Macam Macam Sistem Ekonomi Beserta Kelebihan, Kekurangan, Ciri Ciri

Macam Macam Sistem Ekonomi Beserta Kelebihan, Kekurangan, Ciri Ciri

Sistem Ekonomi – Sistem ekonomi adalah cara yang dipakai oleh suatu negara untuk menghadapi atau menyelesaikan masalah dalam bidang ekonomi di negara tersebut. Setiap negara mempunyai sistem ekonomi yang berbeda- beda, tergantung dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi di negaranya. Lalu, apa saja macam- macam sistem ekonomi yang ada di dunia ini?

Setiap negara di dunia menggunakan sistem yang paling sesuai dengan kondisi negaranya, baik secara politik, ekonomi, ideology dan keadaan alam. Seperti di negara kita, sistem perekonomian Indonesia menggunakan sistem campuran yaitu sistem ekonomi pancasila. Sistem perekonomian di Indonesia belum tentu dapat diterapkan di negara lain dan begitupun sebaliknya.

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi

• Gilarso

Sistem ekonomi yaitu keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat, baik para produsen, konsumen, bank, pemerintah dan sebagainya dalam menjalankan kegiatan ekonomi untuk produksi, konsumsi, distribusi, inestasi dan sebagainya. Sehingga dapat terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis untuk menghindari kekacauan dalam bidang ekonomi.

• McEacern

Sistem ekonomi merupakan seperangkat mekanisme dan institute untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana dan untuk siapa barang dan jasa distribusi atau sering disebut what, how and for whom.

• Gregory Grossman dan M. Manu

Sistem di dalam ekonomi merupakan sekumpulan- sekumpulan unsur- unsur atau komponen- komponen yang terdiri dari untit- unit ekonomi dan lembaga- lembaga ekonomi yang bukan hanya saling berhubungan dan berinteraksi namun juga untuk saling menopang dan mempengaruhi.

Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi

• Sebagai penyedia dorongan untuk memproduksi secara aktif.
• Berfungsi untuk mengoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
• Sebagai pengatur di dalam pembagian hasil produksi untuk seluruh anggota masyarakat supaya bisa terlaksana seperti yang diharapkan.
• Untuk menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi jasa dan barang berjalan dengan sebaik- baiknya.

Tujuan Adanya Sistem Ekonomi di Setiap Negara

Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi

Segala Sesutu yang dibuat pastinya memiliki tujuan tertentu. Apalagi sesuatu yang cukup komplek, seperti halnya sistem dalam ekonomi. Adapun tujuan adanya sistem ekonomi diantaranya sebagai berikut:

1. Kestabilan Ekonomi

Stabilitas ekonomi atau kestabilan ekonomi merupakan suatu keadaan dimana jumlah uang yang beredar sesuai dengan jumlah produksi barang dan penggunaan jasa dalam suatu negara. Apabila jumlah peredaran uang lebih besar dari pada biaya produksi, maka harga suatu produk akan menjadi lebih tinggi. Keadaan tersebut biasa disebut dengan inflasi.

Termasuk dalam jumlah produksi yang semakin tinggi akan tetapi daya beli masyarakat tidak ada. Apabilah jumlah produksi meningkat namun daya beli masyarakat rendah, maka sebuah perusahaan tidak akan mampu lagi membayar upah pegawai. Apabila keadaan tersebut berlangsung lama, maka sering disebut resesi ekonomi, yang dapat mengakibatkan depresi ekonomi.

2. Untuk Mengatasi Pengangguran

Tujuan diadakannya sistem ekonomi adalah untuk mengurangi pengangguran (full employed) dalam suatu negara.
Full employed merupakan suatu keadaan dimana tidak ada satu orang pun dalam suatu negara yang menganggur atau tidak memiliki pekerjaan. Oleh sebab itu, masing- masing negara mengupayakan sistem ekonomi yang dapat meningkatkan jumlah wirausaha. Dengan begitu maka akan terdapat banyak lapangan pekerjaan.

