AKUNTANSI DASAR : Pengertian, Siklus, Fungsi, Ilmu (Lengkap)

Akuntansi Dasar – Belajar mengenai akuntansi dasar apabila tidak dengan panduan yang benar maka akan menimbulkan suatu pemahaman yang salah. Sebenarnya untuk dapat memahami akuntansi dasar khususnya bagi pemula bukanlah suatu hal yang sulit. Ini dikarenakan bahwa saat ini banyak sekali software akuntansi yang tersedia guna mempermudah dalam menjalankan proses akuntansi.

Salah satu bahan untuk mempelajari akuntansi adalah jurnal, jurnal ini merupakan software akuntansi online yang bisa membantu anda dalam mengerjakan persoalan akuntansi dengan cepat, mudah, akurat, serta nyaman. Anda dapat dapat mengerjakan pembukuan, jurnal, sampai pada laporan keuangan dengan mudah kapanpun dan di manapun.

Pengertian Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan, pengklasifikasian, mengolah, meringkas, serta menyajikan data, transaksi beserta kejadian yang berhubungan langsung dengan keuangan, sehingga dapat digunakan oleh seseorang yang menggunakannya dengan pengertian yang mudah sehingga dapat mengambil suatu keputusan dan tujuan yang lainnya.

Akuntansi sendiri berasal dari kata accounting yang berarti menghitung atau mempertanggungjawabkan. Hampir seluru kegiatan bisnis di dunia dalam mengambil suatu keputusan pasti melibatkan adanya akuntansi, sehingga akuntansi disebut juga sebagai bahasa bisnis.

Sebenarnya poin penting dari akuntansi sudah terangkum dalam dasar-dasar akuntansi, hal demikian harus benar-benar dapat dipahami di luar kepala untuk dapat menjadi seorang akuntan yang handal. Dasar-dasar akuntansi sendiri meliputi konsep debit-kredit, penjurnalan, pemindahan jurnal ke dalam buku besar, serta membuat neraca saldo ataupun neraca percobaan serta menyajikan laporan keuangan.

Dengan demikian, maka dirasa anda perlu memahami persamaan dasar akuntansi , persamaan dasar akuntansi merupakan hubungan antara harga, hutang, serta modal yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk tujuannya adalah untuk dasar pencatatan pada sistem akuntansi yang memiliki arti bahwa setiap kali terjadi transaksi harus tercatat dalam dua aspek yaitu sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva).

Keseimbangan antara sisi aktiva dan sisi pasiva merupakan persamaan dari dasar akuntansi. Apabila perubahan muncul akibat terjadinya transaksi keuangan, maka untuk keseimbangan harus terus dipertahankan. Ini dapat dijadikan dasar dalam mengerjakan akuntansi seperti mencatat jurnal hingga sampai pada laporan keuangan.

Siklus Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Tahapan yang harus dilalui untuk dapat memperoleh informasi akuntansi seperti laporan keuangan yang benar juga sistematis merupakan pemahaman dari siklus akuntansi. Siklus akuntansi juga memiliki pengertian sebagai suatu proses penyusunan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan serta dapat diterima. Dalam pengertian ini siklus akuntansi mencakup 3 kelompok tahapan seperti:

1. Pencatatan serta penggolongan,
2. Pembuatan ikhtisar dari laporan keuangan, dan
3. Pembuatan serta penyajian laporan keuangan.

Sedangkan dalam bidang akuntansi dan keuangan pasti akan terjadi sebuah siklus akuntansi, yaitu terjadi sejak transaksi awal dimulai sampai pada mempersiapkan transaksi periode berikutnya. Dalam siklus akuntansi dasar ini terdapat 10 proses, langkah, ataupun tahapan dalam siklus akuntansi (accounting cycle) yaitu:

1. Menganalisis serta mencatat transaksi-transaksi pada sebuah jurnal,
2. Melakukan pemindahan transaksi (posting) ke dalam buku besar,
3. Mempersiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan,
4. Menganalisis serta menyiapkan data penyesuaian,
5. Mempersiapkan kertas kerja akhir periode yang memiliki sifat opsional,
6. Menyusun ayat jurnal penyesuaian serta memindahkannya ke dalam buku besar,
7. Mempersiapkan daftar saldo yang sudah disesuaikan,
8. Mempersiapkan laporan keuangan,
9. Menyusun ayat jurnal penutup serta memindahkannya pada buku besar,
10. Mempersiapkan daftar saldo setelah penutupan.

