MASYARAKAT MULTIKULTURAL : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Ciri

MASYARAKAT MULTIKULTURAL : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Ciri

Masyarakat Multikultural – Masyarakat Multikultural merupakan masyarakat yang menganut paham multikulturalisme, di mana paham ini mengatakan bahwa keanekaraman adalah sesuatu yang memiliki kedudukan sama antara satu dengan lainnya. Tiap – tiap wilayah memiliki adat, suku, bahasa, ataupun agama yang masing – masing memiliki keunikannya tersendiri.

Paham tentang masyarakat multikultural ini muncul akibat adanya perbedaan sosial yang dimiliki oleh setiap wilayah, dengan adanya paham tersebut dapat diharapkan tidak adanya lagi konflik atau perbedaan paham yang akan menimbulkan perpecahan di tengah – tengah masyarakat.

Pengertian Masyarakat Multikultural

Masyarakat Multikultural
Masyarakat Multikultural

Secara garis besar masyarakat multikultural didefinisikan sebagai istilah dari keanekaragaman yang kompleks antara suatu penduduk yang hidup menjadi satu wilayah dan dapat menerima perbedaan antara satu dengan lainnya. Dalam masyarakat multikultural sikap toleransi dan dapat menerima keragaman adalah hal yang paling dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu masyarakat multikultural juga dapat diartikan sebagai pemahaman, penghormatan, ataupun penilaian terhadap budaya yang dimiliki oleh orang lain. Pada dasarnya masyarakat multikultural sendiri adalah pandangan terhadap dunia yang memiliki beragam jenis kebijakan budaya, agama, ras, ataupun suku yang dianggap sebagai salah satu komponen dalam kehidupan yang ada di dunia.

Sejarah Masyarakat Multikultural

Masyarakat Multikultural
Masyarakat Multikultural

Terdapat tiga pandangan terhadap keanekaragaman budaya yaitu multikulturalisme, monokulturalis, dan asimilasi, yang ketiga pandangan tersebut memiliki perbedaan. Multikulturalisme sendiri muncul pada akhir abad ke 19 di bangsa Eropa dan menjadi kebijakan resmi yang dimulai oleh negara Afrika, lalu multikulturalisme mulai banyak diadopsi oleh sebagian besar bangsa Uni Eropa.

Walaupun baru dikenal pada akhir abad 19 sebenarnya paham multikulturalisme telah ada sejak dahulu, sebagai contoh di Indonesia sendiri telah menerapkan paham tentang keragaman budaya sejak saat pertama kali merdeka. Paham tersebut disebut dengan Bhinneka Tunggal Ika, yang berisikan tentang beragam suku, agama, budaya, maupun bahasa merupakan bagian dari Indonesia.

Jenis Jenis Masyarakat Multikultural

Masyarakat Multikultural
Masyarakat Multikultural

1. Multikultural Isolasionis

Masyarakat multikultural pastinya memiliki banyak sekali jenis dan macamnya. Salah satunya adalah Multikultural solasionis, di mana paham ini diartikan sebagai masyarakat dengan sikap multikultural yang hanya bisa menerima satu kebudayaan lain saja.

Hal inilah yang membuat masyarakat ini dikatakan sebagai otonom, yaitu hanya dalam lingkup kecil karena hanya sedikit menggunakan paham dari masyarakat multikultural tersebut. Selain itu nama isolasionis juga didapatkan dari artian tersebut, karena hanya berada pada satu wilayah kecil dan tidak mencakup secara keseluruhan dari masyarakat yang ada.

2. Multikultural Akomodatif

Masyarakat multikultural akomodatif merupakan masyarakat yang mayoritas dapat memimpin suatu wilayah dengan banyak kebudayaan lainnya. Di dalam masyarakat akomodatif pihak moyaoritaslah yang memegang kendali dengan membuat undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk kelestarian kebudayaan semuanya.

Pihak minoritas dalam masyarakat akomodatif ini berhak untuk menjaga serta mengembangkan kebudayaannya, sehingga kebudayaan mereka tetap bisa dilestarikan secara turun temurun. Masyarakat akomodatif ini banyak ditemui dan diterapkan di beberapa negara yang ada di Eropa.

3. Multikultural Otonomis

Masyarakat multikultural otonomis adalah kebalikan dari multikultural akomodatif, di mana masyarakat dengan kebudayaan minoritas berhak untuk membuat kebudayaan yang mereka miliki bisa sejajar dengan kebudayaan lainnya. Multikultural otonomis ini menjunjung tinggi kesetaraan bagi setiap kelompok maupun organisasi yang memiliki kebudayaannya masing-masing.