3. Pertumbuhan Ekonomi

Tujuan yang terakhir dengan adanya sistem ekonomi adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi (growth).
Pertumbuhan atau growth yaitu suatu keadaan dimana antara jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Misalnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2013 mengalami peningkatan 5,1% dan seterusnya.

Parameter Pengukur Pertumbuhan Ekonomi

Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi

Untuk mengukur pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara, dapat dilihat dari beberapa parameter berikut ini:

• Tingkat Produktivitas Nasional

Produktivitas yaitu perbandiangan antar jumlah produksi dan jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produksi.

• Produk Nasional Bruto

Produk nasional bruto yaitu nilai total seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh para pelaku ekonomi pada suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

• Neraca Pembayaran dan Hutang Negara

Neraca pembayaran dan hutang negara yaitu selisih antara jumlah hasil yang diperoleh dari proses ekspor dan impor. Hasil ekspor dan impor dicatat dalam sebuah neraca perdagangan, sedangkan penerimaan dan pembayaran devisa dicatat dalam neraca pembayaran.

Adanya kesamaan sistem ekonomi antara negara yang satu dengan yang lainnya belum tentu bisa sama- sama maju. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhi, seperi sumber daya manusia (SDM) dan juga keberadaan sumber daya alam (SDM) dari masing- masing negara.

Macam – macam Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi

Seperti telah kita sebutkan di atas, bahwa timbulnya berbagai macam sistem ekonomi di dunia ini terjadi karena perbedaan kondisi dan situasi masing- masing negara. Jadi, sistem ekonomi pada suatu negara sangat tergantung pada kondisi negara yang bersangkutan.

Adapun macam- macam sistem ekonomi yang ada di dunia yaitu sebagai berikut:

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional yaitu suatu sistem perekonomian yang berlandaskan pada suatu kebiasaan, tradisi dan adat istiadat masyarakat yang dilakukan secara turun temurun dimana faktor ekonominya sangat terbatas.

Ciri- Ciri Sistem Ekonomi Tradisional:

• Belum mengenal uang, sehingga proses transaksinya masih menggunakan sistem barter.
• Jenis produksi barang masih masih berdasarkan dengan kebutuhan yang ada.
• Tidak ada pembagian sistem kerja.
• Hubungan dengan masyarakat masih bersifat kekeluargaan.
• Masih bertumpu pada sektor agraris.
• Keadaan masyarakatnya yang masih sangat tradisional dan lebih cenderung miskin.
Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional
• Dalam sistem ekonomi tradisional, semua anggota masyarakat masih memiliki motivasi untuk menjadi seorang produsen.
• Kegiatan ekonomi yang berlangsung hanya untuk memenuhi kebutuhan, bukan untuk mencari suatu keuntungan.
• Masyarakat lebih cenderung jujur dalam setiap kegiatan pertukaran karena kegiatan ekonominya masih menggunakan sistem barter.

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

• Dalam sistem ekonomi tradisional belum terdapat kerjasama yang baik dengan masyarakat.
• Masih sulit dalam penentuan nilai barang yang dipertukarkan.
• Jenis dan jumlah barang yang dihasilkan sering kali belum bisa melayani kebutuhan secara sepenuhnya.
• Masih sulit dalam mempertemukan pihak- pihak yang saling membutuhkan untuk kegiatan perekonomian.

2. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)

Sistem ekonomi komando atau terpusat (sosialis) merupakan suatu sistem perekonomian yang menempatkan pemerintah sebagai pemilik dominan dalam mengatur semua kegiatan ekonomi. Penempatan sistem perekonomian sosialis penguasaan yaitu yaitu dengan membatasi kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat.

Ciri- Ciri Sistem Ekonomi Terpusat atau Komando

• Dalam sistem perekonomian terpusat, pemerintah memiliki kekuasaan dominan terhadap pengaturan jalannya kegiatan perekonomian.
• Negara tidak mengakui hak milik untuk perorangan, kecuali yang telah dibagikan.
• Segala sumber daya dan peralatan produksi yaitu milik negara.
• Dalam sistem ekonomi terpusat, pemerintah berkuasa dalam pembagian tugas sehingga tidak ada kebebasan berusaha untuk individu.
• Semua harga ditentukan oleh pemerintah.