Fungsi Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Fungsi utama dari suatu akuntansi ialah sebuah informasi keuangan dalam suatu organisasi. Anda dapat melihat posisi keuangan organisasi ataupun perusahaan anda beserta perubahan yang terjadi di dalamnya dengan laporan akuntansi.

Laporan akuntansi dibuat dengan satuan ukuran uang secara kualitatif. Karena informasi terkait keuangan sangat dibutuhkan terlebih oleh pihak manajer atau pihak manajemen guna membantu dalam membuat suatu keputusan dalam organisasi ataupun perusahaan yang dipimpinnya.

Sedangkan fungsi dari persamaan dasar akuntansi yaitu:

1. Seluruh transaksi bisnis dapat dicatat atau dinyatakan sebagai perubahan yang terjadi pada tiga elemen rumus persamaan dasar akuntansi maupun persamaan akuntansi dasar. Untuk semua turunan pada berbagai macam transaksi bisnis dapat anda masukkan ke dalam persamaan akuntansi itu.

2. Adanya persamaan dasar akuntansi dapat menjadi accounting tolls yang memiliki kekuatan dalam melakukan analisis pada sebuah transaksi bisnis untuk selanjutnya disusun laporan keuangan.

Selain dari fungsi akuntansi dasar yang telah di jelaskan, terdapat pula tujuan dari akuntansi yaitu untuk menyediakan segala bentuk informasi keuangan pada suatu usaha. Informasi keuangan tersebut biasanya meliputi kinerja, posisi keuangan, dan arus kas perusahaan. Untuk informasi keuangan sendiri dirangkum dalam bentuk laporan keuangan.

Ilmu Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Untuk dapat memahami ilmu akuntansi, tentunya anda harus memiliki pemahaman terkait pengertian serta maksud dari ilmu tersebut. Sangat penting anda harus mengetahui serta memahami apa itu akuntansi.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, dapat dijabarkan kembali bahwa pengertian akuntansi dapat dibagi menjadi dua sudut pandang, yaitu dari sudut pandang pemakai dan dari sudut pandang proses kegiatan. Jika dilihat dari sudut pandang pemakai, akuntansi adalah ilmu yang yang menyediakan informasi keuangan yang diperlukan oleh pihak yang berkepentingan dengan perusahaan.

Sedangkan apabila dilihat dari sudut pandang proses kegiatannya, akuntansi merupakan suatu kegiatan mencatat, menyajikan, membuat laporan, menggolongkan dan melakukan analisa data transaksi keuangan sebuah perusahaan.

Apabila kedua kedua sudut pandang tersebut dapat anda pahami dengan benar, maka anda akan mudah untuk mempelajari poin-poin akuntansi selanjutnya.

Akuntansi terdiri atas banyak nama akun. Masing-masing dari nama akuntersebut memiliki nomor akun beserta saldo normalnya. Fungsi daru akun sendiri untuk mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan secara sistematis. Sedangkan saldo normal merupakan saldo yang menempatkan sebuah akun pada posisi debit maupun kredit. Untuk akun yang wajib dihapal yaitu:

1. Akun Aset, memiliki nomor akun dengan awalan angka 1, serta dengan saldo normal debet (D),
2. Akun Utang, memiliki nomor akun dengan awalan angka 2, serta dengan saldo normal kredit (K),
3. Akun Modal, memiliki nomor akun dengan awalan angka 3, serta dengan saldo normal kredit (K),
4. Akun Pendapatan, memiliki nomor akun dengan awalan angka 4, serta dengan saldo normal kredit (K),
5. Akun Biaya atau Beban, memiliki nomor akun dengan awalan angka 5, serta dengan saldo normal debet (D).

