MANAJEMEN RISIKO : Pengertian, Tujuan, Contoh Kasus, Strategi, Dll

Manajemen Risiko – Suatu proses dalam kegiatan identifikasi, menganalisis, memberi penilaian, pengendalian, upaya meminimalisir atau bahkan menghapus resiko yang tidak diterima. Risiko yang dimaksud berkaitan dengan metodologi untuk menghadapi ketidakpastian. KBBI memberikan pengertian mengenai risiko merupakan akibat merugikan berasal dari tindakan yang dilakukan.

Dalam suatu perusahaan meliputi proses perencanaan, pengaturan, pengontrolan, pemimpinan dari aktivitas organisasi bertujuan meminimalisir risiko pendapatan. Berikut merupakan penjabaran lengkap mengenai manajemen risiko perusahaan yang wajib diketahui.

Manajemen Risiko Perusahaan Menurut Para Ahli

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Commitee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) menyebutkan bahwa manajemen tersebut merupakan proses yang dilakukan dewan direksi. Proses tersebut dilakukan bersama-sama dengan manajemen dan personil lain. Hasil dari proses ini nanti diwujudkan dalam penetapan strategi dan berlaku untuk seluruh perusahaan.

Adam Smith yang dikenal sebagai bapak ekonomi dunia berpendapat bahwa manajemen resiko perusahaan merupakan proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan. Sehingga meminimalisir dan menghindari risiko yang berpotensi mengancam aset dan income sebuah proyek atau perusahaan.

Sementara itu, Djojosoedarso juga mengambil peranan dalam interpretasi tersebut. Ia berpendapat bahwa hal tersebut merupakan pelaksanaan dari fungsi manajemen untuk menanggulangi risiko. Lebih ditegaskan lagi terhadap risiko yang tengah dihadapi perusahaan atau suatu organisasi.

Djohanputro menyebutkan pengertian dari manajemen risiko suatu perusahaan mulai dari proses identifikasi, yang dilanjutkan dengan pengukuran dan pemetaan. Selain itu, manajemen yang mengembangkan alternatif penanganan risiko, memonitor, dan melakukan upaya penanganan terhadap risiko. Semua proses yang disebutkan Djohanputro dilakukan secara sistematis dan terstruktur.

Sedangkan, Dorfman memiliki pandangan berbeda terhadap suatu manajemen risiko. Beliau mengartikan proses logis yang dilakukan dalam usaha bertujuan untuk menganalisa eksposur dari kerugian. Terakhir, Tampubolong mengemukakan pendapatnya terhadap pengertian merupakan suatu proses terarah dan sifatnya proaktif. Tujuannya adalah agar dapat mengakomodasi kesempatan gagal dalam satu atau sebagian transaksi dan instrumen.

Tujuan Manajemen Risiko Perusahaan

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Secara global manajemen risiko perusahaan memiliki enam tujuan mulia yang tumbuh dalam badan usaha atau organisasi. Pertama, manajemen resiko tergambar seperti tameng perusahaan untuk melindungi perusahaan. Perlindungan dilakukan untuk meminimalisir risiko signifikan yang dapat menjadi penghambat pencapaian tujuan perusahaan sendiri.

Kedua, membantu elemen perusahaan dalam proses pembentukan kerangka kerja manajemen risiko. Agar masa yang akan datang dapat berjalan secara konsisten dalam menghadapi proses bisnis serta fungsi perusahaan. Ketiga, sebagai pendorong manajemen agar bertindak proaktif mengurangi potensi risiko. Tetapi juga merubahnya menjadi sumber keunggulan daya bersaing dan kinerja usaha.

Keempat, sebagai alarm pengingat untuk berhati-hati dalam tindakan yang dihadapkan pada risiko. Sehingga tujuan bersama dalam perusahaan dapat tercapai dan tidak cacat. Kelima, sebagai upaya peningkatan kinerja perusahaan berupa penyediaan informasi tingkat risiko. Informasi didapat dari risk map dan berguna untuk pengembangan strategi yang sejalan dengan perbaikan proses.

Tujuan terakhir yaitu keenam yakni sebagai alat sosialisasi suatu manajemen risiko. Sebab tidak setiap individu mampu membangunnya. Sehingga dengan adanya manajemen ini setiap individu perusahaan dapat memahaminya dan mensosialisasikan risk management.

Manajemen Risiko Perusahaan Operasional

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Merupakan manajemen yang ditetapkan atas dasar meminimalisir yang timbul dari kecacatan fungsi dan proses internal perusahaan. Sumber kegagalan itu biasanya berasal dari human error, kegagalan yang disebabkan sistem, dan faktor bencana alam. Ditarik kesimpulan terdapat empat faktor menyebabkan risiko timbul diantaranya manusia, proses, sistem, dan eksternal.