Kelebihan Sistem Ekonomi Terpusat atau Komando

• Semua aktivitas perekonomian lebih mudah diawasi dan dikendalikan.
• Semua kegiatan ekonomi menjadi salah satu tanggungjawab pemerintah sepenuhnya.
• Mencegah terjadinya kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Kekurangan Sistem Ekonomi Terpusat atau Komando

• Dalam sistem perekonomian terpusat, maka hak milik perorangan tiak diakui oleh pemerintah.
• Segala potensi, kreatifitas, dan juga inisiatif asyarakat tidak dapat berkembang dengan baik.
• Setiap individu tidak memiliki kebebasan untuk memiliki usaha sensiri.
• Kualitas dalam suatu pemerintahan menjadi penentu keberhasilan sistem ekonomi sosial.

3. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem perekonomian liberal atau kapitalis merupakan salah satu bentuk sistem ekonomi yang dapat memberikan kebebasan sebesar- besarnya kepada setiap individu dalam kegiatan perekonomian tanpa harus dicampuri oleh pemerintah.

Ciri- Ciri Sistem Ekonomi Liberal

• Setiap individu memiliki hak untuk memiliki alat produksi dan mendapatkan kebebasan dalam melakukan kegiatan perekonomian.
• Harga- harga di pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran bukan ditentukan oleh pemerintah.
• Dalam sistem ekonomi liberal terdapat persaingan bebas antar pelaku ekonomi.
• Setiap individu dalam sistem perekonomian liberal dapat mengambil keuntungan yang sebesar- besarnya.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

• Setiap individu memiliki motivasi untuk berkarya dan melakukan kegiatan ekonomi untuk kemakmuran.
• Setiap individu dapat memilih sektor usaha sesuai dengan kemampuannya.
• Terdapat peningkatan efisiensi dan kualitas barang yang dihasilkan.
• Negara mengakui adanya hak untuk milik perorangan.

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

• Dengan adanya sistem perekonomian liberal, maka sering terjadi eksploitasi terhadap sumber manusia dan alam.
• Sering timbul persaingan usaha yang tidak sehat antar pelaku ekonomi.
• Adanya suatu pihak yang memonopoli pada sumber- sumber ekonomi.
• Tingginya kesenjangan sosial dalam kehidupan bermaysarakat.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran yaitu penggabungan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem perekonomian ini, masyarakat diberi kebebasan dalam melakukan kegiatan perekonomian, namun dalam pelaksanaannya maka pemerintah memiliki peran penting dalam mengawasi dan mengendalikan semua kegiatan perekonomian.

Ciri- Ciri Sistem Ekonomi Campuran

• Dalam sebuah kegiatan perekonomian juga dilakukan dalam pihak swasta karena adanya sebuah kesempatan.
• Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah ikut serta dalam segala kegiatan perekonomian.

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

• Pemerintah mendukung, mengakui dan melindungi hak kepemilikan usaha peroranga.
• Terdapat pemisahan yang jelas dalam sektor ekonomi pemerintahan dengan pihak ekonomi swasta.
• Pergerakan harga- harga barang di pasar dapat diawasi dan dikendalikan.

Kekurangan Sistem Perekonomian Campuran

• Dalam sistem perekonomian campuran, memiliki potensi terjadinya etatisme apabila peran pemerintah semakin mendominasi terhadap masyarakat.
• Potensi terjadinya monopoli apabila pihak swasta mendominasi, sehingga hal itu akan sangat merugikan masyarakat.

Sistem Perekonomian Indonesia

Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi

Sebuah sistem pada dasarnya adalah suatu organisasi besar untuk menjalin berbagai objek dan subjek serta perangkat kelembagaan di dalam suatu tatanan tertentu. Objek atau subjek pembentuk sebuah sistem bisa berupa orang atau masyarakat dalam suatu sistem atau lembaga kemasyarakatan. Dalam sebuah sistem, sesederhana apapun selalu mengandung kadar kopleksitas tertentu.

