik yang diputar tersebut mampu memberikan kesan tersendiri bagi para penumpang. Beberapa diantaranya merasakan kedamaian dan ketenangan sehingga menghindari kebosanan saat sedang menunggu pesawat.

Bandara Radin Inten II

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung membuat Bandara Radin Inten II dikenal juga dengan Bandar Udara Bandar Lampung. Bandara Udara Radin Inten II mengadopsi nama dari Pahlawan Nasional asal Lampung yang juga merupakan Kesultanan Lampung terakhir. Lokasi tepat dari Bandara Radin Inten II ialah di barat laut dari Kota Bandar Lampung.

Bandar Udara Radin Inten II ini bergaya modern dan terdapat gedung parkir dengan lantai empat. Gedung parkir tersebut memiliki kapasitas 800 hingga 1000 kendaraan. Dengan pembangunan gedung parkir tersebut diharapkan dapat mengatasi peningkatan arus wisatawan menuju Lampung.

Bandara Husein Sastranegara

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandara Udara Internasional Husein Sastranegara terletak di Jalan Pejajaran no 156, Kel Sastranegara, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat. Bandara ini dahulu bernama Lapangan Terbang Andir yang merupakan bandara peninggalan pemerintah Hindia Belanda. Nama Bandar Udara ini diadopsi dari pilot militer AURI yang gugur pada tanggal 26 September 1946.

Bandara Sultan Iskandar Muda

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda dikenal juga dengan sebutan Bandar Udara Internasional Banda Aceh karena lokasinya yang berada di Bilang Bintang, Aceh Besar dan melayani kedatangan atau kepergian penerbangan Kota Banda Aceh, Provinsi NAD. Bandara Sultan Iskandar Muda diambil dari Raja Aceh terdahulu.

Bandara Internasional Sultan skandar Muda dikelola dan di operasikan oleh PT Angkasa Pura II. Setelah terjadi bencana tsunami pada 26 Desember 2004, bandara direnovasi sehingga memiliki landasan pacu dengan panjang 3000 m, landasan tersebut mampu dilewati oleh pesawat dengan badan yang lebar dan berhasil di darati oleh Boeing 747-400.

Bandara Adi Sutjipto

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandar Udara Internasional Adi Sutjipto merupakan bandar udara utama sebagai pintu gerbang dari maupun ke Yogyakarta, Indonesia. Bandar udara ini dekat dengan Stasiun Yogyakarta kurang lebih sekitar 9 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama 20 hingga 30 menit.

Sesuai dengan lokasinya yaitu di Maguwoharjo, Bandar Udara Internasional Adi Atjipto dahulu dinamakan sebagai Maguwo yang didirikan pada 1940. Pada 21 Februari 2004, Bandara AdiSutjipto memiliki status sebagai bandara internasional.

Bandara Sentani

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Keindahan alam papua membuat wisatawan domestik maupun mancanegara berlomba-lomba untuk mendatangi tanah Papua ini. Bandar Udara Internasional Sentani merupakan pintu gerbang bagi para wisatawan yang hendak menuju Papua. Bandara ini terletak di Kota Sentani, Jayapura, Provinsi Papua.

Hal unik yang mungkin ditemukan di Bandar Udara Internasional Sentani ialah budaya kebersihan dengan tanda larangan “dilarang makan buah pinang”. Hal tersebut disebabkan karena kebiasaan masyarakat Papua yang mengunyah pinang dan membuang sarinya sembarangan.

Bandara Pattimura

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Kota Ambon, Provinsi Maluku memiliki Bandara Internasional dengan landasan pacu seluas 2500 meter persegi untuk pelayanan penerbangan dalam negeri dan untuk pelayanan luar negeri memiliki landasan pacu seluas 400 meter persegi. Bandar Udara Internasional Pattimura memiliki jarak kurang lebih sekitar 38 km dari Kota Ambon.

Beberapa fasilitas yang ada di Bandar Udara Internasional Pattimura antara lain karantina, imigrasi, gedung kargo, bea cukai, restoran, kantor pos, dan telepon umum. Bandar Udara ini terletak di Kepulauan Maluku yang merupakan salah satu pulau yang strategis.

Bandara Sultan Thaha

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandar Udara Sultan Thaha terletak di Kota Jambi, Provinsi Jambi. Bandara ini dikelola dan di operasikan oleh PT Angkasa Pura II setelah sebelumnya di operasikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jambi. Setiap hari, Bandara Sultan Thaha kurang lebih melakukan penerbangan sebanyak 23 kali dengan maskapai penerbangan sejumlah 8.

Bandara ini merupakan pintu gerbang dari dan menuju kota Jambi. Beberapa fasilitas yang ada di Bandara Sultan Thah anta lain kios k untuk bisa melihat status penerbangan dan wifi untuk bisa terkoneksi dengan internet. Beberapa toko dengan aneka cenderamata dan makanan juga ada di Bandara seperti Rotiboy, Alfaexpress hingga pempem selamat.

Bandara Sultan Syarif Kasim II

Nama Bandara di Indonesia
Nama Bandara di Indonesia

Bandar Udara Internasional Sultan Syraif Kasim II dahulu memiliki nama Bandara Simpang Tiga. Bandar udara ini terletak di Kota Pekanbaru, Riau. Luas dari Bandara Sultan Syarif Kasim II kurang lebih 321,21 ha namun pada tahun 2012, bandara ini kembali mengalami perluasan untuk menyambut PON XVII. Berbagai fasilitas tersedia di Bandara ini untuk memberikan kenyamanan pengunjung.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Nama Bandara di Indonesia

Leave a Comment