KAIN SINTETIS : Kelebihan, Kekurangan, Karakteristik, Jenis

KAIN SINTETIS : Kelebihan, Kekurangan, Karakteristik, Jenis

Kain Sintetis – Dalam memproduksi kaos ataupun baju yang digunakan dalam sehari – hari, sudah sepantasnya untuk memikirkan terlebih dahulu mengenai bahan dasarnya. Karena bahan dasar ini akan menentukan pakaian yang pada nantinya akan anda gunakan. Beragam model bahan kaos yang digunakan pun bermacam – macam. Dimulai dari kain sintetis, kain satin, katun, dan masih banyak yang lainnya.

Namun, pembahasan pada kali ini akan lebih tertuju terhadap kain sintetis. Kain sintetis sendiri adalah kain yang diproses melalui pemrosesan kimiawi dan minyak bumi, yang dicampur dengan sedemikian rupa, yang pada nantinya akan menghasilkan material baru dari jenis campuran ini. Utamanya pakaian yang terbuat dari bahan sintesis ini digunakan untuk melakukan produksi kaos untuk keperluan aktifitas olahraga.

Jenis Kain Sintesis

Kain Sintetis
Kain Sintetis

Tak hanya itu saja, kain sintesis ini juga terdiri dari berbagai macam model serta jenis – jenis bahan yang digunakan.
Macam – macam kain sintesis

• Polyester

Terbuat dari bahan serat sintetis yang terdiri dari bahan ester. Ester sendiri merupakan hasil sampingan dari minyak bumi dan diolah menjadi bahan serat yang dinamakan dengan fiberpoly. Sesuai dengan sifat dasarnya yang merupakan plastic, yang cenderung lebih elastis dan tipis akan sangat cocok untuk digunakan dalam pembuatan kaos lapangan.

Karena kebanyakan konveksi kaos akan menggunakan bahan ini sebagai bahan dasar dalam memproduksi kaos jersey ataupun sejenisnya. Namun apabila ditelusuri kembali, bahan polyester ini juga terdapat yang premium. Sehingga kualitas barangnya pun terjamin bagus.

• Viscose

Viscose yang merupakan bahan campuran organik dan sintesis yang terbaik dan termurah yang pernah ada. Karena dapat diketahui, bahan yang digunakan untuk pembuatan kain viscose ini terdiri dari serat kayu yang dipadukan dengan serat sintesa selulosa organic yang dapat menghasilkan bahan kain yang bertekstur lembut dan licin.

Serat viscose ini juga dapat bertahan dalam situasi kelembaban yang tinggi. Cemerlangnya warna yang lebih lembut dari kapas membuat serat viscose ini sangat sering digunakan untuk bahan utama dari kaos maupun pakaian sehari – hari. Akan tetapi, kain viscose ini tidak boleh untuk direndam terlalu lama dengan deterjen. Karena mengakibatkan “brudul” pada bahan kain.

• Hyget

Jenis bahan ini terbuat dari plastik dan berkarakter tipis. Karena saking tipisnya tekstur kaos, membuat bahan ini menjadi kelas terendah dari jenis – jenis kain sintetesis yang lainnya. Akan tetapi, dalam pengembanganya kain jenis ini memiliki “Super Hyget” dimana jenis ini merupakan kain rajutan yang dapat menyerap keringat lebih maksimal karena dibalut dengan pori yang lebih friendly.

• Paragon

Kain jenis paragon ini sangatlah tebal dan fleksibel untuk digunakan dalam aktivitas apapun. Kain ini masih termasuk dalam keluarga polyester yang memiliki tekstur yang terdiri dari kain high end jika dibandingkan dengan kain biasanya. Karakteristik dari kain paragon yang dasarnya memang sukar untuk menyerap keringat menjadi keuntungan bagi pakaian yang terbuat dari kain jenis ini.

Namun, tidak dipungkiri, bahwa tekstur yang mengkilat tersebut, akan terasa nyaman ketika digunakan oleh para pemain olahraga. Meskipun kain ini sangat tebal, dengan mudahnya kelenturan tubuh pun akan mengikuti semua gerakan dengan selaras. Jadi tidak perlu khawatir, bahwa kain ini tidak aman untuk digunakan dalam bentuk pakaian. Aman dalam takaran yang di sesuaikan.

