KOMUNIKASI INTERPERSONAL : Pengertian, Teori, Prinsip, Tujuan

KOMUNIKASI INTERPERSONAL : Pengertian, Teori, Prinsip, Tujuan

Komunikasi Interpersonal – Berkomunikasi adalah sebuah kebutuhan. Karena sebagai makhluk sosial manusia saling membutuhkan antar sesama. Dalam hal itu pun banyak faktor yang diperlukan. Baik secara psikologis maupun faktor – faktor lain yang memengaruhinya. Seperti halnya komunikasi interpersonal yang harus diterapkan ketika berinteraksi dengan sesama manusia.

Dalam penerapannya, komunikasi interpersonal ini juga memiliki beberapa teori dan tahapan – tahapan tertentu demi terciptanya bentuk komunikasi yang efektif serta efisien. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai pembahasan teori komunikasi interpersonal.

Pengertian Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal
  • Menurut G.R Miller dan M. Steinberg, mengatakan bahwa komunikasi secara interpersonal dapat dipandang sebagai komunikasi yang terjadi dalam suatu hubungan interpersonal. (komunikasi menurut para ahli : 1975)
  • Judy C. Pearson, dkk, menyatakan sebagai mana bahwa komunikasi ini adalah proses yang menggunakan pesan – pesan sebagai media perantara untuk menyampaikan maksud tertentu antara dua orang atau lebih dalam suatu interaksi. (2011)
  • Sedangkan menurut Ronald B. Adler, dkk, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan sesama ini merupakan komunikasi secara kontekstual. (teori dramaturgi : 2013)
  • Joseph De. Vito, mengungkapkan bahwa komunikasi secara interpersonal adalah interaksi verbal dan nonverbal yang dilakukan antara dua orang atau lebih, yang diantaranya memiliki ketergantungan. (2013)
  • Menurut Effendi (dalam Sunarto : 2003) mengatakan bahwa komunikasi secara interpersonal merupakan bentuk komunikasi paling efektif yang terjadi antara komunikan dan komunikator. Karena dalam interaksinya kita dapat melihat secara keseluruhan bentuk sikap dan raut wajah dari lawan bicara.

Dari beberapa pengertian para ahli tersebut bisa dinyatakan sebagai berikut. Komunikasi interpersonal merupakan bentuk komunikasi yang paling efektif apabila digunakan. Dari pernyataan Effendi tersebut sudah menitikberatkan kualitas interaksi antar sesama komunikator dan komunikan. Namun, hal itu tidak bisa dilihat secara kasat mata, apakah komunikasi ini berlangsung secara baik atau tidak.

Oleh karenanya, komunikasi interpersonal ini juga memiliki komponen – komponen penting dalam melakukan sebuah interaksi efektif. Berikut komponen yang tersaji dalam komunikasi ini .

Elemen – elemen dalam Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal

Dalam buku Pengantar Ilmu Komunikasi, kebanyakan telah disebutkan bahwa faktor – faktor yang memengaruhi komunikasi tersebut terdapat 8 hal yang perlu diperhatikan. Menurut Joseph De Vito dalam komunikasi ini terdapat beberapa elemen penting yang terlibat di dalamnya. Berikut diantaranya:

  • Sumber – Penerima

Dalam sebuah interaksi yang dilakukan akan terjadi dua orang atau lebih yang bertindak sebagai sumber informasi serta penerima informasi. Kedua elemen penting ini tidak bisa dihilangkan. Karena dua hal tersebut merupakan komponen wajib dalam melakukan komunikasi yang efektif. Sehingga sumber dan penerima ini menjadi elemen yang termasuk dalam teori De Vito.

  • Pesan

Adapun komponen yang kedua adalah pesan. Pesan sendiri diartikan sebagai sinyal yang dipandang sebagai stimuli atau rangsangan yang akan diterima oleh si penerima pesan (komunikan) oleh salah satu dari kelima indera kita. Dengan kata lain, dalam sebuah interaksi empat mata hal yang kita lakukan adalah saling bertukar pesan melalui panca indera yang kita miliki.

  • Encoding – Decoding

Encoding adalah sebuah tindakan yang bertujuan untuk menciptakan sebuah pesan. Ibarat menulis dan berbicara, sedangkan decoding adalah sebuah tindakan untuk memahami arti pesan yang disampaikan. Apabila encoding yang dilakukan oleh seseorang adalah menulis, decoding yang harus dilakukan adalah membaca. Begitu pula ketika berbicara, encoding yang dilakukan adalah mendengar.