Beberapa nomor akun di atas akan terus berkembang menyesuaikan dengan jenis transaksi serta kebutuhan perusahaan. Seperti akun kas yang merupakan bagian dari aset, perusahaan A member nomor akun 101, atau akun pendapatan sewa, perusahaan B menetapkan 405 sebagai nomor akun pendapatan. Sehingga pada umumnya nomor dari akun tersebut dibagi lagi menjadi:

– Yang termasuk dalam akun aset umumnya pasti bernomor akun 100 sampai 199,
– Yang termasuk dalam akun utang umumnya pasti bernomor 200 sampai 299,
– Yang termasuk dalam akun modal umumnya pasti bernomor 300 samapi 399,
– Yang termasuk dalam akun pendapatan umumnya pasti bernomor 400 sampai 499,
– Yang termasuk dalam akun biaya atau beban umumnya pasti bernomor 500 sampai 599.

Logika Akuntansi Dasar dan Contohnya

Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Logika dalam akuntansi pasti berbeda dengan logika yang ada dalam matematika, walaupun dalam mengerjakan akuntansi menggunakan rumus yang ada dalam matematika. Untuk logika akuntansi merupakan persamaan dasar akuntansi yang memiliki hubungan antara elemen aset suatu perusahaan dengan utang serta modal yang dimilikinya.

Hubungan dari elemen tersebut menciptakan keseimbangan antara sisi debet dengan sisi kredit pada suatu jurnal maupun laporan keuangan. Logika tersebut merupakan dasar untuk dapat mengerjakan akuntansi seperti kegiatan mencatat jurnal sampai pada tahap menyajikan laporan keuangan.

Logika akuntansi tersebut seperti :

D = K

Aset + Biaya = Utang + Modal + Pendapatan

Apabila logika akuntansi tersebut dapat anda kuasai dengan baik, maka ketika anda mengerjakan akuntansi menjadi sesuatu yang sangat mudah. Contoh kasus untuk dapat membedakan antara logika matematika dengan logika akuntansi adalah:

Budi akan membeli sebuah buku dengan harga Rp. 50.000,- akan tetapi Budi hanya mempunyai uang Rp. 40.000,- sehingga Budi meminjam Rp. 10.000 pada Wati.
Jika dijabarkan dalam logika matematika dan logika akuntansi maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Logika matematika, uang Budi 40.000 + pinjam ke wati 10.000 sehingga uang total uang di Budi ada 50.000. Dipakai untuk membeli buku sebanyak 50.000 jadi uang budi sekarang adalah 0. Dengan demikian Budi hanya memiliki buku serta utang kepada Wati, dan Budi sekarang tidak mempunyai uang.

2. Logika akuntansi, total uang budi ada 50.000 dengan perincian 40.000 modal uang Budi, dan 10.000 hasil meminjam dari Wati. Kemudian untuk membeli buku sebesar 50.000. Dalam perhitungan dengan logika akuntansi maka Budi memiliki aset berupa buku dengan harga 50.000, utang pada Wati sebesar 10.000 dan modal sendiri senilai 40.000.-.

Laporan Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Proses akuntansi pada dasarnya akan menghasilkan keluaran berupa laporan rugi laba, laporan terjadinya perubahan modal, serta laporan neraca pada suatu perusahaan maupun organisasi lainnya. pada suatu laporan akuntansi wajib mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, serta tanggal disusunnya laporan atau jangka waktu laporan tersebut.

Hal seperti itu penting untuk dilakukan guna mempermudah orang lain dalam memahaminya. Untuk laporan sendiri dapat bersifat periodik serta ada pula yang bersifat terikat waktu tertentu saja.

Dalam laporan akuntansi terdapat tiga cabang akuntansi yaitu:

1. Akuntansi Keuangan, merupakan cabang dari akuntansi yang menghasilkan keuangan bagi pihak eksternal seperti investor, kreditor, serta bapepam.
2. Akuntansi Manajemen, merupakan salah satu cabang dari akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan untuk pihak internal dalam organisasi ataupun manajemen.
3. Akuntansi Pemerintah, merupakan cabang dari akuntansi yang melakukan proses transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN ataupun APBD untuk rakyat melalui lembaga legislative serta untuk kepentingan berbagai pihak yang terkait.

Konsep Debet dan Kredit dalam Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Akuntansi Dasar

Apabila anda telah belajar akuntansi maka anda tidak akan pernah lepas dari yang namanya debet dan kredit. Debet dan kredit merupakan suatu konsep yang luar biasa. Untuk memahami konsep debet dan kredit, akan lebih baik jika dimulai dari ilustrasi transaksi yang anda lakukan sehari-hari.

Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk lebih memahami konsep debet dan kredit yaitu:

1. Pertama anda harus tahu bahwa transaksi dari akuntansi hanya melibatkan 5 unsur transaksi, seperti:

a. Aset (harta),

Aset merupakan semua kekayaan yang anda miliki, baik itu yang ada pada diri anda sendiri ataupun tagihan yang ada pada orang lain. Aset yang anda miliki dapat berasal dari usaha anda sendiri maupun hasil pinjaman dari pihak lain termasuk aset yang didapat dari sewa.

b. Kewajiban (utang),

Kewajiban merupakan suatu bentuk komitmen anda untuk dapat membayar pada pihak lain sebagai akibat dari pinjaman yang anda terima.

c. Ekuitas atau Modal (capital),

Modal atau Ekuitas merupakan pemberian atau penyertaan dari diri anda sendiri maupun dari pihak lain untuk memulai suatu usaha dalam rangka menambah usaha.

d. Pendapatan,

Pendapatan merupakan penerimaan atas penyerahan barang atau jasa yang anda peroleh dari usaha anda.

e. Biaya atau Beban.

Biaya atau beban merupakan pengeluaran aset ataupun aset yang akan dikeluarkan sehubungan dengan jasa yang anda terima atau pengeluaran atas seluruh kegiatan usaha yang anda lakukan.

2. Kedua, tanamkan pada diri anda bahwa di dalam akuntansi setiap transaksi debet harus selalu diikuti dengan transaksi kredit sebagai lawannya. Itu yang akan membuat akuntansi dikatakan hebat. Karena akuntansi sendiri mengajarkan keseimbangan.

3. Ketiga, buatlah konsep debet dan kredit dengan transaksi yang sederhana yang terkait pada lima unsur akuntansi, dengan cara seperti contoh berikut:

Misalnya terdapat penerimaan gaji pada Januari sebesar Rp. 10.000.000,- atas transaksi tersebut, coba anda pikirkan apa yang anda terima? Serta kenapa anda terima?

Sehingga dapat diuraikan bahwa yang anda terima merupakan uang (kas) sebesar Rp. 10.000.000,- Selanjutnya tentukanlah uang tersebut masuk dalam bagian apa dari kelima unsur akuntansi di atas? Dan dengan menggunakan definisi dari kelima unsur akuntansi di atas, dapat anda simpulkan uang merupakan bagian dari aset ataupun harta.

Kemudian, anda harus tahu bahwa kenapa anda menerima uang? Maka jawabannya adalah anda menerima uang karena anda telah memberikan jasa, sehingga anda mendapatkan penghasilan, sedangkan dengan menggunakan definisi dari kelima unsur akuntansi di atas, anda dapat menarik kesimpulan penghasilan dalam transaksi tersebut masuk ke dalam unsur pendapatan.

Berdasarkan contoh transaksi tersebut, anda dapat menyatakan bahwa “aset” mengalami penambahan berupa uang, sedangkan “pendapatan” akan bertambah karena jasa yang anda berikan. Setelah anda tahu unsur akuntansinya, maka anda dapat menentukan debet dan kredit pada transaksi tersebut. Sehingga dapat ditentukan bahwa debet merupakan aset dan kredit merupakan pendapatan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aset bertambah dan pendapatan bertambah, apabila ada pertambahan aset maka akan tertulis sebagai debet, serta apabila pendapatan bertambah maka akan dicatat di sebelah kredit.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila ingin mempelajari konsep debet dan kredit dalam akuntansi, dapat anda tanamkan dalam diri anda sendiri bahwa ketika aset bertambah maka akan dicatat di sebelah debet dan jika aset berkurang, akan dicatat pada sebelah kredit. Sedangkan untuk pendapatan, apabila bertambah akan dicatat di sebelah kredit dan apabila berkurang akan dicatat di sebalah debet.

Setelah membaca tulisan di atas, diharapkan anda semakin memahami apa itu akuntansi dasar, terutama bagi anda yang para pemula yang ingin mempelajari ilmu akuntansi. Dengan memahami ilmu akuntansi diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam mengelola bisnis dengan baik.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Akuntansi Dasar

Leave a Reply