• Spandex

Kain spandex ini merupakan jenis kain yang terbilang sangat elastis dibandingkan dengan kain sintesis yang lainnya. Kain jenis ini terbuat dari bahan polyurethane – polyuria Copolymer. Dikarenakan kain spandex sendiri yang dapat menyerap keringat dengan maksimal, akan menjadikan konsumen sangat tertarik untuk membeli pakaian yang terbuat dari bahan spandex ini.

Tak hanya itu saja, kain spandex ini selain elastis, juga termasuk dalah kategori yang fleksibel. Karena segala aktivitas yang kita lakukan dapat dengan mudahnya disesuaikan dengan karakteristik dari kain ini pula. Sehingga bahan jenis ini akan sangat recommended untuk digunakan untuk pakaian yang membutuhkan aktivitas – aktivitas berat.

Sehingga dapat dikatakan, bahan – bahan kain yang telah dijelaskan diatas merupakan beberapa kain sintesis yang termasuk dalam kategori yang sedikit lebih baik apabila membeli pakaian yang terbuat dari salah satu bahan tersebut. Jadi, bisa dipastikan bahwa, kain sintesis yang sangat cocok untuk anda gunakan adalah salah satu dari sekian banyak jenis yang telah dijelaskan diatas.

Setelah mengetahui dari berbagai macam jenis kain sintesis, alangkah baiknya apabila anda juga turut mengetahui, dari jenis sera tapa saja kain sintesis dibuat.

Jenis Jenis Serat Sintesis

Kain Sintetis
Kain Sintetis

1. Serat Polyester

Serat jenis ini adalah serat yang terbuat dari olahan hasil minyak bumi, yang dapat menghasilkan fiber poly beserta berupa biji plastic. Tak hanya itu saja, kekurangan yang dimiliki oleh serat kain jenis ini. Tebal dan kaku membuat serat jenis ini memiliki tingkat kelembaban yang rendah. Jadi sangat tidak direkomendasikan untuk dijadikan bahan utama dalam pembuatan pakaian.

2. Serat Aramid

Jenis yang paling sering digunakan oleh para petugas damkar, maupun pembalap mobil serta motor. Serat aramid adalah, jenis kain dari bahan yang terbuat dari nilon. Tahan api termasuk salah satu keuntungan yang dimiliki oleh serat kain jenis ini. Karena kain jenis mampu bertahan dalam kondisi panas sekitar 53 derajat Celsius.

3. Serat Acrylic

Serat acrylic, biasa disebut sebagai wol imitasi, karena bentuknya yang sangat mirip dengan dengan kain wol pada umumnya. Karakteristik dari kain ini pun akan sangat peka terhadap panas. Biasanya kain jenis ini juga lebih mudah dikeringkan. Sehingga bisa dibilang bahan jenis ini banyak digunakan sebagai bahan dasar utama pakaian berupa jaket ataupun semacamnya.

4. Serat CDP

Serat jenis ini adalah yang terakhir. Dimana, komposisi dari bahan ini adalah gabungan dari kain sintesis polyester. Sehingga mirip tidak mirip, beberapa keunggulan pun akan dimiliki oleh kain yang terdiri dari kain tersebut. Sehingga sifat asli darinya pun akan turut serta. Kain sintesis berjenis CDP ini dimodifikasi dari serat polyester, yang kebanyakan bahan tersebut digunakan sebagai pakaian pria dan wanita.

Proses Pembuatan Kain Sintesis

Kain Sintetis
Kain Sintetis

Ketika ingin membuat sebuah baju ataupun pakaian yang lainnya, bahan pertama yang harus anda siapkan adalah kain. Tentunya anda pun harus memilih kain yang memang cocok dengan anda. Dengan begitu, anda pun akan merasa nyaman ketika menggunakan baju tersebut. Terlebih dari itu, anda juga pasti akan mempergunakan sebaik mungkin kain pilihan anda.

Sebelum mengenal lebih jauh kain sintetis setidaknya anda juga perlu mengetahui proses dibalik pembuatan kain sintetis tersebut. Dimulai dari proses yang bertahap dengan pembuatan benang, ditenun menjadi kain, dan selanjutnya penyempurnaan tekstil. Namun, sebelum semua tahapan – tahapan pembuatan kain sintetis tersebut dilakukan. Anda pun juga harus mengetahui kinerja secara mekanismenya.