  • Media (perantara)

Yang dimaksud dengan media disini adalah sebuah perantara dalam menjembatani terjadinya sebuah proses komunikasi yang efektif. Dapat dikatakan bahwa, proses tersebut adalah penerimaan serta penyaluran pesan melalui panca indera yang kita miliki. Sehingga dapat dikelola oleh otak dengan baik, untuk menyalurkan balasan selanjutnya.

  • Gangguan (noise)

Gangguan yang dimaksud disini adalah segala hal apapun yang mampu mendistraksi adanya proses interaksi yang dilakukan. Pendistorsian sebuah pesan ini bisa terjadi dimanapun. Dalam hal ini dapat dikatakan sebagai hambatan dalam berkomunikasi. Secara teori digolongkan menjadi: gangguan semantic, gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan intelektual, serta faktor lingkungan.

  • Umpan balik (feedback)

Dalam sebuah interaksi efektif. Komunikator dan komunikan akan saling memberikan feedback terhadap pesan yang kita terima sebagai bentuk dari respon pesan yang kita kirim atau terima. Umpan balik ini juga terdapat berbagai macam. Seperti halnya umpan balik nonverbal, umpan balik positif, umpan balik negative dan umpan balik yang lainnya.

  • Konteks

Sebuah pembicaraan akan berlangsung dalam sebuah lingkungan tertentu, dimana lingkungan tersebut akan memengaruhi isi pembicaraan yang dilakukan. Hal ini dinamakan dengan “konteks”. Selain itu, konteks disini juga terbagi berbagai macam. Konteks lingkungan, konteks situasi, konteks budaya, serta konteks – konteks lain yang mampu memengaruhi isi dari pembicaraan tersebut.

  • Etika

Dalam melakukan komunikasi pasti akan timbul konsekuensi. Dimana konsekuensi ini akan memengaruhi interaksi selanjutnya. Oleh karena itu, elemen terakhir yang paling penting dalam berkomunikasi adalah etika. Dimana kita harus menjaga perilaku serta tutur kata yang akan kita berikan terhadap lawan bicara kita, untuk tetap menjaga hubungan yang baik.

Dengan memahami situasi dan kondisi elemen komunikasi diatas, kita bisa mengasah keterampilan berkomunikasi kita dengan orang lain. Dengan begitu, kita bisa memperbaiki hubungan antar sesama individu yang lain.

Sifat Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal

Dalam hal ini Joseph De Vito menyatakan bahwa, dalam sebuah proses interaksi, terlebih komunikasi interpersonal pastilah memiliki sifat tertentu yang harus diketahui seseorang demi mencapai tujuan (pesan) yang ingin disampaikan. Oleh karenanya, pembagian sifat ini terbagi menjadi beberapa poin berikut:

  • Komunikasi interpersonal merupakan bentuk komunikasi yang saling bergantung satu sama lain.

Pada umumnya, komunikasi interpersonal ini terjadi antara dua orang individu atau lebih. Baik dalam sebuah interaksi kecil antara ayah dan anak, ataupun interaksi dalam sebuah kelompok kecil seperti keluarga. Dalam hal itu, komunikasi akan berjalan dengan saling ketergantungan komunikator serta komunikan. Sehingga interaksi akan berjalan dengan efektif apabila kedua poin tersebut dilakukan.

  • Komunikasi interpersonal secara inheren bersifat relasional

Sudah dikatakan bahwa, komunikasi ini merupakan sebuah proses interaksi yang saling bergantung satu sama lain. Tak luput dari hal tersebut, dapat dikatakan bahwa, komunikasi secara interpersonal itu sangat penting dalam menjaga sebuah hubungan antar individu. Oleh karenanya komunikasi interspersonal ini bersifat relasional.

  • Komunikasi interpersonal berada pada suatu kesatuan

Komunikasi interpersonal ini terletak dalam rangkaian suatu kesatuan yang panjang. Dimana kedua hal tersebut membentang dari impersonal ke personal yang lebih tinggi. Sehingga rangkaian ini membentuk suatu siklus yang disebut sebagai tingkat kekerabatan.

  • Komunikasi interpersonal melibatkan pesan verbal serta non verbal

Komunikasi secara interpersonal ini melibatkan pertukaran pesan, baik pesan verbal maupun non verbal. Dalam hal ini, bisa dikatakan bahwa, komunikasi ini harus saling terjadi umpan balik, agar terjadinya komunikasi interpersonal ini semakin efektif. Biasanya umpan balik verbal tersebut disertai dengan petunjuk – petunjuk nonverbal misal mimik wajah, serta gestur tubuh.

  • Komunikasi interpersonal tejadi dalam berbagai bentuk

Secara perkembangan zaman teori komunikasi juga semakin mengikuti arus berkembangnya suatu teknologi. Dapat dikatakan bahwa, zaman ini adalah peradaban dengan teknologi yang sangat maju. Dimana segala bentuk komunikasi dapat dilakukan melalu media apapun. Seperti contoh melakukan interaksi dengan smartphone melalui jaringan internet.