Masyarakat dengan kebudayaan minoritas di sini menantang dan memperjuangkan dari kebudayaan yang dominan, sehingga terciptalah kesetaraan yang benar-benar sama antara kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas tersebut. Kesetaraan tersebut bisa berupa hak dalam kerangka politik dalam suatu masyarakat multikultural.

4. Multikultural Kritikal atau Interaktif

Seperti namanya masyarakat multikultural kritikan atau interaktif merupakan masyarakat yang tidak terlalu ikut campur dalam pemerintah daerah otonom. Mereka lebih cenderung untuk aktif dalam membentuk dan mencerminkan perspektif-perspektif arau pendapat yang mereka miliki untuk membuat daerah otonom bisa lebih baik lagi.

Masyarakat multikultural kritikal ini sangat bagus untuk digunakan dalam sistem pemerintahan daerah otonom, di mana akan memperkecil adanya konflik dalam kebudayaan. Masyarakat ini cenderung lebih mementingkan kelangsungan kebudayaan bersama ketimbang mementingkan kebudayaannya sendiri.

5. Multikultural Kosmopolitan

Masyarakat multikultural kosmopolitan merupakan masyarakat dengan sistem yang benar-benar berbeda dengan lainnya. Dalam multikultural kosmopolitan ini cenderung berusaha menghapuskan kultural-kultural yang ada lalu menciptakan satu kultural untuk digunakan oleh setiap individu yang tergabung di dalam masyarakat multikultural kosmopolitan.

D isini setiap individu dibebaskan untuk melakukan percobaan-percobaan interkultural dan juga mengembangkan kehidupan kultural masing-masing. Sehingga terciptalah kebebasan dalam menentukan kultural kehidupannya masing-masing, dan hal ini bisa membuat seseorang tidak condong untuk mendukung satu golongan kultural saja.

Penyebab Munculnya Masyarakat Multikultural

Masyarakat Multikultural
Masyarakat Multikultural

1. Faktor Geografis

Masyarakat multikultural tidak bisa muncul begitu saja, tentu saja ada faktor serta penyebab munculnya perbedaan kebudayaan di suatu daerah. Faktor pertama yang menyebabkan adanya multikultural adalah kondisi geografis, kondisi tersebut bisa berupa fenomena alam dan kondisi alam yang bisa membuat perbedaan cara hidup di kondisi geografis yang berbeda.

Perbedaan cara hidup inilah yang menyebabkan keragaman karakteristik kebudayaan setempat. Masyarakat akan cenderung menyesuaikan kultural di tempat mereka tinggal, contohnya masyarakat yang tinggal di wilayah pulau, pegunungan, maupun pantai akan memiliki kultural yang berbeda satu sama lainnya dalam melakukan kehidupan.

2. Kondisi Iklim dan Cuaca

Sama halnya dengan kondisi geografis, kondisi iklim serta cuaca juga akan memengaruhi kehidupan kultural sebuah individu maupun kelompok. Iklim dan cuaca tersebut bisa secara langsung maupun tidak langsung akan memengaruhi gaya serta kultural hidup yang mereka alami. Seperti daerah dengan iklim dingin dan iklim panas memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

Perbedaan tersebut seperti pola berpakaian mereka jika iklim dingin menggunakan pakaian yang tebal dengankan iklim panas menggunakan pakaian yang tipis. Selain itu iklim juga akan memengaruhi kondisi fisik seseorang, contohnya jika hidup di iklim dingin seseorang cenderung memiliki kulit putih sedangkan iklim panas akan memiliki kulit berwarna hitam.

3. Pengaruh Budaya Luar

Faktor selanjutnya terciptanya masyarakat kultural adalah pengaruh budaya asing, budaya asing tersebut bisa masuk ke dalam suatu wilayah baik disengaja maupun tidak disengaja. Salah satunya adalah budaya asing yang di zaman sekarang banyak ditiru oleh masyarakat lokal, hal ini bisa menyebabkan keragaman kebudayaan yang akan menciptakan masyarakat multikultural.

Kebudayaan asing juga bisa masuk dengan cara perpindahan penduduk asing ke dalam negeri, penduduk asing bisa pindah dan menetap di suatu daerah yang memiliki kultural berbeda. Hal tersebut juga akan membuat masyarakat multikultural dapat tercipta di wilayah tempat orang asing pindah dan menetap tersebut.

