AMDAL : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Prosedur Amdal !!

Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) – Amdal yaitu singkatan dari analisis dampak lingkungan. Amdal merupakan proses yang terjadi dalam suatu  ekosistem lingkungan.

Suatu rencana kegiatan dan aktivitas yang berasal dari program kerja yang mempunyai tujuan untuk memastikan adanya suatu masalah pada lingkungan yang berdampak pada lingkungan yang telah dianalisis sebagai pertimbangan yang menjadi dampak lingkungan sesuai dengan keputusan.

Lingkungan selalu menjadi salah satu masalah dalam semua aspek dan yang paling banyak dibahas atau masalah yang paling banyak dibenahi oleh masyarakat.

Maka dampak yang terjadi pada lingkungan ini harus dianalisis didalam suatu lingkungan. Banyak masalah yang berada dalam lingkungan dapat diatasi dengan baik.

Bahkan biasanya sampai dicari solusinya yang tepat dan mencegah supaya damapk lingkungan itu tidak terjadi lagi.

Pengertian Amdal

Pengertian Amdal

Amdal adalah suatu kajian mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh lingkungan.

Sehingga menjadi suatu hal yang penting dalam pengambilan sebuah keputusan dan kegiatan yang telah direncanakan didalam lingkungan hidup.

Tetapi, program dari itu juga diperlukan sebuah proses pengambilan dari keputusan tentang penyelenggaraan jenis usaha dan kegiatan.

Amdal menurut masyarakat yaitu suatu analisis yang meliputi beragam faktor seperti misalnya fisik, kimia, sosial ekonomi, biologi, dan juga sosial budaya yang meluas di masyarakat.

Pengertian lain dari amdal juga mengatakan bahwa amdal adalah proses suatu analisis suatu lingkunga yang digunakan untuk memperkirakan dampaknya yang terjadi di lingkungan hidup dan dari suatu kegiatan alam atau proyek yang sudah direncanakan.

Baca Juga : Pencemaran Lingkungan Lengkap

Tujuan Amdal

Tujuan Amdal

Tujuan analisis dampak lingkungan yaitu untuk menjaga kerusakan dari lingkungan dala alam sekitarnya dan dampak dari suatu dampak pada usaha kegiatan tertentu.

Amdal juga sangat diperlukan dalam hukum yang kuat karena harus ada studi uji kelayakan amdal di dalam undang-undang dan tata tertib pemerintah.

Agar dapat menjaga lingkungan dari sebuah kerusakan yang terjadi seperti adanya kegiatan proyek pada suatu industri atau kegiatan yang bisa menimbulkan kerusakan pada suatu lingkungan.

Banyak komponen yang terkandung pada amdal, diantaranya yaitu :

  1. RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan).
  2. RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan).
  3. PIL (Penyajian Informasi Lingkungan).
  4. ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan).
  5. KA (Kerangka Acuan).

Amdal mempunyai tujuan untuk suatu penjagaan di dalam rencana dalam kegiatan alam, agar tidak memberi dampak kerusakan atau buruk pada lingkungan.

Sehingga harus dibuat suatu analisis lingkungan maka kerusakan di suatu lingkungan bisa diminimalisir dan dapat teratasi dengan baik.

Begitu pentingnya amdal dibuat oleh dundang-undang dan tata tertib pemerintah dalam melestarikan lingkungan.

Manfaat Amdal

Manfaat Amdal

Banyak manfaat yang terdapat tentang adanya amdal, diantaranya yaitu :

1. Manfaat Untuk Pemerintah

  • Bisa membantu dalam perencanaan tentang pencegahan tenang kerusakan lingkungan yang terjadi dalam sebuah lingkungan tertentu.
    • Membantu mencegah konflik antar masyarakat tentang terjadinya dampak dari kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan dalam masyarakat.
    • Menjaga suatu proses pembangunan agar berjalan sesuai dengan prinsip pembangunan tertentu.
    • Dengan adanya amdal bisa membantu mewujudkan suatu hukum pemerintahan yang bertanggung jawab di dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup.

2. Manfaat untuk pelaksana atau pelaku dalam amdal

  • Membantu mewujudkan sebuah kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain dan mengetahui tentang bagaimana lingkungan sekitar.
    • Dapat dijadikan untuk sarana yang membantu interaksi dengan masyarakat sekitar yang dan juga sebagai bukti sebagai cinta lingkungan dan taat akan hukum.

3. Manfaat untuk masyarakat :

  • dapat menjelaskan secara langsung kepada masyarakat tentang perawatan dan pencegahan tentang keruakan lingkungan.
    • Masyarakat bisa berpartisipasi dalam proses kegiatan tersebut, kegiatan itu akan menyadarkan masyarakat tetntang pentingnya lingkungan..
    • Masyarakat akan terlibat di dalam proses pengambilan sebuah keputusan atau resolusi yang akan berpengaruh pada lingkungan sekitar.