Dari berbagai sifat tersebut, menjadikan adanya sebuah interaksi yang efektif juga diperlukan beberapa hal diantaranya adalah sifat – sifat dari komunikasi interpersonal yang telah dijelaskan diatas. Dengan begitu, berinteraksi akan semakin mudah dan terampil dalam berbicara.

Prinsip – prinsip dalam Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal

Setelah mengetahui elemen serta sifat komunikasi interpersonal, hal selanjutnya yang harus diketahui adalah prinsip dalam komunikasi ini . Menurut Joseph De Vito (2013) ia mengemukakan bahwa, prinsip – prinsip komunikasi interpersonal adalah sebagai berikut:

  • Komunikasi interpersonal merupakan proses transaksional

Komunikasi interpersonal adalah sebuah proses dimana berlangsungnya interaksi akan saling berkelanjutan dimana elemen masing – masing akan saling ketergantugan dalam mencapai keefektifan dalam berkomunikasi. Oleh karenanya, dinyatakan bahwa, komunikasi ini merupakan sebuah proses transaksional adalah suatu jawaban dari rumitnya hal tersebut.

  • Komunikasi interpersonal memiliki tujuan

Dalam menyampaikan sebuah pesan atau informasi, pastinya komunikator tersebut memiliki suatu tujuan tertentu tujuan tersebut dirangkum menjadi 5 poin penting.

a. Belajar – berkomunikasi akan membuat kita memahami sisi orang lain dan dunia dengan baik.

b. Membina hubungan – komunikasi secara interpersonal membantu kita dalam menyelesaikan serta merawat hubungan dengan baik.

c. Memengaruhi – melalui komunikasi secara interpersonal juga terjadi adanya proses saling memengaruhi sikap serta perilaku terhadap orang lain.

d. Bermain – komunikasi interpersonal dapat digunakan sebagai kegiatan dalam bermain.

e. Membantu – melalui komunikasi secara interpersonal seorang terapis bisa melakukan teknik penyembuhan jiwa yang dikenal dengan komunikasi terapeutik.

  • Komunikasi interpersonal adalah ambigu

Dinyatakan ambigu, karena perspektif orang dalam mencerna sebuah pesan atau informasi tersebut bisa berbeda – beda. Sehingga kata ambigu disini mempunyai tujuan dengan makna ganda dari sebuah pesan.

  • Komunikasi interpersonal dapat berbentuk simetris atau komplementer

Dalam hal ini bentuk dari komunikasi interpersonal sendiri dapat berupa keadaan yang mampu merangsang pola pikir yang sama maupun berbeda. Daripada itu, bentuk seperti ini seringkali memunculkan tanda sebagai bentuk dari pesan yang akan disampaikan. Sehingga informasi yang diberikan pada nantinya tidak mendapatkan persepsi yang berbeda.

  • Komunikasi interpersonal bersifat irreversible

Yang dimaksud irreversible disini adalah, komunikasi ini merupakan suatu bentuk komunikasi yang tidak dapat dihindari, diulang, serta tidak dapat diubah. Oleh karenanya, ketika berinteraksi sebisa mungkin kita mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh komunikan. Sehingga tercapainya bentuk komunikasi yang efektif.

Teori Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal

Dalam konteks komunikasi ini , sejumlah teori yang dikemukakan oleh para ahli pada umumnya dikembangkan berdasarkan situasi yang ada. Hal itu bisa berwujud sebagai hipotesis baru setelah melalui berbagai macam percobaan sosial. Hal itu terangkum dalam beberapa poin yang menjelaskan mengenai kemudahan dalam menyampaikan pesan antar individu.

1. Constructivism

teori konstruktivisme merupakan teori kerangka kerja teoritis yang menghubungkan adanya upaya dalam menjelaskan anggapan seseorang dalam berkomunikasi. Hal itu dapat diketahui melalui berbagai macam cara, salah satunya adalah menggunakan teori konstruktivisme yang dikemukakan oleh Jesse Delia.

2. Symbolic interactionism

biasa disebut sebagai interaksi simbolik, yang memiliki tujuan mengenai kerangka perspektif dalam mengolah pesan yang disampaikan. Hal ini memengaruhi adanya komunikasi verbal maupun nonverbal yang dilakukan individu. Sehingga perlunya kaji ulang mengenai simbol – simbol yang diterapkan oleh masyarakat dalam memaknai maksud yang diungkapkan.