4. Beragam Suku Bangsa

Suku budaya tentu saja tidak lepas dari yang namanya suku bangsa, suku bangsa ini memang sudah ada sejak dahulu kala dan memiliki kebudayaan yang telah turun temurun diwariskan oleh generasi berikutnya. Tak heran jika suku bangsa ini memiliki banyak sekali ragam antara satu dengan lainnya, dan juga memiliki keistimewaan serta kelebihannya masing-masing.

Adanya suku bangsa ini memiliki peran penting terhadap terciptanya masyarakat multikultural, karena kebudayaan yang berbeda-beda merupakan inti dari masyarakat multikultural itu sendiri.

5. Agama yang Berbeda-Beda

Faktor terciptanya masyarakat multikultural yang selanjutnya adalah adanya agama yang berbeda – beda, hal ini wajar mengingat masyarakat kultural terbentuk bukan hanya dari kebudayaan saja namun dari pola hidup, agama, bahasa, dan lain sebagainya yang bisa berdampingan antara satu dengan yang lainnya.

Agama di dunia sendiri banyak sekali macam dan jenisnya, hal ini bisa disebabkan karena adanya perbedaan cara serta kepercayaan yang mereka miliki. Namun dalam masyarakat multikultural agama yang berbeda memiliki derajat yang sama dan adanya toleransi, sehingga tidak adanya konflik yang terjadi akibat perbedaan agama tersebut.

6. Banyaknya Ras

Ras adalah faktor terakhir terciptanya masyarakat multikultural ini, di seluruh penjuru wilayah pastinya memiliki ras yang berbeda-beda. Ras ini bisa terbentuk oleh kelompok yang tinggal di suatu tempat sejak zaman dahulu sehingga memiliki ciri khas terhadap fisik, bahasa, pola hidup dan lain sebagainya.

Ras ini juga bisa terbentuk dari faktor genetika maupun faktor alam yang ada di sekitarnya. Ras tersebutlah yang menjadi bagian penting atau merupakan komponen utama terhadap munculnya masyarakat multikultural yang seperti sekarang telah kita kenal tersebut.

Karakteristik Masyarakat Multikultural

Masyarakat Multikultural
Masyarakat Multikultural

1. Adanya Segmentasi

Dalam suatu masyarakat multikultural terdapat segmentasi, segmentasi ini bisa datang dari segala bidang mulai dari kebudayaan hingga keagamaan. Segmentasi artinya tercipta suatu kelompok dengan tujuan maupun pemikiran yang sama, lalu kelompok tersebut membentuk kelompok yang lebih besar dengan kelompok lain yang memiliki paham berbeda. Di sinilah telah terbentuk suatu multikultural.

Adanya segmentasi tersebut merupakan salah satu karakteristik yang paling mencolok dari suatu masyarakat multikuktural yang telah tercipta.

2. Struktur Sosial yang Berbeda

Dalam masyarakat multikultural terdapat juga struktur organisasi yang berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya, hal ini di picu karena adanya perbedaan sosial, budaya, maupun agama. Sehingga membuat struktur maupun lembaga – lembaga yang diciptakan oleh masyarakat tentu saja akan memiliki perbedaan di organisasi atau lembaga kemasyarakatan.

Struktur sosial yang berbeda ini bisa kita jumpai dengan mudah di lingkungan sekitar kita, bahkan antara satu wilayah dengan wilayah yang berdekatan saja dapat memiliki struktur serta lembaga masyarakat yang berbeda pula.

3. Konsensus yang Rendah

Konsensus merupakan kesepakatan hasil keputusan antara beberapa individu maupun kelompok setelah adanya perdebatan maupun diskusi tentang suatu masalah.

Di dalam masyarakat multikultural konsensus ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat rendah, dikarenakan setiap kelompok memiliki pandangan atau pendapat yang berbeda-beda sehingga tingkat konsensus sangatlah rendah.

Konsensus rendah ini merupakan ciri atau karakteristik yang sering ditemui pada sebuah masyarakat multikultural.

4. Sering Terjadi Konflik

Sering terjadi konflik adalah karakteristik berikutnya yang dimiliki oleh masyarakat multikultural, hal ini terjadi sama dengan konsensus yang rendah yaitu karena perbedaan pendapat atau paham yang bisa memicu perdebatan atau konflik yang lebih parah.

Walaupun masyarakat multikultural sendiri memiliki tujuan menyatukan keragaman, namun kenyataannya masih banyak perbedaan yang dapat membuat pertikaian atau konflik antara satu kelompok dengan kelompok lainnya yang terdapat pada masyarakat multikultural.