Manajemen risiko operasional bagi suatu perusahaan diharapkan sebagai upaya penangkalan risiko pertama. Sementara itu disebut juga suatu langkah preventif dan sanksi agar kapasitas produksi dan layanan tetap stabil. Dalam konteks ini diharapkan agar stabilitas tersebut tidak terganggu dengan hal-hal yang bersifat merusak.

Manajemen Risiko Perusahaan Hazard

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Manajemen risiko perusahaan hazard berhubungan dengan kondisi potensial penyebab kerusakan hingga terjadi kebangkrutan. Dengan masuk dalam pembahasan hazard artinya menyentuh persoalan perilaku. Perilaku dimaksud berupa peristiwa yang dilakukan oleh individu mendatangkan kerugian bisnis. Manajemen hazard perusahaan terdiri atas tiga macam yakni legal hazard, moral hazard, dan physical hazard.

Legal hazard berupa pelanggaran atau tindakan acuh terhadap peraturan bisnis yang dapat menjadi potensi kebangkrutan, Misalnya yang paling sering dilakukan karyawan adalah melanggar SOP atau peraturan perusahaan dan berakibat fatal. Sedangkan, physical hazard bukan disebabkan oleh manusia melainkan berasal dari kebendaan.

Misalnya, mesin tua menimbulkan kerugiaan ketika memproduksi barang, kecelakaan pegawai saat proses produksi disebabkan oleh mesin.

Sementara itu, moral hazard adalah sikap atau perilaku karyawan yang mendatangkan kerugian. Contohnya adalah ketidakjujuran dan tindak korupsi yang merugikan keuangan perusahaan. Selain itu, pelayanan tidak baik oleh karyawan terhadap konsumen menimbulkan akibat buruk terhadap perusahaan.

Manajemen Risiko Perusahaan Finansial

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Dalam manajemen risiko perusahaan bidang finansial terwujud dalam upaya pengawasan terhadap risiko, keuntungan, harta, aset, dan perlindungan hak milik perusahaan. Proses pengelolaan risiko finansial berdasarkan praktiknya berupa identifikasi, evaluasi, serta pengendalian risiko. Proses tersebut dilakukan untuk menemukan potensi yang mengancam keberlangsungan perusahaan.

Manajemen finansial merupakan salah satu hal penting sebab bidang finansial menjadi sumber daya perusahaan. Tugas seorang akuntan wajib untuk mempertimbangkan risiko-risiko yang berkaitan dengan keuangan misalnya, risiko likuiditas, kredit, pajak, akuntansi, dan regulasi. Bidang manajemen finansial selalu berkaitan dengan naik turunnya kurs mata uang.

Manajemen Risiko Strategis Perusahaan

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Dalam manajemen risiko strategis suatu perusahaan hasil akhirnya adalah pengambilan keputusan. Hal tersebut terkait risiko tak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku dunia usaha. Kegiatan dilakukan pelaku bisnis menjalankan strategi yang telah dirancang. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi yakni risiko kompetitif, risiko operasi, risiko asset, dan risiko impairment.

Tujuan diadakannya manajemen risiko strategis agar dapat mengetahui peluang risiko yang dapat terjadi. Yang harus digaris bawahi adalah pakah adanya risiko tersebut dapat merugikan perusahaan. Untuk memanjemenkannya dapat menyusun daftar mulai dari daftar risiko, penilaian risiko, penilaian kondisi, rencana tindakan jika muncul risiko terburuk.

Komponen Manajemen Risiko Perusahaan

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Berdasarkan Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commission (COSO) terdapat beberapa proses dan komponen suatu manajemen risiko perusahaan.Pertama, lingkungan internal berupa perilaku manajemen terhadap operasi perusahaan secara umum. Kedua, penetapan tujuan operasional agar dapat mengelola dan mengidentifikasi risiko potensial. Sasaran objektif ada dua yaitu strategic objective dan activity objective.

Ketiga, manajemen resiko perusahaan yang mengidentifikasi kejadian yang kemungkinan terjadi. Identifikasi tersebut memperkirakan pengaruh terhadap strategi dan pencapaian visi misi perusahaan. Identifikasi peristiwa dapat memberikan gambaran kejadian yang tidak pasti terjadi dan dapat berdampak positif maupun negatif.

Strategi Manajemen Risiko Perusahaan Yang Efektif

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Langkah logis yang pertama kali dilakukan setelah mengidentifikasi risiko adalah menetapkan strategi. Sehingga tidak hanya dapat meminimalisir dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi tetapi mengaturnya. Dalam konteks tersebut mengatur risiko yang sedang berjalan, dimana risiko tersebut tidak dapat dihindari lagi.