Baca Juga : Pencemaran Udara

Prosedur Amdal

prosedur amdal

1. Latar belakang masalah

  • Apa yang menjadi dampak sampah yang berada di TPA Annajah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
    • Bagaimanakah sistem pengolaan dan kebijakan dari pemerintah dalam menanggulangi sampah masyarakat yang berada di Surabaya dan sekitarnya.

2. Data dan fakta yang ada di lapangan

Fakta yang ada dilapangan menunjukkan bahwa masyarakat yang dekat di sekitar TPA Annajah banyak yang terjangkit penyakit.

Seperti penyakit ISPA, Gastritis, Mialgia, Anemia, infeksi dan masih banyak lagi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa lingkungan TPA Annajah menimbulkan dampak yang buruk bagi masyarakat sekitar dan lingkungan sekitarnya.

Tetapi, menurut data yang sudah ada, jumlah sampah domestik yang berasal dari rumah tangga adalah sekitar 2.673.098.600/ton.

Sedangkan untuk lumpur dari toilet jumlahnya mencapai 50.893,71 ton per tahun. Dan untuk sampah yang berasal dalam industri pengelolaanya mencapai 8.401.567,03 ton per tahun.

Data ini menunjukkan bahwa sampah yang ada di TPA Annajah sudah melewati batas maksimal ukuran.

Sehingga menyebabkan banyak penyakit dalam lingkungan sekitar dan harus capat ditanggulangi hal yang menyebabkan penyakit. Karena banyaknya sampah yang ada akan menyebabkan banyak penyakit.

3. Hasil analisa

  • Dampak sampah terhadap masyarakat

Jumlah sampah yang sanagat banyak dan kondisi keadaan lingkungan TPA yang buruk akan menyebabkan munculnya beragam jenis penyakit yang terjadi pada masyarakat di sekitar.

Selain itu dengan adanaya TPA Annajah tersebut juga akan merusak lingkungan karena siswa didik yang membuang sampah sembarangan. Sehingga menyebabkan munculnya pencemaran tanah yang berbahaya.

Tanah yang sebelumnya bersih akan tercampur dengan limbah dan sampah yang berada dilungkungan tersebut. Maka pencemaran tanah akan terlihat saat ditanami pohon atau tanaman akan mati dan sulit untuk perkembangbiakan lingkungan.

  • Bagaimana sistem pengelolaan sampah dan kebijakan dari pemerintah.

Adanya banyak faktor yang menyebabkan pengelolaan sampah  bisa menjadi buruk dan memberi dampa negatif bagi lungkungannya.

Contohnya faktor internal, yang mencakup SDM yang kurang sadar akan pentingnya lingkungan dan kurang berkualitas dalam mengelola sampah dilingkungan sekitar  dan TPA Annajah.

Faktor eksternal, yaitu minimnya lahan untuk TPA Annajah yang berada di kota besar.

Sehingga jumlah sampah tidak sebanding sengan lahan lingkungan TPA Annajah. Sedangkan kebijakan yang diberikan pemerintah dalam menanggulangi sampah di TPA Surabaya tersebut adalah :

  1. Menambah fasilitas pembungan sampah dan pengelolaan yang lebih efisisen, sehingga sampah tidak menumpuk dan cepat teratasi.
  2. Membantu masyarakat sekitar untuk mendapatkan air bersih dan membuat puskesmas agar mencegah penyakit menyebar dan sebagai pelayanan masyarakat.
  3. Mengatur para pemulung untuk tidak mengganggu atau mengais sampah di daerah TPA Annajah agar sampah tidak berserakan dan tidak mengganggu petugas oprasional .
  4. Menentukan Siapa yang menjadi petugas pengelolaan sampah dan menjelaskan apa yang harus dilakukan.
  5. Menerapkan hidup bersih kepada masyarakat dalam cara pengelolaan sampah secara tepat dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan oprasional.

Baca Juga : Pencemaran Tanah

4. Kesimpulan

TPA yang menumpuk banyak sampah dan letaknya tidak jauh dari tempat tinggal  masyarakat. Membuat bergam penyakit muncul dan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang tinggal disektiarnya.

Sistem pengelolaan yang dipakai sudah tidak layak dan ketinggalan zaman. Sehingga hasil yang diberikan kurang maksimal.

Maka dari itu, pemerintah harus membuat kebijakan baru tentang pemberdayaan lingkungan yang berada dimasyarakat baik secara internal maupun secara eksternal.

Writter By : Khoirul Anwar (Akuntansi)

Leave a Reply