5. Integrasi Sosial yang Dipaksakan

Integrasi sosial merupakan suatu persatuan antara perbedaan yang bisa membuat lebih utuh dalam kesatuan dan keserasian fungsi. Sebenarnya jika sistem masyarakat multikultural dibentuk secara baik integrasi sosial bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. Namun dalam kenyataannya integrasi ini jarang bisa untuk dicapai oleh masyarakat multikultural.

Integrasi sosial yang terjadi saat ini cenderung dipaksakan oleh beberapa pihak saja, dan tidak berasal dari dalam kelompok melainkan berasal dari luar.

6. Adanya Kekuasaan Politik

Karakteristik masyarakat multikultural yang terakhir ialah adanya kekuasaan politik oleh suatu kelompok yang dominan dalam masyarakat multikultural. Di mana kelompok minoritas tidak dapat ikut dalam politik yang ada pada masyarakat multikultural tersebut.

Hal ini bisa mengakibatkan perselihan dan konflik yang lagi-lagi menjadi tantangan terbesar dari berdirinya masyarakat multikultural itu sendiri.

Dampak Adanya Masyarakat Multikultural

Masyarakat Multikultural
Masyarakat Multikultural

1. Dampak Positif

Dampak positif yang ditimbulkan oleh adanya masyarakat multikultural sangatlah banyak dan memiliki nilai yang bagus. Salah satu dampak positif tersebut adalah dengan adanya keanekaragaman budaya diharapkan dapat membuat masyarakat lebih bisa untuk menjalin hubungan sosial dengan individu maupun kelompok lain walaupun memiliki perbedaan kebudayaan.

Selain itu diharapkan dengan dapat menjalani kemasyarakatan bersama kelompok lain akan timbul ikatan kuat antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, sehingga dapat menerima kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing kelompok yang ada di masyarakat tersebut.

Dengan adanya masyarakat yang berbeda-beda juga diharapkan dapat membuat individu maupun kelompok dapat mengembangkan ilmu dengan belajar dari kelompok lainnya. Selain itu hal ini juga berguna untuk meruntuhkan tembok antara masing-masing kelompok sehingga terciptanya hubungan yang baik.

2. Dampak Negatif

Masyarakat multikultural juga memiliki dampak negatif, di mana dampak tersebut dapat membuat kehidupan bersama dengan kebudayaan lain bisa menjadi hancur. Dampak negatif tersebut adalah adanya pertikaian dan konflik karena adanya beberapa individu yang fanatik atau mendukung satu kelompok yang menyebabkan perpecahan dengan kelompok lainnya.

Sikap merendahkan kelompok lain juga bisa terjadi pada masyarakat multikultural, akan banyak seseorang yang merasa kelompoknya adalah yang paling baik sehingga terjadi sikap merendahkan kelompok lainnya. Hal ini tentu saja sangat tidak baik untuk keberlangsungan masyarakat multikultural yang telah terbentuk tersebut.

Dari segi pemerintahan ataupun politik juga akan mengalami masalah yang besar, di mana hanya akan ada satu kelompok saja yang menguasai politik dalam kemasyarakatan. Dengan adanya pemusatan pemerintahan tersebut akan membuat kelompok lain merasa didiskriminasi, sehingga tercitanya rasa iri dan perpecahan sangat rentan dialami oleh masyarakat multikultural tersebut.

3. Multikulturalisme di Indonesia

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman yang sangat kompleks, di mana di dalamnya terdapat berbagai suku, kebudayaan, agama, ras, ataupun bahasa yang berbeda. Negara Indonesia sendiri memiliki pandangan sendiri terhadap keanekaragaman tersebut dan disatukan dengan paham Bhinneka Tunggal Ika.

Pada dasarnya multikulturalisme yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh kondisi geografisnya, yang banyak sekali terdapat pulau dan tiap pulau dihuni oleh kelompok tertentu dengan kebudayaan mereka sendiri. Sehingga hal ini berimbas pada banyaknya kebudayaan yang berbeda di Indonesia.

Dalam konsep multikulturalisme sendiri Indonesia disatukan oleh paham Bhinneka Tunggal Ika yang sudah ada sejak zaman kemerdekaan. Paham ini berlandaskan pada terbentuknya suatu negara dengan keinginan mewujudkan persatuan di atas segala perbedaan yang ada di Indonesia itu sendiri. Namun pada kenyataannya masih banyak hambatan yang harus dilalui untuk membangun hal itu.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Masyarakat Multikultural

Leave a Comment