• Ginning atau penjeratan (mengubah serat)

Proses ginning ini harus dilakukan setelah musim panen berlangsung. Karena panen kali ini harus langsung dipisahkan serat kapas dari tempat polongnya berada. Sehingga tahapan awal yang perlu dilakukan adalah memisahkan serat yang pada nantinya untuk dapat dijahit, dengan kulit asli dari kapas tersebut.

• Spinning atau pemintalan

Proses kedua yang dilakukan adalah dengan membuka bola kapas dan pemintalan benang dengan dicampur dari berbagai serat kapas agar bisa menyatu. Untuk proses setelah ini yang harus dilakukan adalah dengan membersihkan sisa – sisa kotoran yang terdapat dalam serat kapas tadi. Proses ini dilakukan dalam mesin yang dinamakan mesin carding.

• Weaving atau penenunan

Proses weaving ini adalah proses pengubahan dari benang tadi untuk menjadi sebuah kain sintetis. Dalam prosesnya kain harus dipintal terlebih dulu. Agar, benang yang dianyam tersebut mudah untuk dijadikan sebagai kain. Selain itu, anda pun juga dapat mengontrol sedikit banyak benang yang digunakan dalam pembuatan kain ini.

• Finishing atau penyelesaian

Untuk proses finishing ini tidak terlalu membutuhkan tenaga seperti ketiga proses diatas. Karena dalam proses finishing ini lebih mengedepankan pemberian cairan kimia yang ada. Hal tersebut bertujuan agar, kain yang dihasilkan berkualitas serta dapat terlindung dari pancaran sinar UV atau matahari. Sehingga kain yang digunakan pada nantinya akan terasa nyaman ketika dipakai.

Dalam beberapa proses pembuatan tadi, hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah proses perawatan yang akan dilakukan untuk menjaga stabilitas dari kualitas kain tersebut. Disengaja proses ini dipisah dari proses pembuatan kain sintetis, karena dalam proses ini yang dilakukan adalah menjaga bagaimana tekstur kain ini tetap terjaga tetap halus dan lembut seperti pada awal pembuatannya.

Kelebihan serta Kekurangan dari Kain Sintetis

Kain Sintetis
Kain Sintetis

Tak halnya barang maupun sesuatu yang berbentuk. Kesemuanya pasti akan terdapat kelebihan dan kekurangannya. Begitu pula dari kain sintetis ini. Memiliki kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam kain sintetis tersebut.

• Kelebihan

Dibandingkan dengan kain yang lain, kain jenis sintetis ini termasuk dalam kategori yang paling murah. Selain dapat digunakan dalam berbagai jenis kain sintetis ini memiliki perawatan yang mudah dibandingkan dengan yang asli.

Selain itu kelebihan yang dimiliki oleh kain sintetis lainnya adalah tidak mudah kotor oleh kuman – kuman yang hinggap, karena sifat dari kain ini tidak menyerap.

Pada umumnya kain jenis ini memiliki berbagai varian warna dan tekstur lebih banyak dibandingkan dengan bahan yang asli. Bagi anda yang menginginkan warna eksotis, anda harus memilih bahan sintetis karena dari kulit yang asli tidak tersedia berbagai macam warna.

• Kekurangan

Untuk kekurangannya sendiri, kain sintetis cukup banyak memilikinya. Dimulai dari segi durability yang tidak begitu baik, karena hanya akan bertahan selama tiga tahun kedepan. Tidak memiliki aroma khas kulit, sehingga sangat sulit membedakan antara yang orisinil dan sintetis. Serta kain jenis sintetis ini dapat menyimpan panas dalam permukaannya sehingga, seringkali pengguna merasakan ketidaknyamanannya dalam berkendara.

Tak hanya itu saja, permukaan kulitnya pun akan sangat terasa. Karena kulit sintetis akan sangat terlihat jelas kerutan yang dibuatnya, yang pada nantinya akan tampak melar. Tekstur kulit sintetis ini tidak sebaik kulit yang asli tentunya, dan juga pemakaian dari kain sintetis ini hanya akan bertahan selama satu tahun saja, bagi kain -melar- yang digunakan.

Perbedaan Kain Sintesis dan Kain Non Sintesis

Kain Sintetis
Kain Sintetis

Perbedaan yang mencolok dari sebuah kain sintetis dan kain non sintetis, berada pada material apa yang dipakai dalam pembuatan kain tersebut. Bisa jadi dari material organik -langsung dari alam- ataupun hanya sekedar campuran bahan kimia dalam proses pembuatannya. Perbedaannya pun akan tampak begitu dikenali, dengan karakteristik yang familiar tentunya.