3. Attribution theory

sebuah kerangka kerja untuk memahami bagaimana perilaku masing – masing individu dalam menginterpretasikan perilaku mereka sendiri dan perilaku orang lain. Sehingga hal ini dikembangkan Fritz Heider, bahwa manusia akan termotivasi untuk memahami perilaku diri sendiri serta perilaku orang lain dalam menjelaskan pola perilaku.

4. Accommodation Theory

teori yang dikembangkan oleh Howard Giles ini lebih menitikberatkan terhadap pemodifikasian bentuk komunikasi dalam berbagai situasi yang terjadi. Hal ini dikarenakan, komunikasi interpersonal merupakan bentuk interaksi yang paling fleksibel. Sehingga perubahan dimensi isi berdasarkan kondisi lingkungan kerap terjadi.

5. Social penetration theory

teori yang digagas oleh Irving Altman dan Dalmas Taylor ini menggambarkan bagaimana pentingnyaself disclosure dalam menggerakkan suatu hubungan superfisial menjadi lebih intim dalam bentuk komunikasi yang ideal. Sehingga perubahan pola komunikasi tersebut akan berdampak pada pola hubungan yang terjalin.

Teori komunikasi interpersonal diatas, dapat diterapkan dalam pola komunikasi sehari – hari. Disesuaikan dengan segala bentuk kondisi lingkungan serta situasi yang ada. Dengan begitu, penerapan dari komunikasi sendiri akan lebih mudah tercapai.

Tak hanya itu saja, masih dalam konteks komunikasi ini sendiri, penyelesaian mengenai hubungan antar individu ini masih belum terungkap jelas. Sehingga perlu adanya pembahasan lebih lanjut mengenai hubungan interpersonal ini.

Hubungan Interpersonal

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal

Dalam mencapai sebuah hubungan intim, pola komunikasi yang terjalin sudah harus memasuki ke dalam tahapan yang lebih dalam. Karena pembicaraan mengenai pola hubungan ini akan berdampak pada kedekatan seseorang tersebut. Bisa diartikan sebagai, hubungan antar personal akan memengaruhi pola komunikasi yang dibentuk.

Sedikit penjelasan mengenai pola hubungan itu sendiri bahwa, komunikasi bisa dikatakan ideal (efektif) apabila terdapat dua faktor, komunikator dan komunikan. Kedua faktor tersebut tak hanya bertukar pesan saja, namun harus saling memberikan umpan balik positif. Apabila ketercapaian itu sudah mampu untuk dilakukan. Tindakan selanjutnya adalah pola hubungan yang dibangun.

  • Tahapan hubungan interpersonal

Dalam melakukan komunikasi interpersonal, khususnya pola hubungan. Joseph De Vito mengungkapkan pendapatnya sebagai berikut “sebelum komunikasi interpersonal berjalan dengan lancar, poin – poin yang harus diperhatikan dalam tahapan hubungan interpersonal harus terpenuhi (keterlibatan, keakraban, kemunduran, perbaikan, serta putusnya hubungan)”

Hubungan – hubungan seperti diatas harus diperhatikan apabila menganut De Vito. Karena tahapan dalam melakukan hubungan interpersonal adalah kepastian yang dimiliki oleh tiap individu.

  • Faktor – faktor yang memengaruhi hubungan interpersonal

Menurut Rakhmat (2001 : 129) terdapat beberapa faktor yang mampu memengaruhi hubungan interpersonal. Berikut diantaranya: sikap saling percaya, sikap sportif, serta sikap keterbukaan dalam berpendapat. Ketiga sikap tersebut akan saling memengaruhi individu dalam melakukan interaksi. Sehingga pola hubungan yang ada, akan tampak dengan sendirinya.

Manfaat Mempelajari Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal

Banyak hal yang bisa anda dapatkan ketika mempelajari komunikasi interpersonal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

  • Dapat mendatangkan manfaat intelektual yang didalamnya terkandung mengenai pemahaman terhadap orang lain dan diri sendiri
  • Memberikan manfaat praktis berupa pengalaman pribadi dalam melakukan interaksi dengan orang lain.
  • komunikasi ini dapat meningkatkan hubungan yang sudah terjalin dengan berbagai orang. Hal itu akan memengaruhi perilaku seseorang ke depannya.
  • Komunikasi secara interpersonal membantu seseorang dalam memenuhi kebutuhan sosial yang dimiliki oleh manusia. Bercakap – cakap untuk bertukar pikiran.

Dari berbagai manfaat diatas, masih banyak manfaat lain yang bisa anda peroleh secara Cuma – Cuma dengan mempelajari komunikasi interpersonal ini. Demikianlah penjelasan singkat ini mengenai komunikasi interpersonal. Tak kurang tak lebih, dapat dicari dengan sumber yang lebih lengkap tentunya.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Komunikasi Interpersonal

Leave a Comment