Strategi yang diambil terkait dengan monitoring peluang risiko bisnis, mengupdate rencana general, dan aktivitas yang sedang berjalan. Strategi perancangan manajemen resiko perusahaan yang solid adalah instrumen penting dan tidak mudah dilakukan. Kegagalan perusahaan tidak melulu karena keadaan ekonomi, melainkan juga disebabkan keadaan kasat mata.

Keadaan tidak tampak yaitu strategi yang berjalan cacat dapat menghambat atau bahkan menghancurkan rencana terbaik. Oleh sebab itu hal pertama yang dilakukan ialah membuat perencanaan. Perencanaan disusun berdasarkan hasil rapat dari para petinggi perusahaan memiliki format yang berbeda.

Setelah ditetapkan perencanaan, langkah berikutnya yakni monitor terhadap efektivitas tindakan tersebut. Monitoring akan efektifitas dari manajemen risiko dapat diberik skala keberhasilan. Misalnya dengan 5 poin yakni sangat tidak cukup, tidak cukup, cukup memuaskan, memuaskan, sangat memuaskan. Sehingga pada waktu evaluasi dapat ditemukan upaya minimaliisir dampaknya.

Langkah yang diambil dalam menangani risiko setelah memperoleh laporan efektivitas manajemen risiko. Dalam dunia manajemen risiko perusahaan selalu ada upaya penanganan risiko meskipun belum terjadi. Terdiri dari 4 upaya yaitu dengan menghindarinya, menguranginya, memindahkannya, dan menerimanya.

Setiap upaya tersebut harus dijabarkan kelebihan dan kekurangannya agar menggambarkan rencana cadangan. Disamping itu dalam manajemen risiko tidak hanya dibutuhkan pengukuran dan monitor terhadap bisnis yang sedang berlangsung. Akan lebih baik lagi jika membuat daftar risiko dalam bisnis beserta perlindungan dan akibat positif negatifnya.

Daftar risiko yang dibuat untuk laporan manajemen risiko perusahaan tersebut tidak bersifat tetap. Namun dilakukan pembaharuan sesuai dengan perkembangan dinamis eksternal dan internal perusahaan. Hal tersebut dapat memberi gambaran situasi saat ini, risiko yang akan datang, dan efektifitas dari tindakan perusahaan sendiri.

Sebuah strategi dalam manajemen risiko bersifat komprehensif tersebut berpengaruh terhadap seluruh elemen bisnis suatu perusahaan. Meliputi bisnis yang dihadapi, urutan mengenai intensitas risiko yang sering terjadi, dan penjabaran mengenai dampak-dampak seriusnya. Strategi tersebut artinya dilakukan bersamaan dengan evaluasi efektifitas dari manajemen tersebut.

Strategi membutuhkan tengat waktu dan penanggungjawab yang jelas. Serta didukung dengan komitmen dari pembuat dan pelaksana manajemen risiko agar sukses dilakukan. Kejadian tidak terduga bisa saja muncul dengan tiba-tiba, sementara dengan strategi dapat menjadi pelindungnya. Intinya suatu strategi dari manajemen risiko adalah elemen pendukung dan paling penting.

Tips Manajemen Risiko Perusahaan

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Para petinggi perusahaan dan dewan direksi yang membuat suatu manajemen risiko perlu memperhatikan beberapa hal penting. Pertama, mengenai tujuan perusahaan dan pengukuran model risiko. Hal tersebut merupakan langkah awal yang harus diperhatikan karena menjadi pilar perusahaan,

Kedua adalah kelengkapan dari model risiko akan datang dan kemungkinan besar terjadi. Sehingga ada gambaran dampak buruk bagi perusahaan dimasa depan. Ketiga, proses manajemen risiko yang ditentukan dan diterapkan. Berdasarkan hasil rapat dewan direksi dan biasanya berlaku untuk semua struktural perusahaan.

Selanjutnya yang keempat adalah suatu mekanisme yang diciptakan sebagai tantangan yang efektif. Mekanisme tersebut digunakan untuk memvalidasi penerapan dari model tersebut. Disamping itu, mekanisme perlu didukung pengembangan dokumentasi. Tips kelima yaitu mengelompokkan risiko dinamis dan performanya untuk mengelola model risiko tersebut.

Tips terakhir dalam membuat dan melaksanakan manajemen risiko perusahaan adalah pengumpulan data-data operasional selama perusahaan berjalan dan evaluasinya. Sehingga memperjelas tanggung jawab yang telah dipenuhi oleh unsur-unsur perusahaan. Hal tersebut tidak hanya sebagai pelengkap tetapi juga penyelaras dalam keberlangsungan manajemen itu.

