BANK SAMPAH : Pengertian, Sejarah, Tujuan, Manfaat Lengkap

Bank Sampah – Indonesia merupakan negara dengan populasi yang besar. Kebutuhan tiap masyarakat juga besar pula. Tidak jarang banyak kita temui sampah berserakan pada jalanan, atau tempat yang bukan selayaknya ada sampah.

Sampah yang ada tersebut merupakan hasil dari ketidak sadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan.

Nah untuk itu pada kesempatan kali ini admin akan menjelaskan tentang bank sampah lengkap beserta pengertian dan beberapa pembahasan lainya.

Pengertian Bank Sampah

Pengertian Bank Sampah

Bank Sampah merupakan tempat yang digunakan untuk menampung sampah-sampah masyarakat yang dianggap masih dapat di daur ulang lagi oleh tangan – tangan kreatif masyarakat sekitar.

Sampah – samopah yang ada di bank sampah merupakan sampah yang sudah dipilah – pilah terlebih dahulu jadi bukan sampah yang sembarangan.

Kegiatan di Bank sampah hampir sama layaknya kegiatan di Bank umum yang dilakukan oleh warna sukarelawan atau ada juga warga yang dipercaya untuk menjadi anggota dari bank sampah tersebut.

Dalam kegiatan bank sampah para warga sekitar bertugas menjadi penyetor sampah yang masih bisa dimanfaatkan didaur ulang kembali, dan setiap warna diberi buku tabungna seperti buku tabungan yang ada di bank umum layaknya seperti orang yang sedang menabung.

Baca Juga : Pemanasan Global

Latar Belakang Adanya Bank Sampah

Latar Belakang Adanya Bank Sampah

Berdirinya Bank sampah bukan lain merupakan karena kurangnya perhatian masyrakat terhadap sampah – sampah yang ada di lingkungan tempat mereka tinggal.

Jika sampah – sampah tesebut tetap dibiarkan tak terurus maka akan mengakibatkan banyak masalah sehingga muncullah ide untuk membuat bank sampah ditiap daerah untuk mengurangi masalah yang timbul akibat sampah yang kurang terurus.

Tujuan Didirikanya Bank Sampah

Tujuan Didirikanya Bank Sampah

Sudah jelas sekali tujuan dari didirikannya bank sampah adalah untuk mengurangi sampah – sampah yang berada di lingkungan sekitar masyarakat yang sangat mengganggu serta banyak menimbulkan masalah.

Selain itu, tujuan dibuatnya bank sampah adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar bahwa lingkungan sekitar itu harus sehat, rapih, dan juga bersih.

Tujuan lainnya juga yaitu untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dan memiliki nilai ekonomis.

Namun sampah yang di kumpulkan atau diserorkan ke bank sampah bukanlah smpah biasa melainkan sampah Plastik serta dapat di daur ulang sangat dilarang mangumpulkan sampah sisa bahan makanan ke bank sampah karena untuk saat ini bahan sisa makanan hanya dapat diolah menjadi pupuk dan prosesnya juga memerlukan waktu yang cukup lama.

Warga sekitar yang di daerahnya terdapat bank sampah sangat terbantu keadaan ekonominya karena bank sampah dapat memberdayakan mmasyarakat untuk mengolah sampah menjadi kerajinan tangan yang akhirnya menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomis tinggi.

Manfaat

manfaat bank sampah

Selain memiliki tujuan, didirikannya bank sampah juga memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar contohnya sperti dapat membuat lingkungan sekitar lebih bersih dari sampah – sampah yang berserakan, membuat lingkungan lebih sehat dan indah bila di pandang.

Selain itu jika sampah – sampah yang masih bisa di daur ulang itu dijadikan sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi maka akan berdampak baik pada pendapatan daerah tersebut.

Manfaat lain yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekita adalah mereka dapat menambah penghasilan mereka dari tiap – tiap sampah yang mereka kumpulkan ke bank sampah, karena setiap mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan uang yang dikumpulkan dalam rekening buku tabungan yang mereka miliki masing – masing dengan aman dan terjamin.

Setelah masyarakat cukup lama menabung maka mereka sewaktu – waktu mereka dapat mengambil uang dari tabungan yang mereka miliki jika dirasa sudah terkumpul cukup banyak.

Selain menukr uang tabungan dengan uang masyarakat sekitar juga dapat menukarkan uang tabungan  mereka dengan bahan pokok makanan seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, beras bahkan sabun dan peralatan kebersihan lainnya juga bisa.