Lantas apa saja sih bahan yang membedakan antara kain sintetis dan kain non sintetis.

• Kain wol

kain wol ini, merupakan kain yang dapat menahan panas dengan baik, bersifat elastis. Tapi, kain wol ini tidak bisa menyerap keringat secara keseluruhan, meskipun kain wol juga dapat menyerap keringat dengan baik. Akan tetapi, tidak banyak orang menyukai jenis kain yang satu ini, karena harga yang memang terbilang sedikit mahal dibandingkan yang lain.

• Kain sutera

memiliki serat yang kuat, bukan berarti tekstur yang terbentuk pun, akan terlihat sangat tebal. Karakteristik yang dimiliki oleh sutra ini sangat tipis. Namun, sifatnya yang anti kerut tersebut membuat nyaman ketika digunakan, selain dapat menahan panas dari teriknya matahari. Kain sutra pun juga bisa dijadikan sebagai alat pengobatan juga. Karena kandungan yang ada dalam kain sutra sangat baik untuk kesehatan tubuh.

• Kain katun

kain katun adalah jenis kain yang bertekstur sedikit tebal yang membuat kain ini menjadi mudah kusut. Akan tetapi, dibalik kekurangannya tersebut. Kain katun ternyata dapat menyerap keringat dengan baik. Sehingga jenis kain ini, merupakan kain yang paling ideal untuk digunakan dalam berpakaian sehari – hari.

• Kain linen

permukaan yang lebih mengkilap dari katun membuat kain linen ini sangat digemari oleh banyak orang. Memiliki tampilan yang elegan dan epic. Membuat kain ini sangat diburu oleh konsumen kelas atas. Kelebihan yang dimilikinya pun dapat menahan panas dan juga dapat menyerap keringat dengan baik. Sehingga tidak salah apabila banyak orang yang mencari pakaian berbahan dasar kain linen.

• Kain viscose

kain berjenis viscose ini sangatlah nyaman ketika digunakan. Kenapa tidak, memudahkan penggunanya dalam menyerap keringat adalah salah satunya. Terlebih lagi kain jenis ini sangat pas di kantong masyarakat pada umumnya. Dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Kain ini termasuk yang paling murah. Terkhusus untuk jenis ini, adalah kain sintesis yang terdiri dari campuran organik.

Jadi perbedaan yang memang sangat seringkali terjadi antara kain sintesis dengan non sintesis terletak pada bahan dasar yang digunakan dalam proses pembuatan kain tersebut.

Trend Busana yang Terbuat dari Kain Sintetis

Kain Sintetis
Kain Sintetis

Memiliki trend busana masa kini merupakan hal yang paling ditunggun – tunggu oleh para remaja. Kenapa tidak, dengan banyaknya pilihan dalam memilih pakaian. Para remaja pun akan dengan senang hati memilih fashion – fashion terbaru. Salah satunya adalah yang terbuat dari kain sintetis ini. Memiliki karakteristik yang memang nyaman untuk digunakan. Anda pun akan terasa lebih keren ketika memakainya.

Kebanyakan konsumen fashion kali ini lebih tertarik terhadap bahan – bahan yang dapat mengkilap seperti halnya kain yang terbuat dari serat nilon, spandex, dan juga polymide. Dari beberapa jenis kain tersebut, pastinya memiliki beberapa kelebihan seperti halnya tekstur yang halus dan lembut serta karakteristik yang nyaman digunakan untuk daerah – daerah tropis. Jadi trend busana yang digunakan pun akan dapat dengan menggunakan kain yang bermacam – macam jenisnya.

Manfaat Kegunaan dari Serat Sintetis

Kain Sintetis
Kain Sintetis

Menggunakan serat sintetis sangatlah banyak memiliki manfaat yang memang harus diperhatikan oleh para pengguna. Sehingga dalam pemakaian sehari – hari dapat menimbulkan kenyamanan yang dapat berkelanjutan. Salah satu manfaatnya adalah:

• Tekstil sintetis tahan terhadap jamur dan bakteri
• Tahan terhadap pelarut organic yang terbuat dari bahan kimia
• Memiliki elastisitas yang baik
• Tidak mudah kusut

Namun, dari keempat manfaat tersebut. Serat sintetis ini memiliki daya serap kain yang rendah.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Kain Sintetis

Leave a Comment