Tips diatas dapat diterapkan pada manajemen risiko agar berjalan efektif dan efisien. Jika terdapat sumber daya manusia yang tidak baik dalam pengelolaan dapat mengakibatkan kecacatan. Kecacatan tersebut berpengaruh besar terhadap keberlanjutan perusahaan baik dalam bidang internal maupun eksternal.

Manajemen Risiko Perusahaan Berasal Dari Internal

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Manajemen risiko internal bertujuan untuk mengatur kegiatan operasional agar mengecilkan kemungkinan target produksi yang tidak tercapai. Hal tersebut dapat berasal dari kerusakan alat mengakibatkan proses produksi menjadi terhambat. Selain itu, sumber daya manusia termasuk dalam lingkup manajemen risiko perusahaan pada bagian internal.

Dalam berjalannya perusahaan juga seiring dengan upaya peningkatan kompetensi sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Sumber daya manusia dapat dikatakan sebagai aset berharga dari suatu perusahaan. Selain itu, berpengaruh terhadap peningkatan dan penurunan pendapatan perusahaan.

Manajemen Risiko Perusahaan Berasal Dari Eksternal

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko

Manajemen risiko eksternal dalam perusahaan bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan penundaan dan kegagalan. Risiko eksternal yang dihindari seperti protes atau keberatan dari masyarakat dan biaya operasional perusahaan lebih besar dari pendapatan. Disamping itu, perlu diberikan perhatian akan keselarasan perusahaan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal penting lainnya pada eksternal wajib diperhatikan adalah manajemen risiko terhadap pembayaran. Pembayaran yang dimaksud adalah upah terhadap pekerjaan, upah dari kontrak kerjasama. Dengan melakukan pembayaran rutin bulanan terhadap karyawan atau berdasarkan kontrak diharapkan tidak menimbulkan piutang. Sehingga arus kas perusahaan tetap stabil.

Nilai tukar valuta asing juga berpengaruh sebab fluktuasi nilai tukar dapat menimbulkan kerugian. Jika terjadi selisih kurs akan mengakibatkan naik turunnya laba. Pergerakan nilai mata uang yang drastis juga berdampak terhadap kinerja keuangan dan kas perusahaan.

Disamping itu, peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah dan Pusat dapat mempengaruhi manajemen risiko yang dirancang. Sebab, baik secara tidak langsung maupun langsung memiliki kaitan dengan seluruh elemen dan kinerja perusahaan. Biasanya bagian yang terkena dampak peraturan tersebut yakni bidang operasional, sumber daya manusia, dan finansial.

Persaingan perusahaan domestik dengan perusahaan asing berada pada jalur yang sama dapat mengakibatkan pergesekan. Oleh karena itu diperlukan suatu manajemen risiko terhadap persaingan usaha. Sehingga diperoleh kesimpulan mengenai reputasi perusahaan dimata masyarakat dan rekan pebisnis lainnya. Reputasi yang baik dapat mempengaruhi investor, kerjasama, dan pendapatan.

Manajemen risiko juga diperlukan untuk menghadapi perkembangan teknologi. Zaman sekarang teknologi informasi seperti media sosial berpengaruh pada produktivitas dan efisiensi perusahaan. Perusahaan yang berpola pikir kuno dan tidak mengikuti perkembangan teknologi, daya saingnya terbatas. Berbeda denga perusahaan modern yang khatam akan teknologi dapat bergerak lancar.

Hal yang paling penting dalam manajemen risiko dan tidak dapat dihindari adalah faktor bencana alam. Misalnya terjadi banjir, kebakaran, tanah longsor, dan gunung meletus dapat menghambat proses operasional dan transportasi. Dampaknya terhadap finansial adalah menaikkan angka pengeluaran atau menurunkan pendapatan perusahaan.

Manajemen risiko perusahaan juga berkonsentrasi pada lingkungan ekternal. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan hidup sekitar perusahaan jika tergolong perusahaan konvensional. Risiko yang harus diperhatikan dan kemungkinan terjadi yaitu kerusakan dan terganggunya warga sekitar atau lingkungan.

Risiko lingkungan tersebut dapat mengakibatkan tuntutan pemulihan dan perbaikan atas lingkungan yang rusak. Jika perusahaan konvensional yang sedang berjalan menjadi salah satu penyebabnya. Hal tersebut mengakibatkan pengeluaran anggaran tambahan dan menurunkan reputasi perusahaan. Oleh karena itu risiko lingkungan harus ditindaklanjuti dengan suatu manajemen risiko.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Manajemen Risiko

Leave a Reply