Sungguh banyak sekali manfaat yang diberikan oleh bank sampah ini, selain itu bank sampah juga memberikan manfaat di bidang pendidikan dan kesehatan.

Seperti contohnya jika ada seorang anak yang kurang beruntung dalam segi finansial maka akan sedikit terbantu dengan adanya bank sampah.

Karena saat ini ada beberapa sekolah yang sudah menerapkan pembayaran uang sekolah menggunakan sampah yang sudah di oleh menjadi sesuatu yang bermanfaat atau menghasilkan nilai ekonomis.

Dalam segi kesehatan juga bank sampah sudah menunjukkan nilai manfaatnya seperti Asuransi Kesehatan Sampah yang dapat membantu masyarakat yang kurang beruntung segi finansialnya agar mendapat pelayanan kesehatan tanpa harus membayar dengan uang.

Namun bisa menggunakan sampah, namun sampah yang di tukarkan merupakan sampah yang masih dapat di oleh lagi dapat di daur ulang.

Proses serta Cara Kerja Bank Sampah

Proses serta Cara Kerja Bank Sampah

Jika di bank – bank umum para nasabah datang lalu meneyetorkan uangnya ke bank untuk ditabung, berbeda halnya dengan bank sampah para nasabah datang untuk menyetorkan sampah yang mereka bawa.

Sampah tersebut ditimbang lalu uangnya dicatat dan dimasukkan kedalam buku rekening tabungan oleh petugas bank.

Hal ini dilakukan untuk mengubah sampah menjadi uang sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar terbebas dari sampah plastik yang sangat berbahaya karena untuk hancur memutuhkan kurun waktu yang cukup lama.

Sampah – sampah yang dikumpulkan ke bank sampah biasanya di olah menjadi barang seperti dompet, kotak pensil, tempat tisu bahkan celengan juga sering kali dibuat dari kaleng – kaleng yang sudah tak terpakai lagi.

Jenis – Jenis Bank Sampah

Jenis – Jenis Bank Sampah

  • Jenis I

Pada jenis satu ini bank sampah memprioritaskan kepada masyarakat perorangan untuk menabung dengan cara membawa sampah lau menukarnya dengan uang untuk ditabung ke rekening.

Contoh sampah yang dapat ditukarkan kepada bank sampah yaitu plastik pewangi pakaian, pembersih lantai, kopi instan, suplemen, plastik mie, minuman anak – anak, karung beras, dan masih banyak lagi yang berbahan dasar plastik.

  • Jenis II

Berbeda dengan jenis I, Pada jenis II ini tabungan yang diberikan bank sampah disebut sebagai tabungan lingkungan.

Tabungan lingkungan yaitu nasabah yang ikut bergabung bukan hanya dari masyarakat biasa namun juga perusahaan dan  instansi – instansi lain yang ikut berpartisipasi demi kelestarian suatu lingkungan.

Pada tabungan jenis II tidak dapat diuangkan namun nasabahnya akan dikategorikan sebagai perusahaan atau instansi yang sangat mencintai lingkungan.

Sebagai simbolis perusahaan atau instansi diberikan sebuah piagam BUMI yang sudah disiapkan oleh bank sampah itu sendiri.

Ini merupakan salah satu cara yang cukup bagus untuk memecahkan maalah sampah yang sangat banyak sekali khususnya di Indonesia.

Dengan adanya bank sampah ini masyarakat semakin giat mengumpulkan sampah yang berserakan dirumah masing – masing untuk ditukarkan ke bank sampah dan hasilnya mereka yang mengumpulkan sampah akan mendapatkan uang yang dimasukkan kedalam tabungan.

Riset menunjukan bahwa bank sampah yang berada di indonesia menunjukan angka 5.244 yang tersbar di 34 provinsi di Indonesia.

Pembuatan Bank Sampah pada awalnya adalah untuk mencegah adanya pencemaran udara, air, tanah karena banyaknya sampah.

Lalu bagaimana? Apakah anda tertarik untuk menjadi mitra dari bank sampah yang ada di daerahmu? Sungguh menguntungkan sekali jika anda mau bergabung sebagai nasabah di bank sampah, selain mendapat tabungan anda juga sudah berpartisipasi dalam menjaga bumi kita dari banyak sekali bahaya yang di akibatkan oleh sampah yang ada di lingkungan.

Leave a Reply