Dalam sebuah sistem bukan hanya sekedar himpunan suatu subjek atau suatu objek. Melainkan sebuah sistem yaitu merupakan sebuah jalinan dari semua hal tersebut yang mencangkup subjek atau objek dan perangkat kelembagaan yang membentuknya.

Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda- beda terutama di Indonesia. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana semua kegiatan perekonomian diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia. Maka sistem ekonomi di Indonesia berubah menjadi sistem perekonomian sosialis.

Pada masa orde baru, sistem perekonomian yang dianut bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem perekonomian ini hanya bertahan sampai masa reformasi. Setelah itu pemerintahan melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan dan sistem ekonomi inilah yang masih berlaku di Indonesia hingga saat ini.

1. Sistem Ekonomi Demokrasi

Sistem ekonomi demokrasi adalah suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 dan berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh dan untuk rakyat yang dipimpin dan diawasi oleh pemerintah.

Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik dengan golongan ekonomi lemah maupun pengusaha semuanya aktif dalam usaha untuk mencapai kemakmuran bangsa. Oleh sebab itu, negara berperan dalam sebuah perencanaan. memberikan bimbingan dan mengarahkan dalam kegiatan perekonomian.

Dengan begitu terdapat sebuah kerjasama untuk saling membantu antara pemerintah, swasta dan juga masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.

Ciri- Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi

• Cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai untuk kepentingan hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
• Bumi, air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar- besarnya untuk kepentingan rakyat.
• Seluruh warga negara tanpa terkecuali memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta memiliki hak katas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
• Perekonomian di Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
• Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara Indonesia dikembangkan sepenuhnya dalam batas- batas yang tidak merugikan untuk kepentingan umum.
• Fakir miskin dan anak- anak terlantar menjadi tanggung jawab negara.

Ciri- Ciri Negatif pada Sistem Ekonomi Demokrasi

• Sistem free fight liberalis adalah sistem persaingan bebas yang dapat saling menghancurkan dan dapat menumpuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa, sehingga bisa menimbulkan kelemahan structural dalam perekonomian nasional.
• Persaingan yang tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli dapat merugikan masyarakat.
• Sistem etatisme, dimana sebuah negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dapat mematikan potensi dan daya kreasi untuk unit- unit ekonomi di luar sektor negara.

2. Sistem Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah Indonesia bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengelaurkan ketetapan Majlis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, mengenai Garis- Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian di Indonesia yaitu sistem perekonomian kerakyatan.

Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun 1998. Pada sistem perekonomian kerakyatan ini, maka masyarakat yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi. Sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus untuk menciptakan dan mengembangkan dalam dunia usaha.

Ciri- ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan

• Terdapat perlindungan terhadap hak- hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
• Menjamin dan memberikan kesempatan yang sama dalam bekerja dan berusaha.
• Mampu mewujudkan pembangunan yang berwawasan dalam lingkungan dan berkelanjutan.
• Memperhatikan pertumbuhan ekonomi, kepentingan sosial, nilai keadilan dan kualitas hidup secara maksimal.
• Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, dengan mengembangkan persaingan yang sehat, dinamis dan inovatif.

Faktor Penyebab Macam- Macam Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi

Timbulnya beragam sistem ekonomi dalam suatu negara disebabkan karena beberapa faktor, antara lain:
• Ada tidaknya campur tangan pemerintah terhadap kegiatan ekonomi.
• Terdapat sebuah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh suatu negara.
• Kepemilikan suatu negara terhadap faktor- faktor produksi.
• Sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu negara tersebut.

Itulah penjelasan mengenai pengertian sistem ekonomi, fungsi ekonomi, jenis- jenis sistem ekonomi beserta sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia saat ini.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Sistem Ekonomi

Leave a Comment